[SEQUEL AFIKA!!]
"Satu rumah sama lo bikin gue muak aja tau, nggak!!?"
"Ya terus gue harus apa!!?"
"Gue mau pulang ke rumah Umma!!"
"Gak usah ngaco!"
"Ummmaaaaaa!!!"
"HEH!"
***
Seperti itulah kehidupan mereka disetiap harinya.
Di nikahkan karena se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa buat ninggalin vote sama komen nya ya manteman °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖°
🌙🌙🌙
"Hari ini gue ada meeting sama client asal Bangkok, jadi jangan ganggu ya, awas aja lo nelepon gara-gara gabut doang. Pulangnya mungkin agak maleman juga, karena ada project penting yang harus diselesain. Lo kalo mau makan, pesen aja, jangan berani-berani buat masak sendiri."
Afika mengangguk pelan, "tadi malem lo lupa beliin seblak ceker buat gue, malem ini awas aja kalo lupa lagi."
Afkar terkekeh kecil sambil mengusap lembut kepala sang istri, "insya Allah kalo masih buka. Ya udah, gue berangkat dulu ya."
"Hati-hati," pesan Afika sembari mencium punggung tangan pria itu.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam warahmatullah.."
Cowok dengan jas hitam itupun berjalan menuju mobilnya lalu menutup pintunya kembali. Ia melambaikan tangan pada sang gadis diiringi dengan senyum yang manis. Afika membalas lambaiannya, namun tidak dengan senyuman.
Wajah gadis itu terlihat datar, karena ia sedikit kesal setelah mendengar Afkar yang nanti malam pulang agak terlambat.
Setelah mobil pria itu pergi, Afika mengembuskan napasnya berat. Ia pun berbalik lalu masuk ke dalam rumah dan menutup kembali pintu cokelat berukuran besar tersebut dengan pelan.
***
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Ting.. Nongg..
"Permisi... Paket!"
Afika yang tadinya tertidur di ruang tamu sontak terbangun dan terkejut. Ia mengucek pelan matanya, gadis itu bangkit dari duduknya lalu bergegas berlari ke ambang pintu dan membukanya.
Krieet..
Seorang Kurir dengan sebuah bucket bunga ditangannya. Afika mengernyit, ia tatap pria itu lalu bertanya, "ada apa ya, Mas?"
"Apa benar ini kediaman Meidina Zahira Afika?"
"Ya, saya sendiri."
"Ini, ada kiriman bunga buat Mbak."
Afika semakin bingung ketika menerima beberapa bunga mawar yang sudah dihias secantik mungkin, lalu dilapisi dengan kertas bucket berwarna hitam.