Hai, aku update lagi, jangan lupa vote sama coment nya ya, biar aku semakin semangat untuk update nya.
•
•
•
Selamat membaca~
"Kak!" Bentak cowok berhoodie coklat itu, "Lo kenapa?" Tanya cowok yang duduk di sofa kamarnya, cowok itu terlihat tenang meski wajahnya bonyok.
"Lo apa-apaan sih!" Dea membentak kakaknya sendiri, "apa-apaan gimana?" Gio yang bingung menatap adiknya dengan aneh.
"Lo udah fitnah Arion" ucapnya, kali ini wajah gio benar-benar datar seperti triplek. "Apa hubungannya sama lo?"
"Lo tau gak Lo itu salah" Dea menunjuk-nunjuk wajah Gio yang duduk tenang di atas sofa. "Lo itu keterlaluan!" Bentak Dea sekali lagi, cowok itu hanya diam dan bergeming di tempatnya.
"Secara gak langsung, Lo udah ngambil Elsa dari dia" ucapan Dea pelan namun bisa di dengan oleh Gio, lalu cowok bersurai abu-abu itu berdiri mensejajarkan tingginya.
"Kalo gue mau ngambil Elsa terus Lo mau apa?" Ucap Gio menantang.
"gue kecewa sama Lo" ucapnya lalu Dea melenggang pergi meninggalkan gio yang menatap kepergian Dea.
Brak!
Dea menutup pintu kamar kakaknya, emosinya tak bisa lagi ia tahan, apa yang dilakukan kakaknya itu menurutnya sudah di luar batas.
"Arghh! Bangsat!" Umpatnya.
***
Setelah kejadian itu, Arion menjadi senang menyendiri, tanpa bicara, tanpa berkumpul di ruang tengah seperti biasanya.
Tok..tok..
"Gue masuk" tak menunggu jawaban dari Arion, Angga langsung masuk kedalam kamar Arion.
Angga melihat kakaknya sedang melamun di tepi ranjangnya, pemuda itu hanya menatap PS miliknya.
"Lo kenapa sih?" Tanya Angga pemuda itu menyeret kursi belajar kakaknya, "Lo udah ngomong sama dia?"
Tidak ada jawaban.
"Bang, Lo cari kek kerumahnya Jangan diem mulu" Arion menoleh cepat dan menatap adiknya.
"Gue udah cari kerumahnya dia gak mau ketemu sama gue" ucapnya parau, sebentar lagi ia akan kehilangan sahabat kecilnya.
"Lo coba sekali lagi" tegur adiknya, Arion hanya menghela napasnya dan ia bangkit dari duduknya.
"Mau kemana?" Tanyanya, "mau ke rumah elsa" ucapnya gontai. Angga hanya mengangguk.
Angga membiarkan kakaknya menyelesaikan masalah pribadinya, ia tidak akan ikut campur.
Arion sampai di garasi rumahnya, ia masuk kedalam mobil dan menancapkan gasnya sedang.
Sesekali ia menggerutu dan memukul setir mobil.
Arion memberhentikan mobilnya dan menatap rumah besar di depannya, ia turun dan memasuki area rumah itu. Lalu ia berhenti di sebuah pintu yang tertutup rapi, seakan-akan pintu itu menolak di buka untuknya.
Arion menekan bel itu, dan tak perlu menunggu lama pintu besar itu terbuka menampakkan seorang gadis cantik dengan rambut tergerai.
"Ngapain Dateng kesini?" Ucap Elsa sinis, gadis itu menatap Arion dengan alis yang berkerut di dahinya.
"Gue mau ngomong sama lo" ucapnya, Arion menatap gadis di depannya ini. "Mau ngomong apa lagi semuanya udah jelas" katanya, lalu Elsa ingin membanting pintu namun di tahan oleh tangan kekar Arion.
"Lo percaya sama dia gitu aja?" Perkataan Arion barusan membekukan Elsa di tempatnya, lalu gadis dengan kaos oblong putih itu menoleh.
Elsa mendadak membeku di tempatnya, lalu gadis rambut sebahu itu menoleh. "Lo punya bukti?" Tanyanya, dan sekarang Arion membeku.
"Gue emang gak punya bukti, tapi Lo harus percaya sama gue, Lo udah kenal gue sejak kecil" ucap Arion, ia menatap lekat kepada Elsa.
"Lo percaya sama orang yang baru Lo kenal, sedangkan gue. Lo kenal gue sejak kecil"
"Gue lebih percaya sama Gio dari pada Lo!" Bentak Elsa, "Lo mau bela dia?"
"Bahkan gue udah bela dia sejak kalian berdua baku hantam" ucap elsa, tangannya menunjuk-nunjuk wajah tampan Arion.
"Gue sama sekali gak pernah bilang kalau mau tidur sama lo" Arion mencekal lengan kurus Elsa, sehingga gadis itu berada tepat di hadapannya. "Yang bilang duluan adalah dia" Elsa masih tak mempercayai Arion. Tangan kekar Arion masih memegang lengan kurus Elsa.
"Terus Lo berharap gue bakalan percaya sama lo?" Elsa menghempaskan lengannya keras, "satu hal Lo harus tau" Arion menatap manik mata coklat milik Elsa.
"G-gue suka sama lo"
***
"Arghh!" Elsa berteriak frustasi, otaknya mendadak menjadi bleng, kata-kata Arion terus berenang di otaknya, ia tidak bisa menepis jauh-jauh kata-kata itu.
"Bi Elsa mau keluar sebentar" ucapnya tanpa menoleh kearah dapur. "Iya non hati-hati" kata bi Santhi.
Ia lebih baik pergi keluar rumah dari pada di rumah terus karena ia merasa sumpek.
Ia berjala terus seperti orang tanpa tujuan. Ia berhenti sejenak, ia melangkahkan kakinya menuju minimarket.
Elsa memasuki minimarket dan memilih beberapa minuman dan makanan, "Gio?" Elsa melihat seperti sosok gio di depannya, lalu ia mengikuti jejak anak laki-laki itu.
"Gio!"
"Elsa?" Gio terkejut karena Elsa yang berada di belakangnya secara tiba-tiba. "Lo ngapain disini?" Tanyanya.
"Beli makanan" ujarnya, lalu kedua insan itu berjalan menuju kasir.
Setelah ia membayar belanjaannya Elsa dan gio memutuskan untuk duduk de depan minimarket, kebetulan di sana ada sebuah meja dan kursi.
Mereka berdua duduk di sana, hanya canggung yang menimpali mereka.
"Lo besok sekolah sama siapa?" Tanya Gio, Elsa menoleh cepat. "Gue biasanya pesen taksi" ucapnya.
"Gimana kalo sama gue aja berangkat ke sekolah?" Gio seperti menawarkan tumpangan kepada Elsa. "Seriusan lo?" Tanyanya serius.
"Iya, dua rius malahan" Elsa dan gio sama-sama terkekeh.
Gio akan memanfaatkan situasi ini, untuk mendekati Elsa. Ia terlalu licik.
.
.
.
.
Bersambung....
.
.
.
.
Ide di otakku lagi hilang gak tau kemana, jadi aku nulis apa yang ada di otakku saja.
Btw, jangan lupa vote sama coment nya ya.
See you next part ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
RAHASIA [ Selow Update ]
Teen Fiction"Tahukah kamu tentang rahasia? Iya, rahasia yang di sembunyikan selama bertahun-tahun hingga puluhan tahun lamanya. Tapi di suatu hari nanti pasti akan terbongkar juga, karena rahasia itu bersifat sementara bukan permanen" "Jika ini adalah mimpi, to...
![RAHASIA [ Selow Update ]](https://img.wattpad.com/cover/269414212-64-k251179.jpg)