Hah...apa??? ceritanya Kina dan Hayom di cut...?????????????
Hehehe enggak gaes itu tadi cuma bercanda....
Authornya belum tahu juga gimana caranya mau nerbitin dan emang ceritanya Hayom Kina udah udah layak dijadiin buku belum sih? Kaget juga ada yang minat beli.
part ini dikit aja dulu....
Happy reading...☺️☺️☺️
**
Hayom menghela nafasnya lagi. Ia tak menyangka kalau semuanya akan berakhir seperti ini. setidaknya ia sudah mencoba dan berusaha. Dan sekarang dia harus menerima setiap keputusan yang ada.
Kursi yang ada di belakangnya ia mundurkan lagi, memberinya akses untuk keluar lebih leluasa. Tentu saja dia akan menghadapi semuanya like gentleman. Tapi untuk sekarang biarkan ia sendiri dan memeluk nasibnya sediri.
Lantas, apa yang harus ia lakukan sekarang? Mencoba untuk tersenyum sepertinya terlalu naif. Tapi menampakkan raut kekecewaannya juga bukan pilihan baik.
Dua langkah kakinya baru saja tercipta, tapi suara Kina di belakang memaksanya untuk berhenti.
"Mau ke mana? Gue belum jawab, kan?"
"Hm." Gumam Hayom lirih. Dua tangannya dimasukkan dalam saku celana, berusaha menghalau rasa dingin dan kegugupannya sendiri.
Sejujurnya dari sorot mata Kina yang meragu dan diamnya Kina telah banyak memberikan jawaban. Jadi, dia akan menata hati mulai saat ini untuk mendengarkan semuanya dari Kina. Cewek itu, memang berhak pada perasaannya sendiri.
Kina menggenggam tangannya sendiri dan berdiri dengan gelisah. Sementara ia juga mengatur nafasnya sebelum bicara. "Gue sebenarnya gak tahu harus ngomong gimana, Yom. But thanks for let me know. Gue mungkin gak punya keberanian kayak lo, tapi, I have something to tell you too."
"Gu-gue akan cerita dan mungkin lo bisa bantu nyimpulin semuanya."
Kina menatap ragu pada Hayom. "Terus terang aja gue suka kalau deket sama lo. Lo orang yang asik sih menurut gue, enak diajak ngobrol, perhatian, lo juga penyayang walau kadang suka tempramen. Tapi gue tahu itu hanya cara lo melindungi orang yang lo sayang."
"So far gue nyaman temenan sama lo, Yom."
Kina melirik Hayom yang wajahnya sudah lesu.
"Tapi....ada saatnya gue juga ngerasa aneh sama perasaan gue sendiri. I mean gue seneng kalau lo jalan sama Dara. Menurut gue kalian berdua tuh cocok. Tapi, kayak, kayak, di sisi lain gue juga suka ngerasa iri sama Dara."
"Dia bisa jalan sama lo ke mana aja, kapan aja, sedangkan gue, gue gak bisa kayak dia. Gue Cuma bisa raih lo kalau di rumah. Gue beberapa kali ngerasain dada gue panas Cuma karena lihat lo jalan sama yang lain. Gue kayak gak rela. Dan gue gak tahu apa itu namanya.."
Hayom menatap Kina tak percaya, "Apa-apa kamu cemburu?"
Kina mengedikkan bahu, "Maybe.."
Hayom berdecak dan mengepalkan tangannya, "Damn!" kakinya segera melangkah tergesa dan secepat kilat dia meraih tubuh Kina ke dalam pelukannya. Pelukannya itu begitu cepat dan kuat hingga membuat Kina tersentak dan memekik pelan.
"Kamu hampir buat aku jantungan, tahu gak? Tinggal bilang aja kalau kamu juga cinta, apa susahnya sih? Aku hampir aja mati berdiri tadi kalau kamu sampai nolak aku." Gerutu Hayom.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIAGE WITH BENEFIT
RomanceFollow dulu ya... Jangan lupa comment dan vote-nya... Setting anak SMA tapi kayanya kurang cocok dibaca anak seumuran anak SMA ke bawah. Akibat main kebut-kebutan di jalan raya, Hayom menabrak seseorang hingga nyawa orang itu tak terselamatkan. Kar...
