Chapter Two

3.6K 377 30
                                        

Wendy dan irene baru saja selesai memasak dan saatnya untuk memanggil adik adik untuk makan malam, tak lama setelah itu kesembilan ini berkumpul di meja makan, mungkin suasana hangat ini di rasakan yang lainnya tapi tidak dengan seulgi dan rose mereka sedari tadi terus saja menatap dingin satu sama lain

" aku tidak tau apa yang telah terjadi di antara kalian berdua tapi cobalah untuk menyelesaikannya, aku sungguh tidak suka dengan perang dingin di antara keluarga " ujar irene dengan nada dingin meletakkan sendok yang ia pakai dengan kasar

" girls kita berkumpul di rumah ini untuk lebih mandiri lagi, please selesaikan masalah kalian dengan bijak dan jangan sampai kalian saling memusuhi karena masalah kecil yang terjadi " ujar wendy menasehati

" apa yang di katakan wendy eonni benar, coba lah untuk menyelesaikan masalah jangan seperti ini jebal... jika seperti ini terus yang ada kalian terlihat seperti musuh bukan keluarga " jisoo ikut menimpali

" eum benar itu " ujar jennie menyutujuhi ucapan jisoo

" ck! " seulgi berdecih " tanyakan saja padanya apa yang telah terjadi " ujar seulgi menunjuk rose lalu pergi dari meja makan " aku selesai " ujarnya benar benar pergi

" Cih! " rose tertawa sinis melihat kepergian seulgi

" rose sebenarnya ada apa dengan mu, kau banyak berubah, kau menjadi dingin, angkuh dan arogan, apa yang terjadi " tanya jennie

" kalian tidak akan mengerti " jawab rose sambil meletakkan sendok yang ia pakai di atas meja lalu " aku selesai " ujarnya mengikuti seulgi untuk kembali ke kamarnya

tanpa sadar lisa yang sedari tadi diam mulai terisak, hatinya nya sangat sakit melihat perang dingin yang terjafi di antara dua saudarinya, tidak tau kah mereka jika ia menjadi dampak atas peperangan dingin itu, ia terabaikan di sini dan ia masih membutuh kan kasih sayang

" lisa-ah bisa kau ceritakan apa yang terjadi " tanya wendy lembut mengusap punggung adiknya yang sedikit terisak ini

" hiks... aku tidak tau pasti apa yang menyebabkan mereka seperti ini, tapi aku yakin kematian eomma lah penyebabnya, seulgi eonni masih sangat dendam karenaa rose membunuh eomma " ujar lisa menangis sesunggukan

perasaan marah

kecewa

dan sedih

bercampur aduk di hati lisa sekarang, Yah... kalian pasti tidak akan menyangka ini tapi ini memang fakta yang terjadi, saat itu saat rose dan lisa berulang tahun tepat di umur mereka sembilan tahun, yoona di temukan meninggal di tempat dengan berlumuran darah di kamarnya dan rose yang menatap kosong ke arah mayat yoona sambil memegang sebuah pisau dapur dan juga berlumuran darah

polisi yang menyelidiki kasus ini menyatakan jika rose adalah pembunuh yoona karena hanya rose yang berada di sana memegang bukti dan luka tusukan di tubuh yoona itu juga cocok dengan pisau yang di pegang oleh rose

pembunuh kecil

itu lah julukan untuk rose yang di berikan teman temannya dan seulgi membenci rose saat itu juga, dan lisa ia tidak tau harus berbuat apa, sedangkan rose ia menjadi berubah total saat itu.
para polisi juga tidak bisa memenjarakan rose karena ia hanyalah anak anak di bawah umur dan karena itu rose hanya di berikan surat peringatan saja
jika hal ini terjadi lagi maka rose akan di hukum mati saat itu juga

" bukan kah itu sudah terjadi delapan tahun lalu " ujar joy

" iya itu delapan tahun lalu "

" jadi kesimpulan nya seulgi belum bisa memaafkan rose "

CousinsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang