Bab 3 : Telpon

6.4K 319 67
                                        

HAPPY READING

JLEB!

Satu anak panah bidikan kelima berhasil tertancap sempurna di papan panahan oleh Cakra. Menghiraukan Eric yang sedari tadi sudah bosan melihatnya.

"Lo gak ada niatan cek hp lo gitu, Cak?"

"Buat?" Cakra menyipitkan matanya untuk memfokuskan bidikannya agar tepat sasaran.

"Lagi trending topik kita jir! Coba buka hp lo, siapa tau nge-lag."

Cakra menaruh busurnya ke tempat semula kemudian meregangkan ototnya sebentar. Cowok itu lalu berjalan menghampiri Eric dan duduk di sebelahnya.

Cakra mengambil ponselnya disaku kanan celananya. Benar kata Eric, notifikasinya banjir dengan pengikut baru, DM, tag, komen, dan masih banyak lagi. Sebenarnya ini sudah biasa ia dapat, namun ini lebih gila, melebihi sebelum-sebelumnya.

"Ganggu banget." Gerutunya lalu mengantongi ponselnya kembali.

Cakra beralih merogoh saku celana kirinya untuk mengambil rokok beserta pematiknya. Cowok itu kemudian mengambil satu rokok dan menjepitnya di kedua bibirnya lalu mematiknya.

Kepulan asap mengudara membuat Eric sedikit menggeser tubuhnya. "Cupu!" Ledek Cakra seraya terkekeh pelan.

"Brisik!"

Keduanya kemudian sama-sama diam. Eric sibuk dengan ponselnya, Cakra sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Kalo gue jatuh cinta, lo percaya gak?" Cakra memecah keheningan.

"Lo bisa nangis?" Tanya balik Eric.

"Bisalah anjing! Gini-gini gue masih punya perasaan!!"

"Santai aja njing, gak usah nge-gas."

Cakra berdecak pelan. Ternyata salah dirinya bertanya pada Eric. "Lo ditanya malah balik nanya, emang bego."

"Gue belum selesai!"

"Yaudah lanjutin."

Jika di sampingnya ini bukan lah sahabatnya. Eric tak segan-segan untuk memenggal kepalanya. "Kalo lo punya perasaan, gak menutup kemungkinan kalo lo emang beneran jatuh cinta."

Cakra terdiam sebentar, meyakinkan dirinya benar cinta atau hanya sebatas suka.

"Cewek yang diparkiran tadi?" Tanya Eric.

Cakra mengangguk. "Sikat Cak! Cantik kok, lumayan cocok sama modelan kek lo" Eric tertawa pelan.

"Maksud lo apa anjing?!"

Eric meredakan tawanya. "Gak bakal ngecewain, dia aslinya cewek baik-baik kok, cuma kalo udah emosi ya gitu. Setannya keluar"

"Tau dari mana lo jir?"

Eric bangkit dari duduknya. "Mau tau?" Cakra mengangguk cepat seraya berdiri. "Gebetan lo itu sahabatnya, sahabat gue."

Cakra nge-bug sebentar. "Sahabat lo yang mana anjir?!"

C A K R A [SELESAI]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang