36. Hasil USG

5.9K 531 28
                                        

Jangan lupa buat ninggalin votement kalian ya^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat ninggalin votement kalian ya^^

Jangan jadi silent readers loh (´△`)

🌙🌙🌙

Tanpa terasa, waktu sudah cepat berlalu. Kini, kandungan Afika semakin membesar dengan usia 7 bulan. Hari ini ia akan cek USG ditemani oleh Afkar.

Afika terlihat kesusahan berjalan, akhir-akhir ini ia sudah jarang pergi ke kantor dan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Afkar menggandeng sang istri berjalan keluar menuju mobil. Afika langsung bersandar sembari menghembuskan napas panjang, Afkar hanya tersenyum dan ikut masuk ke dalam mobil tersebut.

Di jalan, Afika terus bercerita tentang kegiatannya hari ini pada sang suami, Afkar pun menyimak dengan seksama sesekali merespons. Tangannya digenggam oleh Afika, lalu dieluskan ke pipi gadis itu.

"Terus urusan di kantor kamu gimana? Proyeknya udah selesai?" tanya Afika menatap.

"Hm? Alhamdulillah. Oh iya, kamu udah makan sayang?"

Afika mengangguk mantap, "kamu sendiri kan yang mesanin bubur tadi."

"Lupa aku," cengir Afkar membuat Afika menggeleng.

Sesaat kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit. Keduanya berjalan pelan menuju ruangan Lyn di lantai dua. Sesampainya disana, Lyn langsung menyuruh Afika untuk berbaring di atas bankar, ia merasa lucu dengan ekspresi lelah Afika karena merasa berat membawa perut besar tersebut.

"Firasat aku baik nih tentang kandungan kamu," ucap Lyn seketika yang berhasil menarik perhatian pasangan itu.

"Maksud Dokter apa?" Afika bertanya.

"Oke.. Kita cek dulu, ya."

Lyn memoleskan sedikit gel terlebih dahulu pada perut Afika agar mencegah terjadinya gesekan antar kulit dan sebuah benda yang akan ditempelkan pada perutnya, yaitu transducer.

Setelah itu, transducer pun mulai digerak-gerakkan. Hanya membutuhkan waktu 15 menitan, hasilnya pun mulai terlihat dilayar komputer. Afkar tercengang, begitu juga sang istri. Terlihat dua janin yang bergerak-gerak disana.

"Bayi kalian... Kembar," girang Lyn tersenyum manis.

"Alhamdulillah ya Allah," Afkar bersyukur sambil menciumi kening Afika.

"Jenis kelaminnya, Dok?"

Lyn mulai meneliti kembali, hingga akhirnya menemukan jawaban yang membuat mereka semakin bahagia.

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang