[ Bisa di baca sambil dengerin mulmed di atas ]
|H A P P Y × R E A D I N G|
🌟
✨✨
Vani bersenandung kecil menuju kelasnya. Suasana hatinya kini tengah bahagia, ia tak mempermasalahkan Cakra yang tak menjemputnya, ia harus bisa memahami Cakra, mungkin cowok itu ada kepentingan lain hingga tak dapat menjemputnya. Vani tidak boleh egois.
Berbicara tentang Cakra, Vani jadi teringat tentang kekonyolannya yang menuruti perintah Cakra untuk membungkus lengannya saat mencuci agar tanda tangan dari cowok itu tidak hilang. Vani tak habis pikir dengan dirinya yang kini berubah total, ia menjadi lebih baik, tidak kasar seperti sebelumnya.
"Yang lagi di mabuk cinta, bawaannya senyum mulu ya" sindir Zara yang baru saja datang dari belakang bersama Bianca di sampingnya.
"Ngagetin aja lo berdua. Eh tapi lo juga ya Ra! Lo juga baru jadian, gak mau tau pokoknya istirahat nanti Zara yang traktir!"
"SETUJU!" ucap Bianca
"Dih apaan! Kok jadi gue, lo juga belum traktir gue" balas Zara tak setuju.
"Gak bisa. Pokoknya elo yang harus traktir kita" sahut Vani.
"Enak banget lo, belum traktir gue tapi minta traktiran ke gue" balas Zara.
"Heh, ngapain ribut-ribut masalah traktiran? Harusnya yang ditraktir itu gue. Kan lo berdua yang jadian" lerai Bianca.
Zara dan Vani saling pandang. "Terus yang bayar siapa?" Tanya Zara.
"Ya setengah-setengah lah bego" balas Vani.
"Santai aja lah bego. Oke deh kalo gitu" ujar Zara.
"Guys ... " Panggil Bianca.
Vani menaikkan alisnya seraya menatap Bianca. "Apa?" Tanya Zara.
"Kalian jangan lupain gue ya? Mentang-mentang kalian udah punya pacar, terus nanti gue dilupain" ucap Bianca sedih.
"Aa.. Bianca ku" ujar Zara dengan memeluk Bianca "Gue gak bakal lupain lo kok"
"Gue juga enggak" ucap Vani dengan ikut memeluk Bianca.
"Gak mungkin cuma gara-gara pacar kita lupain lo" ucap Vani.
Bianca melepas pelukannya. "Ish, Vani. Bukan itu maksud gue. Maksud gue tuh, pasti nanti jarang waktu buat kita bertiga ngumpul, lo berdua pasti bakal sibuk sama cowok lo berdua"
Zara merangkul bahu Bianca. "Kalo soal itu, lo gak perlu khawatir Bi, karena kita bakalan tetep ngumpul seperti biasa tanpa merubah apapun"
"Serius?" Tanya Bianca.
"Yoi! Tos dulu dong" ketiganya kemudian melakukan tos bersama.
☆☆☆
Vani menggigit kuku jarinya karena gelisah. Sudah sepuluh kali ia menghubungi Cakra, namun cowok itu tak kunjung mengangkatnya, dan sekarang nomor cowok itu tidak aktif. Ke mana sebenarnya cowok itu pergi? Bahkan teman-temannya pun tak terlihat sama sekali di sekolah sedari tadi.
Padahal biasanya mereka selalu membuat keramaian di kantin. Namun saat Vani, Zara, dan Bianca pergi ke kantin tadi, mereka tak terlihat sedikit pun.
"Ra, Eric berangkat ke sekolah nggak?"
Zara menggelengkan kepalanya. "Gak tau Van, nomornya gak bisa dihubungi"
KAMU SEDANG MEMBACA
C A K R A [SELESAI]✓
Teen Fiction• REVISI • [ MEMBACA CERITA INI HARUS PUNYA STOK SABAR BERLEBIH ] Garis Cakra Dananjaya. Berawal ketika ia dan keempat sahabatnya dikeluarkan dari sekolah. Kemudian berpindah di sekolah baru berkat koneksi dari orang tuanya. Tanpa ia sangka, ia jatu...
![C A K R A [SELESAI]✓](https://img.wattpad.com/cover/191959038-64-k257398.jpg)