Dara melangkah ke dalam kelasnya dengan langkah gontai. Suasana sekolah terasa cukup aneh hari ini. Biasanya banyak anak yang berkerumun di depan kelasnya masing-masing sebelum bel masuk berbunyi. Namun hari ini, koridor kelas terasa sepi dan dari pengamatannya kerumunan itu lebih banyak berpindah ke dalam kelas.
Ia menduga ada hubungannya dengan kejadian kemarin. Insiden perkelahian antara Hayom dan Dirga memang mengejutkan dan menjadi bahan pembicaraan seantero sekolah. Bukan hanya para siswa tapi para guru juga sesekali menyinggung kejadian itu saat mengajar hari kemarin.
Tapi apa motif dibalik perkelahian mereka masih menjadi misteri. Tidak ada yang mengetahui. Pun dengan Dara. Dirinya sampai mematikan ponselnya semalam karena gerah selalu ditanya oleh teman-temannya perihal kejadian itu. Sebagai salah satu orang yang dekat dengan Hayom, Dara dianggap tahu semuanya. Tetapi sayang, Hayom bahkan hanya membalas pesannya satu kali saat Dara menanyai keadaannya serta hanya memberitahu kalau dirinya diskors lima hari ke depan dan tak bisa masuk sekolah.
Dara tak mengetahui apa pun. Dan sebenarnya ia tak keberatan kalau memang itu adalah privasi Hayom. Ia yakin suatu saat Hayom juga akan bercerita. Tetapi, tuntutan dari teman-temannya membuatnya pening dan membuatnya meragu. Apakah dirinya memang tidak begitu penting bagi Hayom hingga Hayom menyembunyikan sesuatu yang besar seperti itu darinya.
Dara menghela nafas, ia sudah hampir sampai di pintu kelasnya saat telinganya menangkap sayup-sayup pembicaraan dari dalam kelas. Dara yakin mereka sedang berkumpul di meja paling depan dekat jendela hingga suaranya dapat dia tangkap.
Dara memutuskan diam dan mendengarkan dengan seksama dari luar.
"Kak Hayom diskors. Gue tadi nanya sama pak Satpam,"
"Kok Satpam bisa tahu?"
"Ya mana gue tahu. Katanya bukan Cuma kak Hayom sih, Pak Dirga juga kena skors dan hukuman."
"Ya pantes lah. Mereka sih berantem gak tahu tempat!"
"Eh tapi lo tahu gak sih? Gue baru dapet info dari anak IPA,"
"Info apaan?"
"Menurut teorinya mereka, Pak Dirga sama Kak Hayom berantem kemarin karena rebutan Kak Kina."
"Hah?"
Dara mengernyitkan keningnya dalam-dalam, ikut terkejut mendengar teori yang teman-temannya bicarakan.
"Iya. Jadi kata anak-anak yang ikutan OSN di Bangka Belitung semester kemarin, mereka pada lihat kalau Pak Dirga sering jalan bareng sama Kak Kina di sana. Mereka berdua juga katanya suka deket-deketan. Di pesawat aja duduknya sebelahan. Mana katanya Pak Dirga peluk-peluk Kak Kina juga waktu kena mabuk pesawat."
"Dan ada yang lihat juga waktu di bandara yang jemput Kak Kina itu Kak Hayom, masa."
"Si Fitra juga bilang kalau pas mereka latihan band, dia suka aneh sama gerak-geriknya Kak Kina sama Pak Dirga. Mereka berdua juga suka berduaan di ruang musik. Aneh banget kan?"
"Tapi kok bisa sih Pak Dirga suka sama Kak Kina?"
"Ya bisa aja lah! Lo liat sendiri gimana Kak Kina sekarang jadi cantik banget, mana body-nya juga seksi."
"Wah parah! Tapi kenapa Kak Hayom berantem sama pak Dirga?"
"Ya itu tadi elah, mereka rebutan kak Kina. Lo belum lihat fotonya Kak Kina sama Kak Hayom?"
"Foto yang mana?"
"Ish nih ya gue tunjukin. Tapi diem-diem aja ya, soalnya katanya fotonya tiba-tiba muncul aja di IG. Gak tahu siapa yang upload. Ntar sangkanya gue lagi yang nyebarin."
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIAGE WITH BENEFIT
RomanceFollow dulu ya... Jangan lupa comment dan vote-nya... Setting anak SMA tapi kayanya kurang cocok dibaca anak seumuran anak SMA ke bawah. Akibat main kebut-kebutan di jalan raya, Hayom menabrak seseorang hingga nyawa orang itu tak terselamatkan. Kar...
