33. Berjanji Untuk Saling Melindungi

4.7K 506 45
                                        

Jangan lupa buat ninggalin votement kalian ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat ninggalin votement kalian ya..

Jangan jadi silent readers loh ( ̄∀ ̄)

🌛🌛🌛

Laras menunjuk Weny sebagai dalang dibalik rencana penjatuhan lampu gantung itu.

Semua orang terbelalak kaget tak percaya, begitu pula pemilik nama tersebut. Ia menatap Laras dengan mata yang membulat di iringi dengan gelengan kecil menolak bahwa bukan ia yang merencanakan kecelakaan pada Afika.

"Dia yang udah nyuruh saya buat mutusin tali lampu itu, Pak."

"Kamu bicara apa?" lirih Weny tak terima di salahkan.

"Kamu yang sudah menyuruh saya!!" lantang Laras.

"Itu gak mungkin saya lakuin, kenapa kamu tega menuduh saya seperti itu?"

Mata Laras menatap Weny miris, ia menggeleng kecil. Ingin membuktikan bahwa gadis itu memang salah, tetapi ia tak memiliki bukti yang nyata.

Akhirnya, Afkar pun memutuskan untuk memecat gadis itu dan meminta Reno untuk membawanya ke kantor polisi. Ia benar-benar kesal sekarang, kemudian memerintah para asisten membersihkan serpihan kaca lampu yang berserakan tadi.

***

Sebelum dibawa ke kantor Polisi, Weny bergegas menghampiri dua Aparat yang menahan Laras didepan kantor.

"Permisi, Pak. Boleh saya bicara sebentar dengan teman saya?"

"Maaf, tapi itu.. Melanggar peraturan."

"Please, Pak.. Saya mohon.. Kalian kan orang yang baik," Weny terus memohon dengan lembut di iringi ekspresi nya yang terlihat imut.

Sial saja, dua pria itu malah tergoda dengan kecantikannya. Mereka pun mempersilakan Weny untuk berbicara dengan Laras, walaupun hanya diberikan beberapa menit saja.

"Apa lagi yang ingin kamu bicarakan!?" lantang Laras karena kesal dengan Weny.

Smirk terlihat di wajah gadis itu, "ketika di interogasi di kantor polisi nanti, jaga bicaramu baik-baik. Jika salah sedikit saja, hmm.. Nyawa keluarga kamu ada ditangan saya," bisik Weny licik.

Mata Laras lantas terbelalak kaget tak percaya, "dasar wanita gila!!"

"Kamu akan bertanggung jawab sendiri, tenang saja, saya pasti akan menyediakan kebutuhan dasar keluarga kamu. Tapi, sedikitpun kamu memohon kepada saya atas kebebasan ini, ck. Jangan harap! Salah kamu sendiri karena tidak memperhatikan situasi!"

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang