20. Daily Routine Katanya

5.8K 587 24
                                        

Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa buat ninggalin votement nya ya^^

Jangan jadi silent readers loh ya manteman (ಥ_ಥ)

Hehe, gak teratur lagi update nya ya?
Sebenernya di draft ada beberaa part yang udah selesai.. Tapi itu tuh sebagai cadangan gituloh gais, misalkan aku gak bisa up.. Gak pake mikir, langsung pencet karna udah ada persiapan

Gomen ne, minna(⊃。•́‿•̀。)⊃

🌙🌙🌙

07.21

Kedua pasangan muda itu tengah sarapan diatas meja makan, sorot mata Afika nampak sayu sambil menyantap sepotong roti berselai coklat dan secangkir susu yang sudah Afkar siapkan untuknya tadi.

"Mikirin apa lo?" tanya pria itu seketika, "gue perhatiin diem mulu daritadi."

Gadis itu tersadar, ia kembali menatap sang suami lalu bertanya, "um.. Kira-kira, gue hamil gak ya?"

Uhukk!! Uhukk!!

Malah tersedak, bergegas Afika mengambil cangkir yang berisikan air putih dan diberikannya pada pria itu.

Afkar meneguknya perlahan, ia redakan sedakan itu lalu menghela napas dalam.

"Gak tau, gue kan keluarnya di dalem."

"Keluar apanya?" tanya Afika polos.

"Sperma."

Seketika tawa Afika memecah, hampir saja ia lemparkan roti yang tersisa sedikit ditangannya itu ke arah Afkar.

"Insya Allah pasti hamil. Lo liat, itu udah jam berapa? Hari ini gue ada jadwal meeting sama client penting, gue gak mau seorang Afkar yang merupakan pria tampan dan disiplin tiba-tiba aja telat gara-gara nemein istrinya sarapan."

Bicara panjang lebar, ketika atensinya beralih menatap sang gadis, ternyata gadis itu tak peduli. Afika masih fokus menyantap hidangan nya dengan tenang sambil melanjutkan menonton anime yang sempat tertunda malam itu.

Afkar menatap Afika datar, "lo dengerin gue gak?" tanya nya.

"Iya denger," sahut sang istri namun dengan pandangan yang masih terfokus pada gadget di tangan.

Sial saja, untung kesabaran Afkar setebal isi dompetnya.

Ia yang telah selesai dengan sarapannya, kini mulai bangkit dari duduk hingga berhasil menarik perhatian Afika, walaupun hanya sekejap.

Pasutri Bobrok [ END✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang