KOMEN DISETIAP PARAGRAP, NANTI BAKAL CEPET UP, OKEEE!!
Happy Reading ♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
๏๏๏
Pagi ini Ica sudah kembali dengan kegiatan sehari harinya yaitu kuliah, dan sekarang ia tengah duduk dikursi sebelah pengemudi, sebab ia diantar oleh suaminya menuju kampus.
"Ingat! Jangan ge-"
"Jangan genit, jangan dekat laki laki, jangan lirik siapapun" Ica memotong perkataan Gavin, ia bahkan sampai hapal, Gavin berbicara seperti itu sudah pulahan kali,
"Hm bagus" Ica memutar bola matanya jengah.
"Sekarang kasih aku sesuatu" pinta Gavin.
Ica menukikkan alisnya "Sesuatu apa?"
Gavin tak menjawabnya, namun ia memegang bibirnya sendiri dengan jarinya, Ica melihat kelakuan Gavin, ia lngsung paham, dengan mencondongkan badannya Ica mengecup bibir Gavin.
"Sudah"
"Singkat sekali"
"Lalu bagaimana?" Kesal Ica
"Aku ajari cara berciuman yang benar"
Gavin menarik tengkuk Ica, menyatukan kedua bibir keduanya, Gavin memiringkan sedikit kepalanya, mengecup ringan bibir mungil istrinya, dan dengan pasti menyesap bibir tersebut. Yang awalnya lembut kini sudah berubah menjadi menuntut, Ica yang merasa kehabisan pasokan udara pun memukul dada bidang suaminya.
"Ini bukan ciuman yang benar, tapi cara membunuh dengan perlahan" Ica menatap Gavin yang sedang mengelap bibirnya sensual dengan sebal.
"Tapi nikmat bukan?" Gavin tersenyum dengan jail.
Ica memutar bola matanya malas, mesum sekali ternyata sosok suami yang dulunya dingin tak tersentuh ini "Sudahkan? Aku keluar"
Gavin mengangguk dan Ica langsung menyalimi suaminya, setelah itu Ica keluar dari mobil dan menuju gedung fakultas, Gavin yang melihat Ica sudah berlalu pun tersenyum tipis, lalu menghubungi seseorang melalui telfon
"Hallo Ger"
"Ya, kenapa Gav?"
"Handle pekerjaanku untuk hari ini, aku tidak ke kantor"
"Oke, memangnya kau mau kemana? Bukankah tidak ada jadwal keluar?"
"Ada urusan"
Gavin mengakhiri sepihak, Gerry yang sudah terbiasa dengan sikap bossnya ini pun hanya bisa mengelus dadanya.
"Untung lu bos gue" gerutu Gerry.
Setelah memastikan pekerjaannya, Gavin langsung tancap gas menuju tempat yang ia tuju.