Aku mendumel didalam hatiku sambil memasukkan barang-barang bawaanku kedalam koper. Gimana tidak, ternyata ekspetasiku untuk bisa kerja sambil liburan di Jeju itu tidak seindah yang kubayangkan. Nyatanya aku hanya harus bekerja disini, tidak bisa menyelam sambil minum air T_T dan sekarang sudah waktunya kami kembali ke Seoul lagi.
Aku menyeret koperku keluar kamar hotel untuk membawanya ke lobi bersama dengan barang-barang para staff yang lainnya. Sebenarnya, masih ada waktu sekitar 3 jam lagi sebelum keberangkatan pesawat, tapi untuk berjaga-jaga kami semua beberes lebih awal. Fyi, hotel yang kami tempati juga dekat dengan bandara.
"Yoo Ra.."- aku menoleh tatkala seseorang memanggil namaku, ah ternyata Manager Yoon. Ia membawa dua botol minuman rasa dan memberikan satunya padaku. Aku menerimanya sambil tersenyum tipis dan tentunya tidak lupa berterimakasih.
"Gimana rasanya berada di Jeju?"- tanyanya, ia kembali mengambil botol yang tadi ia berikan dan membukakan tutupnya. Ugh, manis sekali hahaha padahal kan aku bisa membukanya sendiri.
"Biasa aja, disini juga buat kerja."- balasku dengan jujur, ya memang nggak ada yang special disini, aku hanya datang dan pergi untuk mengintilan si bulan sabit.
Manager Yoon terkekeh pelan seraya kembali memberi botol minuman yang telah ia buka padaku. "Ya kan suasananya berbeda dari Seoul."- katanya.
Aku meminum minuman rasa yang diberikan manager Yoon sebelum menanggapi perkataannya, "Not bad lah hehehe. Disini sejuknya alami banget."-
Manager Yoon melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya, "Kamu mau jalan-jalan dipinggir pantai sebentar?"- celetuknya membuat pandanganku seketika menuju padanya.
"Memang boleh?"- tanyaku antusias, ya memang hotel yang kami tempati dekat dengan pantai. Manager Yoon menganggukkan kepalanya, sepertinya ia tahu jika aku sedikit kecewa dengan ekspetasiku. Karena diantara yang lainnya, akulah orang yang paling semangat ketika diberitahu untuk pergi ke Jeju. Staff yang lain mah biasa aja, ya pantes sih, sampai sini juga gak bisa kemana-mana. Cuma bisa kerja, kerja, dan kerja. Kerja di dunia entertainment ternyata nggak seindah ekspetasi yang kulihat di televisi.
"setengah jam lagi, kamu harus udah ada di sini ya. Kalo nggak, ya kamu terbang sendiri ke Seoul."- peringatnya sebelum pergi meninggalkanku dengan senyum sumringah.
Apa? Kalian pikir aku bakal pergi berdua sama manager Yoon ke pantai? Ya nggaklah! Btw Manager Yoon itu tampan dan tinggi lhoh~ sesuai dengan perkataan orang-orang diluar sana bahwa SM ini adalah taman bunga. Hampir rata-rata staff disini goodlooking dan pekerja keras. Nggak heran kalo SM bisa sebesar ini, semua orang disini hebat, termasuk aku hahaha. Oke, kalimat terakhir abaikan saja.
Aku keluar dari hotel dengan bahagia, ugh udaranya sangat dingin padahal ini belum memasuki musim dingin. Angin khas laut bertiup sepoi-sepoi membuatku sangat bersemangat untuk menuju laut lepas. Aku berlari kejalan aspal yang dilalui kendaraan yang tak terlalu ramai itu dengan hati-hati, takut ketabrak. Aku melewati batu-batu yang ada dipinggir jalan, menuruni batu-batu yang sedikit licin itu agar bisa menuju bibir pantai.
Aku berlari kegirangan sambil mengambil selfie diriku disekitar bibir pantai bersama dengan ombak yang menari-nari terlihat seperti ingin mengejarku. Untung disini tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang di beberapa titik yang mungkin juga penghuni hotel yang aku tempati, jadi aku bisa tanpa malu untuk berteriak dan bermain bersama ombak-ombak.
Aku mengambil tongkat kayu yang tergeletak tak jauh dari tempat aku berdiri dan menggambarkan namaku dan nama Saeron di pasir. Aku tertawa sendiri melihat kekonyolanku karena aku menulis terlalu dekat dengan bibir pantai sehingga ombak dengan cepat menyapu tulisanku begitu saja. Aku kembali menulis dan segera memoto tulisanku sebelum kembali hilang dihapus oleh ombak-ombak yang nakal.

KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Rencard | Jeno Lee
RomanceLulus kuliah, apa yang harus kalian lakukan? Tentunya mencari pekerjaan, bukan? Ini kisahku, Na Yoora, sang freshgraduate yang sedang mencari pekerjaan di bidang PR Manager, tapi malah berakhir menjadi Asisten Idol. Daripada menjadi pengangguran, b...