02. Pupus Harapan

12.2K 898 52
                                        

"Jatuh cinta tak harus saling memiliki, namun mengikhlaskan."

- MEIDINA ZAHIRA AFIKA -

Jangan lupa buat votement nya ya manteman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat votement nya ya manteman.. (>^ω^<)

🌙🌙🌙

Setelah selesai melaksanakan salat subuh berjamaah. Bukannya beraktifitas seperti layaknya orang-orang, Afika malah tertidur pulas di atas sajadah dengan mukena yang masih terpasang, padahal ia sendiri tahu bahwa ada larangan tidur sehabis subuh dalam islam.

Afkar yang menyaksikan tingkah sang istri hanya bisa menggeleng kecil sembari berdiri di ambang pintu, bersandar sambil menyilangkan kedua tangannya meratapi gadis tersebut.

"Ini ceritanya gue abis nikahin manusia apa kebo, sih?" gerutunya pelan.

Beberapa saat kemudian, pria itu pun berjalan masuk lalu berjongkok tepat di samping Afika.

"Fik, bangun."

Gadis itu tak mendengar, ia malah berbalik membelakangi Afkar. Beberapa kali dipanggil, masih tak ada jawaban juga. Hingga pada akhirnya, Afkar pun menarik kakinya tanpa aba-aba.

Hal tersebut sontak membuat Afika tersentak kaget dan spontan menendang Afkar, pria itu meringis kesakitan karena kepalanya terbentur oleh sisi kasur.

Brakk!!

"Allahu akbar... Afika!!!!"

Gadis itu terbangun, menatap Afkar dengan bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia heran, kenapa Afkar berteriak seperti itu, "lo kenapa?"

"Hah? Lo nanya apa barusan? Sumpah ya nih anak, gak punya rasa bersalah banget! Gue abis kebentur gara-gara lo tendang, pe'a!" balas Afkar kesal.

Mata Afika datar menatapnya, nyawa nya masih belum sepenuhnya terkumpul. Berulang kali ia berkedip dan menguap, hampir saja ia kembali jatuh terbaring namun dengan sigap dihalangi oleh Afkar menggunakan bantal.

"Gak usah sok perhatian deh, Kak. Gue tau dalem hati lo itu nyimpan banyak dendam yang luar biasa ke gue! Iya, kan?" Afika berucap lambat dengan mata yang memejam.

"Su'udzon amat jadi orang! Cepetan bangun, gue mau masak. Bantuin kek, bukan malah tidur! Gak baik loh tidur pagi-pagi," nasihat Afkar.

"Gue ngantuk!! Lagian, kalo gue yang masak, lo mau rumah ini kebakar ama isi-isinya?"

Pria disampingnya itu pun menggeleng pelan sambil memijat pelipisnya jenuh, "pengen gue jual aja lo ke Om-om pedo. Cepetan mandi gih! Hari ini Umma mau dateng katanya."

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang