[SEQUEL AFIKA!!]
"Satu rumah sama lo bikin gue muak aja tau, nggak!!?"
"Ya terus gue harus apa!!?"
"Gue mau pulang ke rumah Umma!!"
"Gak usah ngaco!"
"Ummmaaaaaa!!!"
"HEH!"
***
Seperti itulah kehidupan mereka disetiap harinya.
Di nikahkan karena se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa buat ninggalin vote dan komen kalian ya^^
Jangan jadi silent readers loh ヽ(´▽`)/
🌙🌙🌙
Afkar sangat panik, pedal gas terus ia injak dengan laju hingga sampai di rumah dengan waktu yang singkat.
Orang-orang didepan rumahnya sudah sangat ramai turut membantu memadamkan api tersebut. Yang ada dipikiran Afkar adalah Afika, Afika dan Afika. Baru saja ia turun dari mobil, Afkar langsung berlari hendak masuk ke dalam rumah, namun dicegat oleh warga setempat karena terlalu berbahaya.
"Pak Afkar tenang! Jangan gegabah!"
"Gimana saya bisa tenang, Pak! Istri saya ada di dalam sana!!" panik Afkar dengan napasnya yang memburu.
Sesaat kemudian, datang seorang pria yang langsung menarik tangannya, itu adalah Zen. Afkar sempat kaget dan bertanya kemana Zen akan membawanya, ternyata ke dalam mobil milik pria itu.
Mata Afkar terbelalak tatkala melihat istrinya menangis ketakutan di dalam sana, diselimuti oleh jaket tebal milik Zen.
"AFIKA!!"
Baru saja masuk ke dalam mobil, Afkar langsung mendaratkan pelukan pada gadis itu. Afika pun membalas, tangisannya langsung memecah hingga ia terisak.
"Mas, a-aku takut..."
"Tenang, sayang. Mas udah di samping kamu, jangan takut ya, maafin Mas juga udah ceroboh lagi ninggalin kamu sendirian."
Afkar mengelus pucuk kepala sang gadis, ia pun langsung saja memerintah Zen untuk segera pergi ke rumah sakit, memeriksa kondisi Afika.
Zen menurut, ia pun langsung saja menginjak pedal gas laju menuju tempat tersebut.
***
"Kenapa bisa gini!?" tanya Reno menggebu-gebu.
Weny mengusap air mata palsunya, memasang ekspresi sedih yang padahal hatinya sangatlah senang melihat Afika menderita seperti itu.
"Aku gak tau, Ren! Padahal tadi aku baru selesai nganter makanan buat Afika, terus aku duduk sebentar di kursi yang ada di dekat taman. Taunya Bapak-bapak itu teriak kebakaran, aku juga kaget banget pas tau kalau yang kebakar itu rumah Pak Afkar."
Reno sedikit curiga dengan Weny, atensinya terus menatap gadis itu tajam. Hingga tak lama kemudian, ponselnya pun berdering, yang ternyata itu adalah panggilan dari atasan mereka.
"Halo, Pak. Bapak ada dimana sekarang?"
"Saya lagi di rumah sakit. Ren, saya minta tolong, tolong kamu urus sisanya ya. Terus, selidiki apa penyebab kebakaran tadi."