Jennie mengelap jendela kelas di depannya ini malas. Kenapa sih mereka harus piket selesai sekolah kaya gini, kalau sekolahnya nyuruh orang buat ngebersihin lagi? Buang buang air aja.
"TEN GOBLOK, TOLOL, BEGO" kaget Jennie saat Ten tiba tiba memuncukan wajahnya ke jendela dari luar.
Ten terbahak, mengabaikan fakta bahwa Jennie barusan mengatainya.
"Si guk guk, ngapain lo?!" kesal Jennie
Ten menghentikan tawanya lalu memasang wajah meledek,"Kasian, yang bersih ya bi"
Jennie menggeram kesal,"Mati lo sana" geramnya.
"Udahlah Ten, kenapa lo kerjain Jennie mulu sih?"
Ten dan Jennie kompak menoleh ke sumber suara. Kun yang baru saja masuk dengan kain pel dan seember air.
"Asik tau Kun, coba deh pasti lo ketagihan" ujar Ten membuka Jendelanya untuk berbicara.
"Asik pala lo" ketus Jennie menabok kepala Ten.
"Reaksi lo lucu banget asli. Kun coba deh, asli seru" ujar Ten lagi
Jennie menggeram, dia mengambil kain lapnya lalu melemparkannya pada wajah Ten,"Pergi lo sana"
Ten tertawa meledek saat dirinya sempat menghindar,"Cepet ya pendek, gue tunggu di depan"
"Ga perlu" ketus Jennie lalu kembali melanjutkan kegiatannya.
"Ya udah pulang sendiri ya" ujar Ten sedikit berteriak.
"ENYAH LO SANA"
Jennie mengendus kesal, tidak menyangka bahwa Ten benar benar meninggalkannya. Padahal lelaki itu yang memaksa dirinya agar pergi ke sekolah bersama.
Mengeluarkan ponselnya, Jennie kemudian memesan taksi.
Tuk
"SIAPA YANG LEMPAR INI?!" kesal Jennie saat melihat kulit pisang jatuh setelah menghantamnya.
"BWAHAHAHAHA" tawanya pecah
Jennie menggeram kesal, dia meraih batu yang ada di jalan dan melemparkannya pada si pekalu.
TAK
"RASAIIN LO" kesal Jennie lalu pergi menjauh.
"Ngapain lo?"
Jennie mengadah, menatap malas pada sosok Ten yang sedang melihatnya bingung.
"Berak" jawab Jennie asal
Ten terkekeh lalu turun dari motornya,"Ayo naik"
"Gue udah pesen taksi. Gue sendiri aja" balas Jennie tanpa melihat lawan bicaranya.
Jujur, setelah Ten banyak orang yang ikut ikutan mengerjainya. Karena apa? Ya karena ajakan Ten, seperti yang ia lakukan pada Kun.
Jennie lebih merasa dirinya di bully dari pada di kerjai sebagai seorang teman. Dan semuanya karna sosok di depannya ini.
Ten duduk di samping Jennie, merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan gadis itu.
"Kenapa lo?" tanya Ten
Jennie melirik sinis,"G"
Ten menggaruk rambutnya yang tidak gatal,"Ayo pulang" ajaknya lagi
Jennie berdiri, menatap tajam pada Ten,"Lo kalau mau pulang ya udah sana, ga usah ajak ajak gue"
Ten berdiri menatap kesal pada Jennie,"Lo kenapa sih? Kan gue ajak lo pulang baik baik, kenapa lo malah marah marah sama gue?"
Jennie memejamkan matanya kesal,"Semua ini gara gara lo" ujarnya lalu pergi
KAMU SEDANG MEMBACA
Jennie Boyfriend
FanficCerita ke uwuan Jennie bersama para pacar. Setiap chap beda alur ya. Iya oneshoot.
