Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
๏๏๏
"Oh iya, ke pasar malam yuk om!!"
"Apa?" tanya Gavin tak salah dengar kan?
"Ke pasar malam" ulang Ica
"Gak" sudah Ica duga Gavin akan menolak
Gavin beranjak dan menuju kursi kebesarannya.
"Ayolah om" bujuk Ica.
"Gak"
Ica berdecak kesal "kemarin pas Ica sakit perut katanya mau nurutin apapun, kalo mau makan" pancing Ica
Gavin merutuki ucapannya kemarin, inilah akibat jika tidak berfikir sebelum bertindak.
"Om gak lupa kan??"
"Yang lain" tawar Gavin yang sudah sibuk mengerjakan beberapa berkas
"Gak mau, maunya ke pasar malam" rengek Ica.
Gavin memijit pelipisnya pusing
"Pasar malam?" tanya seseorang dari arah pintu,
"Ketuk dulu Gerry" gertak Gavin pada Gerry yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,
Gerry tak menanggapi malah berjalan menghampiri Ica untuk duduk di sebelah Ica,
"Ikut dong, dah lama gue gak ketempat begituan" Gerry memulai pembicaraan dengan Ica.
"Om mau ikut?" tanya Ica, moment pas untuk memanas manasi Gavin nih.
Ica mengedipkan matanya ke Gerry yang tidak bisa dilihat oleh Gavin, karena Ica kini menghadap Gerry yang ada disebelahnya, Gerry yang mengerti arti tatapan itu pun tersenyum miring.
"Kenapa tidak, kita bisa main wahana yang seru disana, bukankah begitu?" Gerry juga melancarkan aksinya sambil menatap sini Gavin yang menatapnya datar.
Ica mengangguk antusias "Iya bener banget, nanti kita bisa naik bianglala yakan? Kaya orang orang pacaran gitu, pasti seru" ucap Ica
Gavin mendelik tajam ke arah dua manusia yang sedang berbicara itu.
"Em, suami lo gimana?" pancing Gerry sambil berbisik, walau masih bisa didengar oleh Gavin.
"Oo om Gavin? Dia gak mu ikut katanya om" jawab Ica
"Bagus dong, kita bisa pergi berduaan" Gerry tersenyum licik pada Gavin,
"Tidak!!" Ica dan Gerry saling berpandangan, rencananya berhasil kah?
"Apanya yang tidak?" tanya Gerry
"Gak ada yang pergi" sentak Gavin.
"Lah kenapa, katanya lu gak mau, yaudah istri lo, biar gue aja yang nemenin, yakan cantik" ucap Gerry sambil mengedipkan matanya genit, Ica pun mengangguk antusias.