Bab 7 : Keras Kepala

4.3K 226 74
                                        

HAI! SELAMAT DATANG DI KISAH PDKT CAKRA.


HAI! SELAMAT DATANG DI KISAH PDKT CAKRA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HAPPY READING💖

•••

Pagi-pagi buta, Cakra sudah berada di halaman rumah Vani untuk menjemputnya. Tentu saja itu adalah saran dari teman-temannya sebagai awal untuk mendekatinya. Beruntung Eric mengetahui alamat rumah Vani, jadi rencana ini bisa berjalan lancar.

Cakra berinisiatif untuk menghubunginya, namun ia urungkan. "Tunggu aja lah" cowok itu kemudian memainkan ponselnya.

Waktu telah berlalu selama kurang lebih tiga puluh menit. Namun rumah itu tidak menunjukkan tanda-tanda gadis itu akan keluar. Cakra sudah bosan, sepertinya ia melupakan fakta tentang gadis itu.

Bisa dibilang cewek itu badgirl, sudah dipastikan jika berangkat pasti akan mepet jam masuk. Bodoh sekali Cakra, sia-sia cowok itu datang pagi.

Cakra mengumpat pelan. Cowok itu langsung menoleh ke samping begitu mendengar pintu gerbang di buka. Senyumnya mengembang begitu sebuah mobil yang akan keluar terlihat. Dan dapat dipastikan, mobil itu tak dapat lewat karena mobil Cakra menghalangi jalannya.

Vani keluar dari mobil ketika melihat mobil asing di depan rumahnya yang menghalangi jalannya. "Woi! Mobil siapa nih?!"

Melihat itu, Cakra ikut keluar. Vani seketika terkejut ketika melihat Cakra dibalik mobil yang menghalanginya.

"Lo lagi. Ngapain lo di depan rumah gue?"

"Jemput lo."

Vani memicingkan matanya. "Lo masih waras kan?"

Cakra membasahi bibirnya yang kering. "Justru karena gue udah gak waras, makanya gue ke sini"

"Kalo gitu, lo salah alamat. Rumah sakit jiwa bukan masuk daerah komplek sini. Tapi di ujung perempatan lampu merah sana."

"Rumah sakit jiwanya emang di sana, tapi belahan jiwa gue ada di sini. Makanya gue ke sini, gak salah kan?"

Vani memutar jengah bola matanya. "Gak jelas! Sekarang lo pindahin mobil lo, atau bakal gue tabrak."

Cakra menatap remeh Vani. "Tabrak aja"

Vani tersenyum miring. "Jangan nyesel." Cewek itu masuk ke dalam mobilnya.

Vani memberi kesempatan pada Cakra. "Gue hitung sampai tiga, singkirin atau gue tabrak!"

"1!" Cakra tetap diam.

"2!" Tak ada perubahan.

"3!!" Vani langsung menginjak pegal gasnya.

Cakra masih berdiri tenang dengan senyum meremehkannya. Mobil Vani semakin mendekat, Cakra masih bisa tenang. Mobilnya semakin mendekat, Cakra gelagapan, cewek itu benar-benar akan menabraknya jika ia tak segera menyingkir dari mobilnya.

C A K R A [SELESAI]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang