HAPPY READING
———————————
✨
Pwachar khu di twikhung ayhah kwu.
Finis. Fino telah membacanya hingga 240, yang artinya telah selesai. Cowok itu masih menutup matanya. "Gue udah selesai Cak, terus apa?"
"Cak?" Merasa tak ada sahutan, Fino membuka matanya.
Sepi langsung menyambutnya. Meski remang-remang Fino tau jika hanya dirinya di dalam sini. Sial, sepertinya mereka mengerjainya. Fino langsung bangkit, cowok itu kemudian mengambil kaosnya hingga tak sengaja menjatuhkan sebuah kotak.
Fino memakai kaosnya lebih dulu baru mengambil kotaknya. Karena penasaran, Fino membukanya. Senyumnya tercetak begitu melihat isinya. Fino segera mengantonginya lalu keluar mencari keberadaan teman-temannya.
Langkah Fino membawanya menuju taman belakang ketika samar-samar mendengar tawa teman-temannya.
Fino berdehem keras untuk menginterupsi teman-temannya yang tengah asik bercanda.
Eric yang lebih dulu menyadari kehadiran Fino langsung menyapanya. "Hai bro, gimana?"
Sadewa langsung menoleh. "Eh abang, halo bang!"
"Eh Fino, udah selesai? Gimana, dapet nggak? Jangan bilang lo gagal juga" ujar Bayu.
"Siapa bilang, dapet kok." Fino merogoh sakunya. "Nih liat" Fino menunjukkan kotak yang ia bawa tadi.
Cakra membulatkan matanya. Cowok itu langsung berdiri dari duduknya. "Bangsat. Nyolong di mana lo?"
"Enak aja nyolong. Gue usaha tau! Ini gue dapet dari hasil keyakinan gue. Kan lo sendiri yang bilang"
Sial. Tindakannya malah menjadi boomerang baginya. "Enggak, itu punya gue. Balikin!"
"Sekarang punya gue"
Cakra menatap datar Fino. "Jangan sampai gue main tangan Fin."
Fino sedikit menciut melihatnya. "Kalem bro, gue balikin kok" sebelum memberikan sepenuhnya kotak itu pada Cakra, Fino lebih dulu mengkode Bayu lewat matanya.
Bayu mengangguk pertanda cowok itu mengerti. Begitu tangan Cakra siap menerima, Fino langsung melemparnya pada Bayu.
Hap. Tepat sekali, Bayu menangkapnya dengan mulus. Cakra langsung menatap tajam Fino seolah-olah akan mengulitinya hidup-hidup.
Belum sempat Cakra meraih Fino, cowok itu sudah berlari secepat kilat. Telat sedikit saja, pipinya pasti akan langsung merah merona tanpa blush on.
Kurang ajar. Lihat saja Cakra akan membalas Fino nanti. Cowok itu kini beralih pada Bayu yang tengah menyengir padanya.
"Hehe, ampun bos. Canda doang" Bayu berjalan mendekat untuk menyerahkan kotaknya pada Cakra.
Dengan percayanya Cakra mengulurkan tangannya. Cowok itu tak tahu jika Bayu sama jahilnya dengan Fino. Cakra sempat menyentuh kotaknya, namun Bayu langsung menariknya dan melemparnya ke belakang yang langsung di tangkap baik oleh Eric.
"Anjing!" Darah Cakra mendidih, cowok itu merasa di permainan. Cakra menarik kerah baju Bayu. "Lo gak pernah sholat kan? Bentar lagi gue sholatin." Cakra menghempas kasar kerah Bayu.
Bayu meneguk ludahnya. Cowok itu buru-buru pergi mencari tempat persembunyian yang aman untuknya.
Kini tersisa Eric dan Sadewa, keduanya kini saling pandang. Bahaya kini terdeksi pada Eric yang memegang kotaknya. Untuk menghindari amukan Cakra, Eric melempar asal kotak itu pada Sadewa. Cowok itu kemudian berlari, cari aman.
KAMU SEDANG MEMBACA
C A K R A [SELESAI]✓
Teen Fiction• REVISI • [ MEMBACA CERITA INI HARUS PUNYA STOK SABAR BERLEBIH ] Garis Cakra Dananjaya. Berawal ketika ia dan keempat sahabatnya dikeluarkan dari sekolah. Kemudian berpindah di sekolah baru berkat koneksi dari orang tuanya. Tanpa ia sangka, ia jatu...
![C A K R A [SELESAI]✓](https://img.wattpad.com/cover/191959038-64-k257398.jpg)