Akhirnya sampai di part ini....
**
Kina berjalan pelan sesaat pintu Ballroom telah dibuka. Dia melangkah dengan anggun seraya menyunggingkan senyum terbaiknya. Tubuhnya terbalut ball gown wedding dress nuansa putih dan silver sementara tangannya mengenggam buket mawar putih dan biru yang cantik. Rambutnya dikepang sederhana dengan sentuhan tiara kecil yang menghiasi kepalanya.
Para tamu yang berdiri menatap Kina antusias. Mata mereka berbinar melihat betapa cantiknya Kina hari ini. Semuanya terasa pas, tak ada yang kurang dan tak ada yang berlebihan. Bahkan Kina terlihat cukup berbeda dengan make up yang dibuat natural. Cewek itu bagaikan Cinderella yang sedang melangkah menuju pangerannya yang tengah berdiri di ujung sana, menunggunya.
Hayom tertegun. Bahkan sudah hampir satu tahun ia tinggal dengan Kina, tapi ia pun turut merasa terkesima dengan penampilan Kina yang menghanyutkan. Apalagi ketika melihat Kina tersenyum ke arahnya, jantungnya seakan hendak berhenti berdetak.
Ingatannya melayang pada hari pertama kali mereka bertemu. Di depan ruang ICU saat pertama kali dirinya memindai penampilan Kina yang terlalu sederhana dan ia masih ingat bagaimana raut wajah Kina yang marah padanya. Lalu, ingatannya berganti saat dirinya mengucapkan ijab kobul di depan Ibu yang kritis dan saat Kina pertama kali mencium punggung tangannya sebagai bakti pertama istri pada suami.
Ingatannya terus berganti saat dirinya mencium Kina di balkon kamar, saat melihat punggung Kina yang tengah duduk di kursi belajar, saat mereka berjalan di pasar malam, saat bermain basket di lapangan komplek, saat pertama kali melihat Kina bermain gitar, dan saat-saat lainnya yang membuat Hayom merasakan air matanya menyeruak.
Ia menghirup napas Panjang. Ya, sekarang ia sadar. Betapa Kina telah mengisi hari-harinya selama ini. Betapa berartinya Kina untuk dirinya. Dan betapa ia begitu mencintainya sangat besar. Sekarang ia sadar sepenuhnya, kalau ia tak mungkin bisa hidup lagi tanpa ada Kina di sisinya. Dia, Wanita yang telah meluluhkan hatinya dan di sana hatinya telah tertambat dengan sempurna.
Dafa menyikut sedikit lengan Hayom dan memberikan selembar tisu yang langsung diambil oleh Hayom untuk mengusap air matanya yang nyaris saja keluar.
Para tamu dibuat terharu apalagi Hayom menatap Kina dengan pandangan yang memuja dan mendamba. Setelah ini, semua orang akan tahu kalau dua sejoli itu memang saling mencintai dan mengasihi satu sama lain.
Suara denting piano mengalun indah saat Hayom mengulurkan tangannya untuk memapah Kina. Dua sejoli itu saling tersenyum malu saat berhadapan, seolah mereka baru saja dipertemukan.
Para bridesmaid—Vivi, Sandra, Maureen, Renata, dan Hasmi—merapikan gaun Kina dan para groomsmen juga tak mau kalah, mereka berlima—Dafa, Aldo, Kevin, Rion, dan Evan—mengusap jas Hayom bagian belakang dengan sapu tangan yang sudah mereka siapkan sebelumnya, bahkan Rion membawa sisir kecil untuk merapikan rambut Hayom.
Sontak saja hal itu menyulut tawa kecil dari para tamu yang melihat. Suasana yang tadinya penuh khidmat berganti menjadi lebih hangat. Hayom dan Kina pun tak bisa menahan kekehannya meskipun tatapan mereka malu-malu.
"Pasangan kita hari ini sweet banget ya, cantik dan tampan, dan saling curi-curi pandang.." terdengar suara pembawa acara yang berdiri di panggung yang lain.
Pembawa acara kemudian memandu Hayom dan Kina untuk saling mengucap janji suci. Hayom menerima mic yang diberikan Evan. Dia berdehm sebentar, matanya tak lepas menatap Kina di hadapannya sambil satu tangannya ia gunakan untuk menautkan diri dengan Kina.
"Akina Najwa. Kin, jujur aja meskipun selama dua tahun kita sekolah di tempat yang sama, aku mau ngaku sama kamu, kalau aku sama sekali gak kenal kamu. Jadi, jatuh cinta sama kamu adalah sesuatu yang gak pernah aku pikirkan dan aku rencanakan. Gak penah terbayangkan sebelumnya kalau hari ini aku dan kamu ada di sini, di hadapan para tamu dan bersanding sebagai suami dan istri."
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIAGE WITH BENEFIT
RomantiekFollow dulu ya... Jangan lupa comment dan vote-nya... Setting anak SMA tapi kayanya kurang cocok dibaca anak seumuran anak SMA ke bawah. Akibat main kebut-kebutan di jalan raya, Hayom menabrak seseorang hingga nyawa orang itu tak terselamatkan. Kar...
