Vote dulu sayang, Satu vote gak bakal bikin kalian rugi, right?
Happy Reading ♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
๏๏๏
Gavin sudah sampai di mansion, ia berjalan masuk kedalam, dan langsung menuju ke kamar nya,
Terlihat Ica yang sedang tertidur, Gavin mendekat, dan melihat mata Ica yang sembab, sudah dipastikan karna menangis,
Selimut yang Ica pakai tergulung di bawah dan mata Gavin melihat bercak darah di sana, Gavin pun terkejut, dan langsung membangunkan Ica
"Bangun" Ucap Gavin sambil mengguncangkan tubuh Ica,
"Engghh"
"Lohh, om kok udah pulang"tanya Ica sambil mengucek matanya,
"Ayo ke rumah sakit"ajak Gavin dengan raut yang tidak bisa diartikan
"Ngapain?" tanya Ica
"Kamu sakit, ini ada darah, buruan" ucap Gavin sambil menunjuk darah yang ada di sprai,
Ica mengikuti arah yang ditunjuk Gavin, matanya seketika membulat dan buru buru menutup bercak darah itu dengan selimut,
"Em anu, ini bukan apa apa kok om"balas Ica dengan malu, bisa bisanya Gavin melihat darah menstruasinya,
"Bukan apa apa gimana, bibi bilang kamu sakit, saya udah jauh jauh pulang, dan sekarang ayo ke rumah sakit" Ucap Gavin yang beranjak berniat menggendong Ica, namun ditahan oleh Ica,
"Omm gak mau" rengek Ica
Gavin menatapa dengan tajam ke arah Ica, Ica yang ditatap seperti itu pun menciut,
"Om dengerin dulu ihh" cegah Ica
"I-itu darah haid "jas Ica dengan memelankan kata terakhirnya,
Gavin mengerutkan keningnya? What the hell, jadi ia tidak sakit parah?
"Gak perlu ke dokter, ini hanya nyeri saja" lanjut Ica sambil memegangi perutnya yang kembali terasa nyeri,
Gavin tak berkomentar, menatap Ica dengan datar, lalu ia berbalik meninggalkan Ica menuju closet,
Ica bernapas degan lega, beberapa menit kemudian ia keluar dengan pakaian santainya,
Ica masih meringkuk, memegangi perutnya, sambil memejamkan matanya erat, perutnya kembali sakit karna terbangun dari tidurnya,
Gavin berjalan mendekati ranjang, menyentuh tangan Ica yang memegangi perutnya,
"Apakah sakit sekali?" tanya Gavin, dan di balas dengan anggukan oleh Ica,
"Kau yakin tak ingin ke rumah sakit?" Ica hanya menggelengkan kepala tanda tak mau,