• Tujuh Belas

26.3K 1.8K 48
                                    

Typo Tandai!!

Happy Reading kawan!✨

"Sekarang WhatsApp temen kayak WhatsApp seleb ya." kenzy berniat  menyindir Resha yang baru masuk kelas. pasalnya,kemarin ia mengirim pesan pada Resha. namun centang dua abu-abu itu tidak kunjung membiru.hiks..

"Siapa?" Resha duduk di sebelah kenzy.

"Nggak tau." Jawab Kenzy acuh. Resha yang tidak paham pun hanya ikut mengedikkan bahunya.

"Ya lo lah sha! kemaren gue WhatsApp lo kemana,ha! sibuk lo!" sungut Kenzy didepan wajah Resha.

"O-oh gue? lo kemaren WhatsApp gue?  gue kemaren nggak buka handphone."

"Hem. lo kemaren sakit?"

"Iya."

"Kok bisa? Ardi nggak jagain lo?"

"Mungkin karna gue lagi hamil, jadinya kan suka tiba-tiba pusing."

"Oh.. tapi lu nggak papa kan?"

"Nggak papa."

"Syukur deh..." Kenzy bernafas lega, ia takut jika Resha kenapa kenapa.

"Nih minum." Resha mendongak ia terkejut apa ini benar Ardi? lalu  memberinya susu?

"Apaan nih?"

"Cilok." Setelah mengatakan itu Ardi berlalu pergi.

"Gilakk gilak! itu Ardi lagi sakit? beda banget say! gue kira Ardi itu selamanya bakal jadi kutub," ucap Kenzy heboh. tidak tau saja sifat Ardi yang di rumah.

****

"Lo sekarang jarang maen Ar!"

"Iya lo!" Timpal Kiki.

"Maen yuk! kapan-kapan"

"Kemana?"Ardi mengangkat sebelah alisnya.

"Ke club mau? sekali aja. terakhir kan waktu kejadian lo itu"

"Gue nggak ikut, lo aja."

"Ayolah Ar, bentar aja kita nggak mabuk deh cuma liat-liat aja." Ucap Ryan membujuk Ardi. sekalian mata buaya nya butuh dicuci. Ardi berpikir sebentar ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika tidak akan datang lagi ke tempat laknat itu. ia tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi di sana.

"Nggak."

"Nanti malem gimana? cuma nemenin kita aja, bantu gue kalau nanti gue suka khilaf." Ucap kiki cengengesan.

"Ya.tapi jam sepuluh udah pulang."

"Yah it--"

"Nawar lagi nggak jadi." Ardi memotong ucapan Ryan. "Iya iya deh".

Tanpa mereka sadari dari arah meja belakang,ada yang mendengarkan pembicaraan mereka. "nanti malem." ucapnya pada orang diseberang sana.

****

"Mau kemana?" Tanya Resha saat melihat Ardi memakai jaket.

"Mau main, aku pergi ya pintu di kunci." pesan Ardi sebelum keluar rumah, ia tidak bilang ingin pergi kemana.

"Iya." Telinganya belum terbiasa mendengar aku-kamu. ia saja belum pernah memanggil Ardi dengan kamu. Resha,melanjutkan acara bermain gamenya.ia bermain game kucing, dari mulai ngasih makan,pup,tidur,bermain. dirinya tidak pernah bosan, bahkan sudah dua tahun ini game itu menjadi penduduk ponselnya. sedangkan di tempat lain Ardi memarkirkan motornya didepan sebuah gedung. langkahnya sedikit ragu-ragu namun tak urung ia juga masuk kedalamnya.

Good Girl [ E N D ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang