[SEQUEL AFIKA!!]
"Satu rumah sama lo bikin gue muak aja tau, nggak!!?"
"Ya terus gue harus apa!!?"
"Gue mau pulang ke rumah Umma!!"
"Gak usah ngaco!"
"Ummmaaaaaa!!!"
"HEH!"
***
Seperti itulah kehidupan mereka disetiap harinya.
Di nikahkan karena se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya^^
Jangan jadi silent readers loh manteman (⌣_⌣")
🌙🌙🌙
Ah, jelas saja pagi ini hawa nya sangat berbeda dari biasanya. Dimana Afika tak dibangunkan oleh Afkar, gadis itu bangun dengan sendirinya menggunakan alarm.
Sholat subuh tak berjamaah, sarapan pun sendiri-sendiri. Tak ada yang mau memulai percakapan lebih dulu karena merasa sangat canggung dengan masalah perdebatan tadi malam.
Afkar dengan wajah datarnya berlalu bergitu saja keluar rumah hendak berangkat bekerja. Afika tak peduli, ia tetap duduk manis dimeja makan dan berlarut dalam lamunan.
Setelah Afkar pergi, hembusan napas lega pun keluar dari mulutnya. Afika mengelus dadanya pelan lalu berteriak kencang seraya meluapkan kekesalan yang ditahannya.
Sesampainya di kantor, Afkar kembali bertemu dengan Karin. Dengan wajah yang elegan gadis itu menyapa Afkar ramah. Namun, sedikitpun sapaan maupun tolehan tak terlihat dari pria itu. Afkar berlalu begitu saja seakan-akan tak melihat siapa-siapa.
Hingga para Karyawan lain yang memperhatikan hal tersebut lantas bertanya-tanya, mereka nampak bingung dengan sikap Afkar yang tidak seperti biasanya.
Kayaknya rencanaku udah berhasil, batin Karin merasa senang.
Sesampainya didalam ruangan, Afkar duduk di kursinya lalu mengeluarkan laptop dan meletakkannya diatas meja.
"Huftt.. Selesain masalah lo baik-baik, Kar. Lo gak boleh egois."
Setelah bermonolog sendiri, Afkar pun menghembuskan napasnya kasar kembali. Ia akhirnya memilih fokus pada pekerjaannya, melupakan sejenak masalah yang tengah melanda.
Selang beberapa menit kemudian sebuah ketukan pun terdengar, Afkar mempersilakan orang itu untuk masuk lalu menoleh ke arah pintu yang terbuka perlahan.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Krieet..
Betapa terkejutnya ia, ternyata yang datang itu adalah Delfin. Pria dengan hoodie biru muda tersebut berjalan menghampiri Afkar dengan senyum cerianya seperti biasa.
"Assalamu'alaikum, Mas Bro!" sapa nya menepuk pundak Afkar kuat.
"Wa'alaikumussalam.." Afkar meringis sakit lalu tertawa kecil. Delfin pun duduk disofa, di susul oleh Afkar.