Chapter 25 : Perawatan

99 7 0
                                    

Aku berbaring ditempat tidur, disampingku Sebastian sedang mengupas apel untuk aku makan, sedangkan Rakku pergi keluar untuk mencari informasi.

Sudah enam jam semenjak aku siuman dan sekarang berbaring ditempat tidur, melihat kearah jendela, dimana terlihat langit malam yang dihiasi bulan dan bintang.

"Tuan Muda, silahkan."

Aku menoleh dan melihat Sebastian meyodorkan tanganya yang memegang sepotong apel.

"Aaa... terima kasih."

Aku mengangkat kepalaku perlahan dan meraih apel itu, menggigit apel yang dipegamg Sebastian dan mengunyahnya.

Nyamm... nyamm...

"Lagi Sebastian," ucapku.

Sebastian kembali mengambil potongan apel dipiring dan menyuapkannya padaku. Aku memakan setiap potongan apel yang diberikan Sebastian.

Saat aku memakan beberapa potong apel beberapa Suara langkah kaki terdengar, seseorang datang dari balik tirai.

Seorang dokter di ikuti perawatnya datang ketempatku.

"Bagaimana?, apa keadaan Tuan Muda, sudah lebih baikan?"

Sambil terbaring, aku menjawab pertanyaan Dokter itu. "Saya baik-baik saja, tapi tubuh saya masih terasa sakit."

"Pada bagian mana rasa sakit itu terasa Tuan Muda."

"Saat saya bergerak, seluruh badan saya terasa sakit."

"Begitu."

Dokter itu melangkah mendekatiku dan dia memegang pergelangan tanganku lalu menggerakanya.

"Bagaimana, apa ada rasa sakit?"

"Sedikit Dok." Jawabku.

"Bagaimana dengan ini."

"A-aduh!, aduh sakit Dok!"

Ketika dokter menekan bagian rusukku, rasa sakit dapat aku rasakan dengan jelas.

Dia mengangguk dan berkata kepadaku. "Tulang rusuk anda patah."

Aku hanya bisa pasra mendengarnya, mengingat pertarunganku dengan pria berkepala pelontos itu, tidak mungkin mendapatkan luka yang ringan.

"Kalau begitu kita tinggal pakai healer saja," ucap Sebastian.

Dokter itu menggelengkan kepala. "Jumlah healer di Kota ini sedikit, karena kebanyakan dari mereka ditugaskan untuk perang sehingga butuh waktu untuk melakukan penyembuhan."

"Jadi begitu."

"Tidak Usah khawatir," kata dokter itu. "Kami susah melakukan pertolongan pertama terhadap setiap luka anda, dan besok akan ada healer yang akan menyembukan anda."

Aku terseyum kepada dokter itu dan berkata. "Terima kasih Dok."

***

Keesokan harinya, dirumah sakit.

"Aaaa!!!!..... Sakit!!!...... "

"Tahan Tuan muda," kata sebastian yang berdiri dibalik tirai dengan wajah Khawatir.

Dengan bertelajang dada Aku berbaring sambil meringis kesakitan saat seorang wanita paruh baya yang bertugas sebagai healer memberiku pengobatan.

"Tahan sedikit lagi, ya..." kata healer itu.

"Ta-ta-tapi..."

"Mohon tenalah dan bersabarlah."

"Saya tidak taa-aaarrkk...."

The Story of Mr.RigelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang