05. Terpikat

6.7K 708 28
                                        

"Hanya ragamu yang pergi, hatimu tetap disini."

- AFKAR FAHRI AL AZAM -

Jangan lupa buat ninggalin vote sama komen nya ya manteman = ̄ω ̄=

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat ninggalin vote sama komen nya ya manteman = ̄ω ̄=

🌙🌙🌙

Karina Arsela. Gadis berdarah Thailand itu kerap disapa dengan nama Karin, ia merupakan seorang pekerja keras yang sangat rajin. Tak lupa juga wajah cantiknya yang selalu saja memikat hati lelaki.

Gadis berpakaian elegan itu duduk di meja makan bersama Reno, yang merupakan sekretaris diperusahaan Afkar.

"Pak Afkar itu.. Ganteng ya."

Mata Reno lantas tercengang mendengar hal itu, ia yang tengah menyeruput minuman yang ada diatas meja hampir saja menyemburkannya karena terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Karin.

"Dia udah berkeluarga? Kalo nggak salah.. Usianya lebih muda dari aku, kan?"

Reno pun mengangguk, "Pak Afkar itu sudah berkeluarga, dia baru aja nikah. Usianya memang sangat muda, tapi bakatnya yang luar biasa."

Karin mengukir senyuman kecil dibibirnya, "udah berkeluarga? Oh.."

"Kenapa? Kamu mau rencanain apa?" tanya Reno yang menaruh curiga pada gadis itu.

Karin menggeleng, "gak ada apa-apa, harusnya aku yang nanya, kenapa kamu curiga gitu? Aku gak bakal ngerebut suami orang kok, tenang aja."

Reno menghela napasnya sambil menggeleng kecil. Keduanya memang sudah sangat akrab dari kecil, hanya selisih dua tahun lebih tua, pantas saja Reno sudah menganggap Karin seperti Adiknya sendiri.

Selang beberapa menit kemudian, Karin bangkit dari duduknya. Reno menatap gadis bersurai coklat itu lalu bertanya, "mau kemana?"

"Ya kerja lah," jawab gadis itu sembari menggantung tas nya di lipatan tangan.

"Aku duluan ya, Ren."

Reno hanya mengangguk, membiarkan Karin pergi hingga menghilang punggung gadis itu dari pandangannya.

Sesaat kemudian, ia kembali mendengus pelan, menyeruput secangkir kopi hangat yang ada diatas meja tersebut lalu bergumam sendiri.

"Gue ngerasa ada yang aneh sama dia," monolognya kecil dengan sorotan kesatu titik serta kedua tangan yang ditangkup.

***

"Masa iya lo nggak ngizinin gue kerja sih, Fik? Lo kenapa anjir?"

"Terserah gue lah, nurut napa sekali-kali!"

"Ya masalahnya kerjaan gue dikantor lagi pada numpuk, Afika sayang."

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang