"Tidak ada keluarga yang sempurna. Terkadang kami berdebat, berkelahi, bahkan satu waktu berhenti berbicara satu sama lain. Namun pada akhirnya, keluarga tetaplah keluarga, dimana cinta akan selalu ada."
Jisoo menggeliat di atas kasur saat Jennie berusaha membangunkannya. Jennie menghela nafasnya, semalam Jisoo terus saja menggigil dan risau, mungkin itu efek dari ketakutannya, dan mungkin Jisoo masih memerlukan waktu untuk istirahat dulu.
dengan berat hati, Jennie meninggalkan kamar Jisoo dan pergi ke meja makan, di sana yang lain sudah menunggu nya untuk sarapan bersama.
"Good morning everyone!!" Sapa Jennie sembari mendudukkan dirinya di kursi yang biasa ia duduki.
"Good morning too eonni" Hanya Lisa dan Rose yang menjawab, yang lain sudah sibuk dengan makanan mereka.
"Yeri bagaimana tidur mu?"
"Syukurlah eonni aku bisa tidur karena Joy eonni"
"Gwenchana!! semua akan baik baik saja, tenang saja, kedua orang brengsek itu sudah di dalam penjara"
Yeri tersenyum menanggapi ucapan Jennie.
"Jennie eonni, dimana Jisoo eonni?" Tanya Lisa, hanya heran karena sedari tadi Jisoo belum memunculkan batang hitungnya, biasanya sih gadis penyuka ayam itu akan datang ke meja makan lebih dulu.
"Eoh, Jisoo eonni masih tidur, dia sedang tidak enak badan"
"Jisoo sakit, pantas saja aku tidak melihatnya sejak keributan kemarin " Seketika Seulgi menjadi objek pandang semua orang. Karena merasa ada yang aneh dengan tatapan keseluruhan sepupunya, bahkan kedua adiknya, Seulgi berhenti menyuapi dirinya dan memandang balik.
"Apa? kenapa kalian menatapku seperti itu''
"Sudahlah eonni, lupakan saja" Joy berujar dan suasana kembali normal lagi.
"Jennie-ya apa kau punya jadwal kuliah hari ini" Wendy membuka percakapan baru dengan Jennie.
Jennie menggeleng lalu menyuapi dirinya.
"Baguslah, kau di rumah saja!!. Jangan keluar atau kemana pun itu, jaga Jisoo sampai kondisi nya membaik" Jennie mengangguk mengiyakan.
Namanya juga manusia, jika tidak menaruh curiga bukan manusia namanya. Hal ini tentu saja mengundang kecurigaan oleh semua orang, Wendy menjadi protektif pada Jisoo, tak di pungkiri juga sih, wajar saja jika Wendy akan protektif pada Jisoo, tetapi melarang Jennie untuk keluar bukannya hal yang mencurigakan.
Entahlah, atau mungkin hanya perasaan mereka saja.
Tapi kenapa mereka bisa kompak begini yah.
Entahlah, tak peduli.
" Rose " Panggil Irene, dan sang empu langsung menoleh.
" Nee eonni, ada apa? "
" Pulang sekolah nanti, minta Jaehwan untuk menjemput kalian, karena mungkin aku akan ke mansion menemani Yeri "
Rose mengangguk lagi " Nee aku akan menelpon Jaehwan oppa nanti "
Melihat pipi Rose yang merona saat menyebut nama Jaehwan membuat Lisa mengecutkan bibirnya, ia sedikit merasa Iri, karena sejak kemarin kemarin Rose lebih sering menghabiskan waktu bersama Jaehwan, dan nanti pulang bersama Jaehwan, Hellowwwwww itu akan menyebalkan karena ia akan menjadi nyamuk antara Rose dan Jaehwan.
" Tidak usah cemburu eonni, eonni ada Bangchan sunbae kan, jadi ajak dia pulang bersama nanti, jadi eonni tak perlu jadi nyamuk " Seakan mengerti isi pikiran Lisa, Yeri berbisik pada gadis berponi itu lalu mengedipkan matanya.
Tubuh Lisa menegang karena bisikan Yeri
Apa apaan itu Yer!!!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.