MWB-62. [Not] bachelor party

2.6K 191 22
                                        

Part 62..

satu part lagi terus dah tamat deh nih cerita..

**

Suasana ramai yang tak biasanya terjadi memenuhi area taman belakang kediaman keluarga Hayom. Aldo dan Dafa terlihat sibuk tengah menata kayu-kayu yang separuhnya telah terbakar. Rion dan Evan sibuk menata dua tenda besar yang letaknya berhadapan dipisahkan api unggun yang sudah menyala. Sementara Kevin memilih untuk membantu para cewek yang sedang menyiapakan berbagai bahan makanan untuk di panggang nanti.

"Ta, lo tusukin marshmallow aja deh. Yang sosis-nya biar gue." instruksi Vivi yang langsung diangguki oleh Renata. Renata lantas mengambil pack marshmallow yang masih berada di dalam kardus dan menyiapkannya.

"Kina kok belum dateng, sih?" tanya Maureen sambil menyiapkan bumbu.

Vivi mengedikkan bahu tak tahu. Kina dan Hayom sebagai tuan rumah acara ini belum datang karena mereka berdua pergi ziarah ke makam Ibu-nya Kina. Tapi jika mendasarkan pada rencana Kina, seharusnya mereka sudah pulang. Mungkin mereka terjebak macet di jalan.

"Panjang umur. Baru juga diomongin," suara Sandra membuat semua orang yang ada di sana menoleh ke arah Hayom dan Kina berjalan beriringan.

Kina menautkan alisnya saat dirinya ditatap dengan raut wajah yang menggoda dan bibir-bibir yang mengulum senyum. Ia lantas memindai penampilan dirinya sendiri dan semakin bingung karena merasa tidak ada yang aneh.

"Kenapa lo?" tanya Kina pada Vivi dan Kevin yang cengengesan.

"Rambut lo belum kering gitu, baru keramas ya?" Vivi menaik turunkan alisnya yang membuat Kina semakin menautkan alisnya lebih rapat.

"Abis mandi junub Vi, makanya lama banget datengnya." Kevin menimpali membuat yang lain makin sulit untuk menahan tawa.

Kina memegang kepalanya sendiri dan menghela nafas. "Dasar kalian. Gue Cuma keramas ya, gak ngapa-ngapain." Elak Kina yang merasa tertuduh oleh pikiran teman-temannya.

"Kalo lo ngapa-ngapain juga gak apa-apa, Kin. Sama suami sendiri juga.." Tambah Sandra dengan tatapan menggoda.

"Gue masih gak percaya deh Kin, kalau lo udah nikah sama Hayom." Ucap Maureen sambil menuangkan kecap dalam mangkuk.

"Lo harus percaya Reen, udah banyak buktinya kan?" balas Sandra.

"Ish tetep aja gue kayak masih shock sampe sekarang tahu,"

"Lebay lo."

"Pantes aja gue perhatiin hidup lo Makmur banget Kin setahun ini. Ternyata lo udah dapet nafkah dari Hayom. Hayom butuh sugar baby gak? Gue mau deh.."

Vivi menyikut perut Maureen dengan keras, "Sembarangan lo kalau ngomong!"

Maureen terkekeh, dia membentuk jari telunjuk dan tengahnya menjadi huruf V pada Kina.

"Gue aja kayak masih shock denger Hayom panggil Kina my wife. Eh ternyata beneran his wife in the real term." Tambah Maureen.

Sandra yang di sampingnya mendesis, "Lagian lo bukannya udah punya gebetan si Omar Smith, kapten basketnya SMA Dwipa?"

Maureen menghela nafas lemah, "Iya. Tapi gue kemarin nomor gue diblok sama dia coba.."

"Lha kenapa?" tanya Sandra.

"Gak tahu. Kenapa ya Omar Smith blok gue?"

"Lo bikin dia ilfeel kali?"

Maureen memutar bola matanya, memikirkan sesuatu, "Ih kayaknya enggak deh. Gue kan kalau chat juga standar aja."

MARRIAGE WITH BENEFITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang