Bab 45 : Tanda Cinta

1.7K 91 14
                                        

Eyyo, tekan bintang check!

|H A P P Y × R E A D I N G|

🌟
✨✨

"Kenapa sih, cewek kalo di lampu merah pelukannya selalu di lepas?"

"Lho, jangan salah, cewek meluk cowok pas naik motor itu karna takut si cowok tiba-tiba ngebut. Kalo motornya udah berhenti, ya di lepas"

"Ah gak asik, padahal bagi cowok momen paling ditunggu-tunggu itu waktu di peluk pas motor lagi berhenti"

"Biar apa?"

Cakra menarik satu tangan Vani untuk memeluknya, lalu mengelusnya dengan pelan. "Biar bisa gini"

Refleks Vani tersenyum dan menyenderkan kepalanya di bahu Cakra.

Lampu berubah warna menjadi hijau, Cakra segera melajukan motornya untuk melanjutkan perjalanannya kembali. Selama lima belas menit perjalanan, kini akhirnya keduanya sampai di Jakarta Achery Club, tempat pelatihan untuk memanah.

Vani mengerutkan keningnya seraya melepas helmnya. "Kita ngapain ke sini?"

"Udah lama aku gak main ke sini, jadi kita mampir bentar. Gakpapa kan?"

"Iya, gakpapa" Cakra segera membawa Vani masuk ke dalam.

"Woi!" Teriak salah satu dari empat cowok yang sedang duduk di tepi lapangan. Cakra segera menghampirinya.

"Hei!" Sapa Cakra seraya berjabat tangan ala laki-laki kepada semua cowok yang berada di sana.

"Ke mana aja lo baru kelihatan?" Tanya Sena, cowok yang meneriakinya tadi.

"Sok sibuk biasa, haha" balas Cakra.

"Kemarin gue mampir ke tongkrongan lo tapi pada bilang lo udah pindah, pindah ke mana emang?" Tanya Zaki, temannya yang lain.

"Oh iya gue lupa bilang sama kalian, gue udah pindah sekolah sama yang lainnya, jadi gak nongkrong di sana lagi" jelas Cakra.

"Lah, di DO?" Tanya Jono, cowok yang duduk di samping Zaki.

"Iya," balas Cakra seraya terkekeh.

"Ngomong-ngomong, yang di belakang gak mau lo kenalin?" Tanya Fiki yang sedari tadi mencuri-curi pandang pada Vani.

Sontak Cakra langsung mendekatkan Vani dengannya. "Oh iya, kenalin, ini Vani. Cewek gue" Vani tersenyum kecil untuk menyapa keempatnya.

"Gile! Baru masuk udah dapet cewek aja lo. Kalo gitu, sabi lah kenalin satu di sekolah baru lo sama kita-kita" ujar Sena.

"Wah kalo urusan itu, langsung japri si kembar sama Bayu aja. Bandar mereka mah" balas Cakra.

"Wah mantap tuh" sahut Zaki.

"Kalau gitu, gue ke sana dulu" pamit Cakra.

"Woke!" Sahut keempatnya.

"Kok kamu tadi kenalin nya Vani ke mereka, bukan Fasilla?" Tanya Vani setelah berjalan jauh dari mereka.

"Fasilla kan cuma punya Cakra. Yang lain gak boleh"

Vani mengangguk-anggukkan kepalanya. "Gitu ya? Emang udah tanda tangan di atas materai?" Candanya.

"Nggak ada materai di sini La, gimana kalo baju aja?"

"Baju?"

Cakra dengan cepat mengangguk, kemudian berlari ke arah meja yang tak jauh darinya untuk meminjam spidol. Lalu berlari kembali menghampiri Vani. Vani yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.

C A K R A [SELESAI]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang