MWB-50. Gossip (2)

2.1K 185 25
                                        

update tengah malem gini, ada yang masih bangun gak?? 

bela-belain nulis loh ini, padahal kehidupan nyataku lagi banyak deadline....ewww

nulis seadanya dulu ya daripada kelamaan hehehe

**

Ada yang berbeda dengan suasana SMA Airlangga hari ini. Sepanjang Kina berjalan dari pintu gerbang sekolah hingga ia telah sampai di pertengahan jalan menuju kelasnya, suasana terlanjur sunyi tak ada banyak suara yang berisik seperti biasanya. Ia juga merasa aneh, karena sepertinya ada banyak pasang mata yang memandangnya di belakang sana dan hal semakin membuatnya heran karena saat ia membalikkan badan tiba-tiba saja gerombolan siswa di belakangnya mendadak kaget dan mengalihkan pandangan ke arah lain.

Mungkinkah gossip mengenai dirinya yang dikaitkan dengan Hayom dan Dirga masih ada? Tapi sepengetahuan Kina, gossip itu sudah menghilang sejak hari ke tiga pasca insiden itu. Kebungkaman dirinya dan tidak adanya bukti membuat semua orang menjadi bosan dan akhirnya menyerah untuk mengorek informasi.

Kina menghela dan memilih untuk berjalan cepat menuju kelas. Ia merasa risih dengan tatapan-tatapan yang tak bisa ia artikan itu. Apa pun yang terjadi, ia lebih baik menghadapinya nanti saja.

Tapi keadaan juga terlihat sama saat ia masuk ke dalam kelas. Gerombolan anak yang berada di meja tengah langsung berhenti bicara dan memandangi Kina dengan tatapan aneh saat dirinya berjalan menuju mejanya.

"Kin, duduk sini."

Kina melihat Vivi dengan ragu. Ini kan memang tempat duduknya dan kenapa temannya itu juga bersikap aneh hanya saja beda versi karena Vivi terlihat sangat ramah padanya dengan senyum kecilnya yang menawan dan suaranya yang terdengar lembut.

Sandra dan Maureen yang menghadap belakang juga memberikan senyum padanya. Kina bergidik, tidak mungkin kan kalau mereka kesambet massal seperti berita yang kerap ada di koran?

Tapi suasana kelas tetap saja berbeda menurut Kina bahkan setelah jam pelajaran pertama berlalu. Ia sempat menangkap beberapa anak yang sengaja mengarahkan pandangannya ke arah dirinya. Ia memindai dirinya sendiri, mencoba memahami mungkin ada yang aneh dari penampilannya hari ini tapi Kina merasa dirinya baik-baik saja. Ia bahkan sudah mengganti rok seragamnya yang kata Hayom mengundang perhatian itu.

Merasa semakin tidak nyaman, Kina memutuskan untuk pergi ke toilet di sela-sela pelajaran. Ia membasuh wajah dan Kembali melihat dirinya di cermin wastafel. Tapi tetap saja, ia tak menemukan kejanggalan.

Kina menggigiti bibir, merasa was-was tapi tak tahu apa yang sebenarnya ia takutkan.

Saking bingungnya, Ia bahkan menundukkan kepala saat perjalanan kembali ke kelas, apalagi saat ada sekelompok anak laki-laki yang sepertinya adik kelasnya berada tak jauh dari toilet.

Biasanya, dalam situasi seperti ini, Kina akan cuek dan melewati gerombolan anak laki-laki dengan mudah. Ia tak seperti anak perempuan kebanyakan yang memilih memutar jalan ketika menemukan situasi yang sama.

Tapi kali ini, Kina sedikit mengkerut dan memandang heran terutama saat siulan-siulan menggoda yang jelas mereka tujukan padanya yang hampir mendekati posisi mereka.

"Sini dulu dong kak." Ucap salah satu dari anak laki-laki yang otomatis membuat Langkah Kina terhenti. Bukan karena Kina menurutinya, melainkan karena beberapa anak laki-laki sudah menghadangnya di depan.

Kedua alis Kina bertautan, "Permisi, gue mau lewat." Suara Kina bagai tenggelam karena bukannya memberi Kina jalan, anak-anak itu justru tersenyum seringai sambil lebih mendekati Kina.

Tersentak, Kina otomatis mundur dan menatap ngeri pada tatapan-tatapan yang jelas-jelas sedang mencoba menggodanya. "Stop. Awas kalian, gue mau lewat!" ucap Kina yang kali ini lebih tegas tapi malah mendapatkan kekehan dan tertawaan.

MARRIAGE WITH BENEFITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang