11. Jam kosong

16 5 12
                                    

Hai, apa kabarnya hari ini? Aku udah update nih hehe, udah beberapa hari belakangan ini aku nggak update karena urusan mendadak ya pastinya. Wkwkwk.

Oke, kemarin-kemarin aku salah buat judul di part 10😭 padahal si papa Dion sama papa Bagas itu sebenarnya satu perusahaan dulu, tapi dulu ya. Gapapa kan ya?  Wkwkwk. Kalo ada typo maklumi aja ya.



“Pepatah mengatakan, laki-laki dan perempuan tidak bisa berteman selamanya. Itu karena perasaan teman akan berubah menjadi cinta”

-Elsa Rendika Adriani-



Selamat membaca~

Dion memandang langit-langit rumahnya, ia duduk di atas sofa ruang tengah. Sulit baginya untuk menerima keadaan dan hidup berdampingan dengan orang yang sudah membunuh istrinya tercintanya.

Dion mengusap wajah tuanya tetapi masih terlihat tampan menggunakan tangan kanannya.

Ia ragu, apakah ia harus senang? Apakah ia harus bersedih?

Dion mengangkat tangan kirinya ke atas wajahnya, ia melihat arloji berlogo Rolex itu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kemudian Dion menjatuhkan tangannya kasar.

Ceklek

Suara pintu terbuka menampakkan seorang anak laki-laki berbaju hijau mudah lengkap dengan topi hitam, Dion menolehkan kepalanya.

"Gio habis dari mana?" Tanya Dion. Pria tua berumur setengah matang itu membenarkan posisi duduknya. "Aku tadi ke rumah temen aku pa" ucap Gio. Laki-laki memiliki hidung mancung itu mendekati papanya dan duduk di samping papanya.

"Dea mana?" Tanya Dion sekali lagi. "Dia di kamar atas" Dion hanya mengangguk paham.

"Papa mau ganti baju dulu ya" Dion tersenyum kepada anak sulungnya, lalu kemudian pria itu berdiri dan meninggalkan Gio yang sedang melihat punggung besar papanya.

"Kenapa papa nggak ngasih tau aku siapa yang udah bunuh mama?" Batin Gio.

***

Tap...tap...tap...tap...!!

Suara langkah kaki memasuki koridor sekolah, gadis cantik itu memiliki tubuh tinggi idaman.

"Billa!" Suara berat memanggil namanya, ia merasa terpanggil dan menoleh kebelakang.

"Tungguin gue!" Angga dan jaehan, kedua pemuda itu sedang berlari mendekati gadis cantik seperti Dewi Yunani.

"Yang lain mana?" Tanya Billa. Gadis itu  menatap Angga dan jaehan bergantian. "Itu, si Abang gue lagi jemput bidadari surga" ucap Angga cengengesan, Billa mengerutkan dahinya. Apa yang dimaksud dengan bidadari?

"Gak usah pura-pura gak tau deh" Angga mengibaskan tangannya di depan wajah cantik Billa.

"Gini, Arion lagi jemput Elsa. Masa gitu aja Lo gak tau?" ucap jaehan pemuda bertubuh bongsor itu menjelaskan kepada Billa. Billa hanya menganggukkan kepalanya dan detik kemudian Billa tersenyum jahil.

RAHASIA [ Selow Update ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang