30. Kedatangan Tamu

4.4K 523 16
                                        

Jangan lupa buat votement nya ya manteman^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat votement nya ya manteman^^

Jangan jadi silent readers loh •﹏•

🌙🌙🌙

Tanpa terasa, empat bulan sudah usia kandungan Afika, perutnya kini sudah mulai membesar. Dan ia baru saja mendengar dari Afkar, bahwa rupanya sekarang Karin telah kembali ke tanah air nya. Syukurlah,akhirnya Afika bisa merasakan damai kembali dalam hidupnya.

"Mas, nanti pulang kerja beliin aku mangga ya," pesannya pada sang suami yang hendak berangkat bekerja.

Afkar mengangguk, "insya Allah, aku usahain buat dapet ya, sayang. Karena bukan musimnya, jadi rada susah buat nyari."

"Iya, kalo nggak ada ya gak papa sih."

"Ya jangan lah, kasian anak kita."

Afika mendengus pelan, "terserah kamu aja, deh."

Sesaat kemudian, Afkar pun beranjak pergi setelah mencium kening sang istri lembut. Afika pun mendengus pelan, ia mulai berbalik dan melangkah gontai hendak masuk ke rumah. Namun, tiba-tiba saja banyaknya suara motor terdengar membuat bising komplek itu.

Afika yang penasaran pun akhirnya memutuskan untuk melangkah mendekati pagar hitam rumah tersebut lalu membukanya perlahan.

Hingga setelah itu, atensinya dikejutkan oleh para pria yang berdatangan sambil tersenyum girang menatapnya seakan penuh kerinduan, siapa lagi kalau bukan anak-anak geng Angkasa?

Afika terbelalak kaget tak percaya, ia tertawa gelak setelah itu sambil melangkah mendekati Arsen.

"Lo semua!! Aduh ya ampun, kok tiba-tiba banget dateng kesini?"

Mereka melepaskan helm yang dikenakan secara beriringan, lalu Arsen pun mulai menyapa, "Fik? Gimana kabar lo? Lo sehat, kan?"

"Gue sehat banget. Lo semua kemana aja? Udah lama banget gue nggak liat, kangen tau." Jawab Afika.

Para remaja itu menyeringai kecil lalu menuruni motor mereka. Kemudian, Afika pun mengajak anak-anak Angkasa untuk duduk di teras rumahnya, meminta orang-orang tersebut untuk menunggu seraya ia membuatkan minuman di dalam sana.

Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja, akhirnya Afika pun kembali dengan membawakan jus jeruk serta beberapa cemilan yang ia punya. Para lelaki itu bahkan juga membawa buah-buahan serta kue untuk diberikan kepada Afika.

Ketika Andri memperhatikan sang tuan rumah, alangkah terkejutnya ia ketika menyadari bahwa temannya sedang mengandung.

"Fik? Perut lo? Lo hamil!?" ia bertanya dengan mata yang sedikit membulat.

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang