
Happy Reading
๏๏๏
Pagi ini Ica sudah bergelut didapur, terpampang jam masih menunjukkan pukul 05:00, ia memang sengaja bangun sepagi ini untuk memasak, ia ingin membuktikan pada Gavin kalau ia bisa memasak, dan Gavin tidak perlu lagi memakan makanan sialan dari wanita ular itu.
Mumpung masih sepi, Ica memang sengaja bangun sepagi ini, karna jika Gavin ataupun bi Asih liat, mereka akan melarangnya mendekati dapur. huhh menyebalkan!
Baiklah, berhubung Ica baru belajar sekali dengan mommynya, maka ia akan memasak apa yang pernah mommy ajarkan dengan dibantu tutorial digadget, Ica akan memasak ayam kecap pedas manis.
Pertama tama, mengambil ayam dipendingin, setelah itu ia biarkan terlebih dahulu agar ayamnya melunak, sembari menunggu ayamnya, Ica menyiapkan bumbu bumbu yang harus dihaluskan.
"Ini yang mana jahe, yang mana lengkuas yaa?" dengan memegang Hp ditangannya Ica kembali mengotak atik hpnya guna mencari perbedaan jahe dan lengkuas.
Setelah sudah bisa membedakan, Ica kembali dipusingkan dengan bumbu yang lainnya.
"Ini ketumbar sama mrica kok sama?? Aduh gimana ya?" ia kembali menserching perbedaan kedua bumbu tersebut,
Setelah semuanya sudah lengkap, barulah Ica memotong ayam, menghaluskan bumbu, dan Ica tentu saja sangat kesusahan karena ini kali pertamanya memasak seorang diri, namun dengan tekatnya ia harus bisa.
"Nona sedang apa anda dimari?" bi Asih mengejutkan Ica, bi Asih tak kalah panik melihat majikannya berada didapur, terakhir kali ia membuat kesalahan dengan membiarkan majikannya berada didapur, bisa bisa ia dimarahi habis habisan oleh tuan Gavin.
"Ica lagi masak bi" Jawab Ica kembali fokus pada masaknnya.
"Biar bibi saja yang melanjutkan non, non Ica istirahat saja" bi Asih mendekati Ica, namun Ica melarangnya.
"No, bi Asih yang istirahat saja biar Ica yang memasak"
"Tapi non, nanti tuan akan marah" tukann, mereka meremehkan Ica,
"Tidak akan, lebih baik bi Asih ngerjain yang lain oke, Gavin tidak akan memarahi bi Asih, percaya pada Ica"
"Tapi non-"
"Tidak ada tapi tapian, bi Asih kerjain yang lain"
Dengan berat hati bi Asih meninggalkan nona mudanya, tidak jauh jauh, bi Asih masih bisa memantau Ica dari ruang makan sembari mengelap meja.
Ica juga kembali bergelut dengan masaknnya, sejam berlalu, tak terasa tinggal menunggu ayamnya matang saja, saat sedang menunggu Ica dikejutkan dengan teriakan yang mengagetkan dirinya.
"ICA?? SAYANGG!!"
Ica dan Bi Asih sama sama berpandangan, lalu melihat kearah tangga, terlihat Gavin yang tergesa gesa menuruni anak tangga dengan muka bantalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Husband
RomantikWARNING!! ⚠️ Gimana jadinya seorang gadis yang manja, childish, disatukan dengan sosok pria dingin minus ekspresi semacam Gavin? ** "Mau ngapain kamu? " tanya Gavin. "Mau berkebun, ya tidur lah" jawab Ica sinis. "Siapa yang suruh kamu tidur disin...
