18. First Time

6.9K 631 53
                                        

Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya manteman ku^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya manteman ku^^

Jangan jadi silent readers loh ya ︶︿︶

🌙🌙🌙

"Pulang mau gue bawain batagor gak?" tawar Afkar pada istrinya di ambang pintu rumah itu.

"Seblak, seblak."

"Seblak mulu lo, tiap hari seblak."

Atensi Afika menatap tajam suaminya tersebut, "ya terserah gue lah, sewot amat hidup lo."

Pasrah sudah, namun begitulah Afika. Afkar hanya mendengus dingin sambil menggeleng kecil. Setelah menyalami dan mengecup kening Afika, ia pun masuk ke dalam mobil lalu membuka jendelanya.

"Lo mau gue masakin apa hari ini?" tanya gadis itu seketika.

Afkar yang tengah menstater mobil tersebut lantas tercengang dan heran, "serius lo? Gue nggak salah denger?"

"Nanya sekali lagi gue gebuk dada lo ya!"

Afkar menyeringai kecil, "gue kan belom ngajarin lo masak, Fik. Nanti dapur malah kebakar lagi gimana?" ia bertanya.

Afika memecakkan kedua tangannya di pinggang. "Heh Jamal! Lo gak inget pasal sop item beracun yang kemaren lo makan itu?" ketusnya.

"Sop item beracun mata mu! Emang kenapa?"

"Nah, itu siapa yang masak?"

"Lo."

"Dapurnya kebakar nggak?"

Perlahan kepala Afkar menggeleng kecil, "tapi hasilnya bikin gue su'udzon."

"TAPI LO MAKAN SAMPE ABIS JUGA, SEMVAK! NGAJAK RIBUT LO YA!!? MASIH PAGI INI LOH!"

Afkar tertawa gelak menyaksikan hal itu. Sebelum disambar Afika menggunakan sedal jepit kesayangannya, buru-buru Afkar langsung menginjak pedal gasnya laju hingga baju Afika terhembus angin.

Setelah suaminya itu berangkat, Afika mendengus sebal. Membenahi jilbab yang sedikit keluar beberapa helai rambutnya, lalu ia kembali berjalan masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya.

"Si jamet mancing emosi gue mulu. Bukannya bersyukur punya istri bisa masak, ini malah di introgasi macam tersangka."

***

Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Afika yang sudah rapi dengan hoodie putih senada dengan sepatunya kini bersiap-siap untuk pergi ke kantor Afkar tanpa alasan.

Gadis itu lagi-lagi memakai motor besar hitam kesayangan sang suami yang padahal sudah di cuci bersih dan disimpan di garasi. Tetapi begitulah Afika, selalu acuh dengan larangan yang diingatkan.

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang