MWB-56. gone with the wind

2.6K 221 26
                                        


"Gimana, liburannya?"

Hayom menipiskan bibir sejenak setelah mendengar pertanyaan dari Mama-nya di seberang sana. Dia menghela nafas pelan sambil satu tangannya yang bebas memijit keningnya.

"Biasa aja, Ma."

"Kok biasa aja sih? Mama udah pesenin suite room yang paling romantis, lho."

"Ya terus aku harus gimana?"

"Ckckck, Hayom. Mama suruh kamu sama Kina pergi ke sana buat memperbaiki hubungan kalian. Jangan dibuang gitu aja dong kesempatannya. Katanya cinta.."

Hayom menelan ludah, mengingat kembali percakapan dengan Mama-nya beberapa hari lalu sebelum ujian nasional berlangsung.

Bukan hal yang sulit bagi Hayu untuk mengetahui bagaimana kondisi hubungan pernikahan Hayom dan Kina. Dari banyaknya hal yang sudah terjadi, Hayu bisa menyimpulkan ada yang janggal.

Hubungan yang ia kira harmonis luar dalam ternyata hanya topeng belaka untuk menyembunyikan fakta yang sesungguhnya. Ya, Hayu akhirnya mengerti kalau diantara Kina dan Hayom telah menjalani hubungan yang rumit.

Hayu pun sudah mengetahui perihal romansa Kina dengan Dirga pun antara Hayom dan Dara. Itu semua ia ketahui dari Hayom yang ia desak untuk menceritakan semuanya demi kebaikan bersama.

Awalnya Hayu kecewa dengan anak dan menantunya. Ia merasa dibohongi selama ini. Tapi akhirnya Hayu dan Firman pun mengerti. Mengerti kalau mungkin semua ini juga salah mereka. Mereka terlalu egois dan tidak memikirkan perasaan Hayom dan Kina yang bahkan mungkin tidak siap hidup dalam sebuah pernikahan. Padahal keduanya masih sekolah, mereka seharusnya bisa merasakan kisah cinta anak remaja seperti yang lain.

Hayu dan Firman justru menjadi semakin merasa bersalah. Mereka memaksa keduanya untuk Bahagia dengan jalan yang mereka pilih tapi tak pernah bertanya apakah sebenarnya Hayom dan Kina benar-benar Bahagia.

Terlebih pada Kina. Hayu bahkan sempat menangis seharian penuh karena memikirkan Kina yang pasti tersiksa karena dipaksa satu kamar dengan Hayom. Apalagi Kina telah menyerahkan sesuatu yang berharga miliknya pada anaknya. Dia merasa sangat egois. Merasa gagal menjadi Wanita karena telah menyakiti sesama Wanita.

"Yom, Mama mau bicara serius sama kamu." Kata Hayu dengan wajahnya yang sayu dan matanya yang merah. Waktu itu Hayom tertegun melihat keadaan Mama-nya yang demikian.

"Yom. Mama gak bisa berhenti mikirin kamu sama Kina." Hayu menghirup nafas Panjang sebelum melanjutkan bicara. "Ini semua salah kami. Salah Mama dan Papa. Mama udah buat kalian jadi kaya gini karena keegoisan Mama. Jadi, sekarang Mama sama Papa janji bakal kasih kalian kebebasan. Mama Cuma ingin kalian Bahagia."

Dua alis Hayom bertautan, ia memandang dua orang tuanya bergantian. "Maksudnya?"

"Mama akan kasih kalian kebebasan. Mama gak akan maksain kehendak lagi. Kalau kalian gak Bahagia sama pernikahan kalian, gak apa-apa, jangan dipaksa."

"Maksud Mama apa sih? Apa maksudnya aku gak Bahagia. Aku seneng kok nikah sama Kina." Kata Hayom dengan nada suaranya cukup meninggi. Dia tahu arah pembicaraan ini dan itu membuatnya tak suka.

"Kamu mungkin seneng. Tapi gimana sama Kina? Kamu yakin kalau dia seneng juga?" kali ini Firman yang bertanya.

Dan sayangnya pertanyaan itu justru membuat Hayom terdiam. Pertanyaan itu seakan menamparnya pada kenyataan kalau Hayom pun tak tahu apakah Kina Bahagia bersama dengan dirinya.

"Yom, divorce is okey. Gak ada yang salah sama perceraian. Meskipun Mama gak sanggup bayanginnya, tapi kalau memang Kina lebih Bahagia kalau dia berpisah sama kamu, kamu harus bisa merelakannya, Yom."

MARRIAGE WITH BENEFITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang