[SEQUEL AFIKA!!]
"Satu rumah sama lo bikin gue muak aja tau, nggak!!?"
"Ya terus gue harus apa!!?"
"Gue mau pulang ke rumah Umma!!"
"Gak usah ngaco!"
"Ummmaaaaaa!!!"
"HEH!"
***
Seperti itulah kehidupan mereka disetiap harinya.
Di nikahkan karena se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa buat ninggalin votement nya manteman^^
Jangan jadi silent readers loh (ಥ_ಥ)
🌙🌙🌙
Dengan dua bungkus seblak ceker kesukaan Afika, pria itu menghentikan langkahnya tepat didepan pintu rumah. Menunduk perlahan lalu kembali mendongak diiringi dengan hembusan napasnya yang kasar.
Setelah itu, Afkar pun meraih gagang pintu tersebut dan membukanya. Berharap semoga Afika mau menerima permintaan maafnya malam ini.
Namun, seketika aroma yang lezat tiba-tiba saja mengalihkan perhatiannya. Atensi Afkar lantas menatap ke arah dapur, aroma apa ini? Kenapa sangat menarik dirinya untuk pergi kesana.
Tanpa basa-basi lagi, Afkar pun menaruh tas nya diatas meja lalu bergegas pergi menuju dapur yang ternyata ada Afika disana.
Gadis itu terus bergumam dengan sebuah wajan didepannya. Apa? Afika sedang memasak? Yang benar saja.
Cewek tersebut belum menyadari akan kehadirannya. Afkar menyandarkan punggungnya ditembok dengan kedua tangan yang menyilang didepan dada, ia terus memperhatikan Afika gemas sesekali tertawa kecil.
"Gak wajib kok itu, dari aromanya aja udah narik perhatian gue dari luar."
Degg!!
Afika terdiam, matanya sontak terbelalak kaget tak percaya. Perlahan badannya berbalik dengan spatula yang masih berada ditangan kanan, ia menatap Afkar dengan cengiran kecil.
"Lo masak?"
Gadis itu mengangguk, mungkin ia masih merasa canggung dengan Afkar.
"Ck! Gue sampe lupa, gak usah diajarin pun lo pasti bisa ngelakuin banyak hal sendiri."
Afika mengukir senyumnya tipis dan kembali berbalik mengaduk-aduk nasi goreng diatas wajan tersebut.
Perlahan, Afkar berjalan menghampirinya lalu melingkarkan kedua tangannya pada pinggang wanita itu dari belakang. Hal tersebut lantas membuat Afika terkejut bukan main.
"Wanginya," ucap pria itu.
"Lo cicipin gih," titah Afika sedikit ragu karena takut ada rasa yang kurang.