[BONUS 30] Kang Daniel

357 42 16
                                        


"Permisi kak"

Orang yang di panggil menoleh, menatap gadis di depannya ini dengan tersenyum ramah.

"Iya, ada yang bisa di bantu?"

"Kakak udah punya pacar?"

Orang yang di panggil kakak itu tersentak kaget,"Kenapa ya?"

"Eh maaf ya kak,  kalau kesannya ga sopan. Soalnya saya kan harus pastiin dulu kakak itu punya pacar atau enggak."

"Buat apa ya?" tanyanya sekali lagi.

"Masa kakak ga tau? Ya buat pdkt lah. Mana tau saya punya berkah bisa jadian sama kakak." jawabnya senyam senyum.

"Kamu suka sama saya?"

"Enggak, lebih tepatnya belum."

"Jadi, kenapa mau pdkt sama saya?"

"Hem, karna hati saya mintanya begitu." jawabnya enteng.

Orang itu menggeleng pelan,"Kamu itu cuman tertarik sama penampilan saya. Kalau saya orang jahat gimana?"

"Saya ubah jadi orang baik."

"Orang ga akan berubah kalau yang bersangkutan ga mau."

"Aku buat jadi mau."

"Caranya?"

Gadis itu tersenyum,"Taklukin"

Sempat terdiam sejenak, ia kemudian kembali bertanya,"Nama kamu siapa?"

"Jennie, kakak?"

"Daniel, salam kenal bocah."

Jennie tersenyum,"Salam kenal, om."

Beberapa hari sudah berlalu sejak kejadian itu, Daniel kira ia akan di kirimin pesan DM atau apapun itu. Tapi rupanya tidak.

Bisa di bilang dia tidak merasa seperti sedang di pdkt-in oleh seseorang. Kehidupannya tidak berubah dan begitu begitu saja. Ya bukan berarti ia juga berharap kalau bocah itu sungguh-sungguh dengannya.

Kring

"Selamat datang" Sambut Daniel kala pintu cafe miliknya menabrak lonceng kecil yang ada di bagian atas pintu, menandakan adanya pelanggan yang datang.

"Halo om." Sapa Jennie ceria

Daniel menaiikan satu alisnya,"Umur kamu berapa?"

"20"

"Saya baru 23."

"Oh oke, halo mas."

"Saya bukan mas kamu."

"Nanti iya kok." jawabnya cengegesan

"Mas lagi sepi pengunjung kan? Aku boleh minta tolong?"

"Apa?"

"Ajarin statistika dong, hehehehe."

Daniel terdiam sejenak, entah kenapa ia tiba tiba merasa merinding,"Tau dari mana kamu saya bisa statistika?"

Jennie terkekeh,"Tau dong, aku juga tau kalau mas itu sebenarnya dosen."

Daniel menelan ludah kasar. Itu benar, dia adalah seorang dosen muda di salah satu universitas. Dan cafe ini hanya kerjaan sampingannya saja.

"Sini mas, ajarin saya. Atau perlu saya panggil sir?"

Menghela nafas, Daniel menggeleng pelan,"Ga usah aneh aneh. Ayo duduk, sini saya ajarkan."

Jennie tersenyum cerah,"Ayo"

Selama proses mengajar perlu Daniel akui Jennie ini pandai. Ia mudah memahami sesuatu dan ia juga cepat dalam belajar.

Jennie Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang