Ekstra Part:Cara Jitu

3.2K 150 0
                                        

"Gimana? Udah dapet izin belum?"

Mendengar pertanyaan yang kompak dari sebelas teman onlinenya, membuat Ania tak mengalihkan tatapannya dari layar panggilan video yang tengah berlangsung. Kemudian Ania menggeleng lemah sebagai jawabannya.

"Suami aku lagi posesif banget. Sebenarnya gak sulit dapet izin cuti dari tugasnya, tapi Mas Andra suka mengelak dengan alasan lain. Misal, takut Azizah sakit lah, dan lain-lain." jelas Ania sembari menatap teman-temannya kembali di layar monitor.

Tampak mereka ada yang memasang raut sedih, iba, dan juga berpikir. Ania pun sebenarnya sangat menginginkan datang ke acara meet and great anak-anak BWC akhir pekan ini. Tapi, karena Andra dalam masa posesif, Ania tak bisa melawan.

"Yah, masa ibu ketua kita gak ikut. Gak seru, nanti bakalan ada yang kurang," ungkap Nora langsung disetujui yang lainnya.

"Lagi pun Ka Vina, Ka Jen, yang suaminya sama sibuk kaya suamimu, mereka pada bisa ikut."

Benar ucapan Fitri. Mereka semua sudah pasti akan ikut, dengan tips sederhana dalam merayu pada suami cukup ampuh digunakan oleh mereka. Kecuali Ania. Kesihan sekali bila melihat nasibnya sekarang.

"Ada yang kepikiran cara lain buat membujuk suaminya Ania?" Ainur berujar seolah tengah membuka donasi ide membujuk.

Semua terdiam. Ania pun menunggu dengan penuh harap. Pasalnya, ia sudah melakukan cara-cara yang disarankan oleh teman-temannya, tapi tetap saja akan kalah dengan alasan yang dikemukakan Andra.

"Ah, aku tahu!"

Semua orang berseru secara bersamaan pada Najwa, "Apa caranya?"

"Dengerin baik-baik, Kak Ann. Caranya itu—"

🍓🍓🍓

"Assalamualaikum!"

Andra mengerutkan dahi, sebab salam yang ia ucapkan ketika pulang dari tugas itu tak ada yang menyahut. Pria itu pun segera mencari keberadaan sang istri yang mungkin tengah disibukan oleh pekerjaan rumah tangga.

"Ann? Sayang?" Kerutan di dahi Andra semakin terlihat jelas, sebab ia tak menemukan sosok Ania di seluruh ruangan lantai bawah.

Hingga ke lantai atas pun Andra tak menemukan Ania dan putrinya, Azizah. "Ke mana mereka? Tumben sekali pergi tak memberi kabar." Ia bermonolog sembari mengeluarkan ponselnya.

Andra segera menghubungi nomor ponsel sang istri, namun suara dering ponsel tersebut malah terdengar di ruang perpustakaan pribadi mereka. Kini, Andra benar-benar dibuat khawatir, karena tak biasanya Ania pergi tanpa membawa ponsel.

Tanpa mengganti kaos seragam kepolisiannya, Andra dengan sigap memasuki mobil setelah mengunci pintu rumah. Ia akan mencari Ania ke tempat yang sering didatangi oleh istrinta itu. Tempat pertama adalah penerbitan.

Sampai di sana Andra langsung bertemu Jennifer yang sedang istirahat bersama karyawan lainnya. To the poin, Andra menanyai Jennifer.

Tapi jawaban Jennifer membuat Andra mengembuskan nafas resah. "Saya gak tahu. Seharian ini dia tidak ke mari," kata Jennifer.

Tempat ke dua yang akan didatangi adalah rumah Maya, sahabat kuliah Ania. Namun, lagi-lagi tak ada informasi apapun mengenai sang istri di sana. Hingga akhirnya Andra pergi ke rumah orang tuanya, siapa tahu Ania ada di sana.

Bukannya mendapat titik terang, Andra malah ditodong pertanyaan oleh Aminah. "Kalian ada masalah?"

Andra mengusap wajahnya dengan kasar, "Kami baik-baik saja, Umi. Kenapa Umi bertanya begitu?"

Komandan, Ndra (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang