Kina mengerjap lemah saat kesadarannya mulai menerpa. Kepalanya terasa pening dan sangat berat. Posisinya saat ini adalah tengah berbaring. Berbeda dengan posisi terakhir yang dia ingat saat masih duduk di kursi. Ia mencoba menggerakkan tangan dan kakinya yang terasa lebih ringan. Dan rupanya benar, dia sudah tak diikat lagi.
Dia ingin bangkit tapi tubuhnya terlampau lemah. Untuk bergerak sedikit saja seperti membutuhkan energi yang sangat banyak. Apalagi luka yang ada di tubuhnya mulai terasa nyeri dan menyakitkan.
Kulitnya terasa dingin saat tersapu udara. Lebih dingin karena ia merasakannya langsung dari permukaan kulitnya. Ia gerakkan sedikit tangannya untuk merapatkan baju. Tapi nihil. Karena faktanya ia tidak mengenakan pakaian apa pun saat ini. Barulah Kina bisa merasakan kalau dia hanya memiliki celana dalam yang masih tersisa di tubuhnya.
Kina terhenyak. Kenyataan ini sungguh menyesakkan. Ia tak tahu apa yang sudah terjadi dan apa yang sudah dia lewatkan. Ia tahu kalau tubuhnya telah dimasuki zat asing yang membuatnya mabuk melayang hingga dia tak sadar dengan apa yang berlangsung.
Di mana dia sekarang, dia pun tak tahu. Dengan tubuh selemah ini dan tanpa ada asupan makanan dan minuman apa pun. Ia sudah bisa menduga kalau dirinya tak bisa bertahan lama.
Kina menoleh ke arah lain yang ternyata sebuah pintu. Apa dia masih terbawa efek narkoba yang masih tersisa di tubuhnya? Karena saat ini ia sedang bertatapan dengan sosok lain yang berdiri di depan pintu sedang mengawasi dirinya. Sosok yang tak pernah ia lihat secara langsung melainkan hanya melalui foto using yang ia simpan. Kina berusaha menggapai tapi tubuhnya tak bisa diajak kompromi.
"Ba—bapak..." panggil Kina lirih pada sosok yang masih bergeming itu.
Matanya memanas. Air matanya mengalir begitu saja dan ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Rasanya terlalu dingin, apakah Bapak datang untuk menjemputnya atau menolongnya.
Kina tak dapat mengendalikan tubuhnya. Dia tak bisa lagi merasakan karena perlahan kesadarannya kembali hilang Bersama dengan tubuhnya yang gemetar.
Tapi diujung kesadarannya. Sayup-sayup Kina dapat mendengar suara gaduh yang semakin mendekat. Dia juga mendengar namanya dipanggil oleh entah siapa.
Matanya terasa sangat berat. Ia hanya ingin tidur sekarang. Dan suara itu terdengar lagi namun kali ini lebih keras. Suara yang memanggil namanya berulang-ulang kali.
Tapi, ia tak tahu. Karena sekarang, ia merasakan tubuhnya melayang Bersama dengan datangnya kegelapan.
**
Hayom berdiri gelisah mengawasi tim dokter memeriksa Kina yang akhirnya sadar setelah satu hari lamanya tertidur. Di sampingnya, orang tuanya tak kalah cemas dan saling berpegangan tangan.
Dia berharap tak terjadi sesuatu yang buruk pada Kina. Hayom berhasil menemukan Kina setelah hampir satu hari Kina disekap. Sebuah aksi yang dramatis karena ia harus melawan lini depan anak buah Fang. Beruntung saat itu Papa-nya dengan cepat menghubungi polisi dan Fang tak dapat berkutik setelah dikepung oleh polisi.
Ia menemukan Kina dalam keadaan yang mengenaskan. Hampir tanpa busana dan sudah tidak sadar. Dokter mengatakan, kondisi Kina tidak baik karena ternyata setelah dicek, di dalam darahnya terdapat kandungan zat psikotropika dalam dosis yang besar. Terlambat sedikit mendapatkan penanganan, Kina bisa mengalami overdosis.
Membayangkan saja sudah membuat Hayom bergidik. Ia tahu persis kalau Kina tak mungkin dengan sukarela mengonsumsi itu, dia pasti dipaksa dan bagi pemula seperti Kina, dosis yang besar sangatlah berbahaya.
Belum lagi kondisi tubuh Kina yang dipenuhi jejak cumbuan dan juga luka lebam hampir di seluruh tubuhnya. Hayom tak bisa membayangkan apa saja yang sudah terjadi pada Kina. Dia pasti sangat tersiksa dan kesakitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIAGE WITH BENEFIT
RomanceFollow dulu ya... Jangan lupa comment dan vote-nya... Setting anak SMA tapi kayanya kurang cocok dibaca anak seumuran anak SMA ke bawah. Akibat main kebut-kebutan di jalan raya, Hayom menabrak seseorang hingga nyawa orang itu tak terselamatkan. Kar...
