16. Rayes

5K 564 34
                                        

Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya manteman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya manteman..

Jangan jadi silent readers oke? (๑^ں^๑)

🌙🌙🌙

Setelah penjelasan yang diberikan oleh gadis itu tadi malam, akhirnya Afkar pun merasa lega. Dari awal ia juga berpikir, bahwa Afika tak mungkin akan berpindah hati. Jangankan berpindah, menaruh padanya saja juga tidak mungkin, apalagi pada orang lain.

"Lo tau darimana?"

"Itu gak penting."

"Dari Karin ya?"

"Tau darimana?"

Afika memutar bola matanya malas, "malah nanya balik!" ia menyeletuk.

"Dari awal gue juga udah tau, dia ngintilin gue sama Zen. Ya udah gue panasin aja sekalian, lagian tangan gue sama Zen juga gak saling nyentuh kok."

Alis Afkar mengernyit heran lalu bertanya, "serius gak kesentuh?"

"Iya! Posisi tangannya tepat didepan gue, sengaja tangan gue di kebelakangin biar nampak kayak Zen yang megang gak sengaja."

Afkar tertawa kecil, baru sadar bahwa ternyata dirinya se-posesif ini pada sang istri.

Hari ini adalah hari minggu, ia memutuskan untuk mengajak Afika jalan-jalan. Pikirnya sesekali menemani gadis itu keluar, kasihan jika setiap hari Afika terus menjaga rumah seorang diri selagi ia bekerja.

"PAGI EPERIBODEH! GUE UDAH SIAP NICH!"

"ALAY, SIALAN! GELI KUPING GUE DENGERNYA!" balas Afkar mengegas tak kalah nyaring.

Afika tak peduli. Gadis dengan tunik hitam itu melangkah menuruni tangga lalu berjalan melewati Afkar yang baru saja bangkit dari duduknya.

"Kita pake apa? Kemana emang? Ngapain?"

Afkar berjalan membalapnya sambil menjawab, "pake naga, ke pluto buat renang."

"Gak masuk akal!" celetuk Afika menoyor kepala pria itu.

Afkar hanya tertawa, ia pun memerintah Afika untuk mengunci pintu rumah itu lalu menunggu di mobil.

***

Tujuan mereka sekarang adalah taman, namun sebelum itu, Afika mengajak Afkar untuk makan di sebuah restoran terlebih dahulu seraya mengisi tenaga. Yang padahal, mereka sudah sarapan tadi pagi.

Setelah selesai menikmati hidangan, kedua pasangan itu pun memutuskan untuk duduk bersantai di sebuah kursi, letaknya disisi lapangan basket.

"Lo kenapa mau nikah sama gue, Kak?" tanya Afika seketika.

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang