Keesokan harinya, pada siang harinya.
Di kamp militer Republik dekat hutan selatan, Ludwig melakukan rapat dengan para perwira. Dia berdiri dan mulai menjelaskan informasi yang dia dapatkan kepada para perwira.
"Baiklah semua,saya sudah mendapat laporan dari pasukan pertama yang sudah masuk ke dalam hutan."
Para Perwira mendengarkan dengan serius.
"Dalam tahap awal ini, kita mendapat sedikit gangguan. Pleton ketiga diserang oleh prajurit Kerajaan disisi selatan hutan," jelas Ludwig.
Semua orang dalam rapat itu terdiam sambil berpikir melihat kepeta.
"Lalu kita mendapat kabar jika Pleton pertama masih belum kembali,"
"Kolonel bukannya mereka pergi menuju wilayah kaki gunung," ucap Mayor Gordo.
Ketika Gordo mengatakan hal tersebut seluruh orang yang ada merasa curiga dan saling bertukar kata satu sama lain.
"Itu tempat dimana mereka bersembunyi," ucap salah saru perwira.
"Iya, apa mungkin mereka diserang," ucap perwira lainya."
"Harusnya mereka bergabung dengan pleton dua, akan tetapi pleton dua tidak melihat keberadaan pleton pertama sehingga Mereka meminta untuk mencari keberadaan pleton pertama," jelas Gordo
Ludwig melihat peta dan mencoba mencari solusi yang tepat.
"Saya menolaknya Karena alasan keamanan."
Gordo mengangguk. "Baik, akan saya sampaikan."
Ludwig kemudian mengambil sebuah surat yang ada pada sebuah domume.
"Tadi malam, surat dari atasan datang dimejaku. Isinya adalah perintah untuk menguasai hutan dalam kurung waktu seminggu," ujar Ludwig.
Orang-orang ditenda itu terkejut mendengarnya.
"Seminggu?..." kejut Gordo yang langsung menerima surat yang diberikan oleh Ludwig, dia membacanya.
Sambil memengang surat ditanganya Gordo berkata. "Waktunya sangat singkat, apa yang dipikirkan petinggi sehingga kita harus menguasai hutan ini sesingkat itu?".
Wajah Wajah Ludwig terlihat penuh dengan perhitungan.
"Nampaknya rekan kita disebelah barat dan timur sedang kesulitan untuk menerobos pertahanan musuh. para petinggi berbikir untuk menjadikan hutan sebagai jalan untuk melakukan serangan kejutan,"ujar Ludwig.
Ludwing kemudian mengambil dokumen yang dia bawa bersama surat tadi.
"Atasan sudah memberikan kita rute tercepat untuk bisa bergerak dihutan."
Gordo melihat Dokumen yang berupa peta dengan garis yang menunjukan beberapa rute menuju barat atau timur.
"Seperti biasa atasan punya caranya sendiri ya... dan jika kita sudah memikiki rutenya maka selanjutnya adalah strateginya, kan."
Ludwig menjawab pertanyaan Gordo. "saya akan menyebar beberapa pasukan-pasukan kita dibeberapa rute, agar pasukan kita tidak menumpuk pada satu jalur saja dan dengan cepat bisa melewati hutan.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Story of Mr.Rigel
FantasiBercerita tentang seorang karyawan sebuah perusahaan yang menjalankan tugasnya untuk pergi mengambil uang di Bank bersama rekanya. Namun, nasib buruk menimpanya, nyawa dari karyawan itu harus berakhir ditangan seorang perampok yang menghadang perjal...