19. Nasihat Umma

6.6K 626 64
                                        

Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya manteman^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya manteman^^

Jangan jadi silent readers ya (ಥ_ಥ)

🌙🌙🌙

Seusai sholat subuh, Afika langsung kembali merebahkan tubuhnya di kasur karena area kewanitaannya terasa sakit. Afkar menatap gadis itu bingung lalu berjalan menghampiri Afika. "Kenapa, hm?" tanya nya.

"Lo jahat! Jahatttt!!!! Hweeee.. Sakit!!!" rengek gadis itu seperti anak bayi kesakitan.

"Kok jahat, sih? Halah, lo bilang sakit padahal tadi malem keenakan."

"Diam!!!" sembur Afika lantang sambil melemparkan satu bantal ke arah Afkar yang berjalan menghampirinya.

"Gue mau cepuin hal ini ke Umma aja! Sakit banget ya Allah.. KDRT ini mah.. Nangis gue!!" lanjut gadis itu berguling-guling.

Afkar mengelus pucuk kepala Afika yang berlapis dengan jilbab hitam. "KDRT darimananya bejir? Ini tuh termasuk sunah Nabi, sayang. Katanya mau punya bayi," ucapnya.

"Emang bikin bayi harus kayak gitu? Argh! Lo mah gak bilang prosesnya gimana! Kalo tau gitu, mending gak usah! Lah elo nya malah nyosor aja, Kak!!!"

"Kok malah nyalahin gue, sih? Dari awal kan gue udah nanya, di izinin apa nggak? Ya lo dengan senang hati mempersilakan gue buat ngelakuin itu," bantah Afkar tak terima disalahkan.

"Tapi lo gak bilang prosesnya kayak gitu, jamet! Tau ah, pundung! Jangan deket-deket!! Kita musuhan!!!"

Afkar mendengus pasrah, kemudian ia berjalan keluar kamar meninggalkan Afika seorang diri sambil mengacak-acak rambutnya kasar.

***

"Afika nya mana, Nak?" tanya Habibah.

Afkar gelagapan ditanya seperti itu. Kehadiran Habibah yang secara tiba-tiba tanpa kabar lantas membuatnya terkejut bukan main, sementara ia masih saja diam-diaman dengan Afika yang menangis sampai tertidur pulas dikamar

"Ada dikamar, Umma. Aku panggilin bentar ya," tuturnya.

Habibah dengan syar'i birunya mengangguk dan duduk diruang tamu sembari menunggu sang menantu untuk memanggilkan putri kesayangannya.

Afkar kembali masuk ke dalam kamar, melihat Afika yang masih tidur dengan selimut yang menyelimuti seluruh badan.

"Fik, Afika! Umma dateng tuh."

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang