HAPPY READING
——————————
✨
"Pulang bareng gue ya?"
"Ogah!" Vani menghempaskan tangan Cakra lalu pergi. Namun langkahnya terhenti ketika teman-teman Cakra menghadangnya.
"Eit, mau ke mana?" Fino merentangkan tangannya.
Vani menatap mereka berlima yang mengelilinginya secara bergantian. "Udah gila ya lo semua? Kalian pikir cuma kalian doang yang bisa keroyokan? Gue juga bisa."
Bayu menatapnya remeh. "Oh ya? Kalo gitu panggil temen-temen lo."
"ALDO!!"
Vani langsung berteriak membuat Pandawa Geng menatap ke arah pandang Vani.
Merasa terpanggil, cowok tinggi dengan tas tersampir di bahunya itu menoleh pada sumber suara. Aldo bersama delapan temannya itu langsung berjalan mendekat menghampiri.
Perlu diketahui, Aldo adalah teman sekelas Vani yang sangat baik padanya. Bisa dibilang, Aldo menyukai Vani sejak awal masuk sekolah dulu.
"Lo manggil gue Van?" tanyanya setelah sampai di depan Vani.
Vani dengan cepat mengangguk. "Do, tolong lo usir mereka. Mereka mau jahatin gue."
Aldo menatap Pandawa Geng bergantian. "Emang lo diapain?"
"Gue—"
"Kita gak ngapa-ngapain." Potong Bayu.
"Bohong! Mereka mau culik gue Do, plis tolongin gue"
Aldo mengulurkan tangannya. "Pulang sama gue."
Sebelum Vani menerima uluran tersebut, Cakra lebih dulu menepisnya. "Gak bisa, dia pulang sama gue."
Cakra langsung menarik Vani menjauh. Aldo sempat ingin mengejar, namun keempat teman Cakra langsung sigap menahannya.
Vani menyentak kasar tangan Cakra. "Lo apa apaan sih?! Kenapa maksa banget coba? Kan gue udah bilang gak mau ya gak mau! Budek lo!"
"Nyokap gue mau ketemu sama lo."
Vani menaikkan alis bingung. "Nyokap lo? Lo jangan coba-coba bohongin gue ya. Gue gak kenal sama nyokap lo."
"Nyokap gue emang gak kenal sama lo, tapi dia tau lo"
"Buat apa nyokap lo mau ketemu sama gue?"
"Lo bisa tanyain itu nanti sama dia" Cakra membukakan pintu untuk Vani.
Vani sedikit ragu, namun cewek itu tetap menurut masuk kedalam mobil Cakra.
Cakra langsung menancap gasnya ke rumahnya. Di pertengahan jalan, Vani tiba-tiba teringat sesuatu. Cewek itu langsung menyunggingkan senyumnya, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Vani akan mempermalukan Cakra di depan mamanya. Cowok itu pasti akan langsung menjauhinya. Kali ini rencananya pasti berhasil.
"Anterin gue balik dulu, gue mau ganti baju."
Cakra mengangguk. Cowok itu langsung memacu mobilnya ke rumah Vani. Tiga puluh menit perjalanan, keduanya kini telah sampai di depan rumah Vani.
"Lo mau nunggu sini apa masuk dulu?"
"Di rumah lo ada siapa emang?"
"Gak ada siapa-siapa."
"Nyokap lo?"
"Belanja"
"Gue nunggu sini aja kalo gitu."
Vani langsung bergegas ke luar. Vani melangkah lebar memasuki rumahnya dan langsung naik ke kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
C A K R A [SELESAI]✓
Teen Fiction• REVISI • [ MEMBACA CERITA INI HARUS PUNYA STOK SABAR BERLEBIH ] Garis Cakra Dananjaya. Berawal ketika ia dan keempat sahabatnya dikeluarkan dari sekolah. Kemudian berpindah di sekolah baru berkat koneksi dari orang tuanya. Tanpa ia sangka, ia jatu...
![C A K R A [SELESAI]✓](https://img.wattpad.com/cover/191959038-64-k257398.jpg)