#20 bajingan pasar

39.1K 4.9K 221
                                        

Happy reading
Vote and comments guys
Thank you💗
.....

Pagi ini Fatimah akan pergi ke pasar, ia menolak ketika umi Ami menyuruh Nayla menemani nya ia ingin sendiri kepasar tak ingin mengambil waktu pelajaran adik iparnya.

"Bu udang nya 2 kilo ya sama ikan cakalang nya 1 kilo sama ikan gabus sama ikan cakalang nya ya bu"Fatimah menunjuk ikan yang ingin ia beli.


Fatimah beralih ke penjual sayur sayuran, dia mencari sayur yang segar.Fatimah membeli kangkung langganan pesantren lalu bayam jagung manis dan brokoli nya.lalu Fatimah membeli tomat, wortel dan kol.

Fatimah bersiap pulang tapi satu preman hampir melecehkan dirinya, tiba tiba ada lelaki yang ingin memegang dada Fatimah tapi tangannya di pelintir oleh seseorang di belakang Fatimah.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Fatimah syok ketika ia hampir di lecehkan ia berbalik melihat siapa pria yang menghajar preman di sana.Fatimah melotot kaget ketika melihat Faqih menonjok preman tadi hingga pingsan.

"Faqih! Udah dek berhenti!"ucap Fatimah menarik pelan Faqih ia takut Faqih brutal memukuli preman tadi.

"Mbak nggakpapa? "Tanya Faqih menatap khawatir mbaknya

"Nggakpapa dek mbak nggakpapa"jawab Fatimah pelan.

Saat ingin membantu preman tadi tiba tiba ibu penjual di depan sana menyuruhnya meninggalkan nya biarkan dia tergeletak di sana. Faqih segera membawa mbaknya pulang ke pesantren, sedaritadi Faqih mengikuti mbaknya ia takut terjadi apa apa sama mbaknya ia sudah di beri perintah menjaga mbaknya dengan baik.

Fatimah masih syok hingga sekarang, melihat mbaknya masih kaget ia memarkirkan mobilnya di depan Alf*mart membelikan air dan susu hamil untuk Fatimah, Faqih benar benar menjaga mbaknya ia tak mau ada tangan pria lain menyentuh milik abangnya.

"Ini mbak minum dulu,"ucap Faqih memberikan sebotol air minum, Fatimah terkejut ketika melihat ia sedang berada di Alf*mart.

"Eh! Makasih dek!"Fatimah segera meminum air yang di berikan Alzam

Setelah itu mereka kembali pulang ke pesantren. Fatimah bingung apa Faqih sedang izin atau tidak.

◽◽◽

Fatimah kini sudah berada di dapur memasak untuk makan siang. Ia memasak sayur jagung Bayam dan perkedel udang tepung. Sedangkan umi Ami memasak sambal terasi untuk pelengkap ikan bakar.setelah ia memasak, Fatimah izin kembali ke kamarnya lalu membersihkan dirinya lalu memakai gamis hitam nya yang selalu ia pakai saat di rumah dan tentunya Khimar yang selalu ikut di kepalanya.

Fatimah menatap langit dari jendela sambil mengusap perutnya yang sudah membuncit. Fatimah tersenyum hangat menatap perutnya yang di huni seseorang yang belum di ketahui jenis kelamin nya. Membayangkan nya saja seorang anak kecil berlarian ke sana kemari sudah membuat nya terhibur.

"Umi kangen sama abi kamu nak, baru sehari saja umi sudah sangat merindukannya"ucap Fatimah pelan mengusap perutnya.

Fatimah berwudhu dan membaca surah Yusuf sambil mengusap perutnya terus menerus. Tak sadar adzan dhuhur sudah tiba segera Fatimah mengambil mukenah nya lalu sholat di kamarnya setelah itu ke dapur bersiap untuk makan siang bersama.

Setelah makan, Fatimah duduk di ruang tamu bersama umi abi. Ia mengambil kitab Tarikh milik Nayla membacanya hingga tak sadar kini masuk waktu ashar.sedari tadi ia sangat fokus membaca hingga melupakan jam untungnya ada umi Ami yang menepuk pundaknya.

"Nak ayo sholat sudah adzan ashar"ucap umi sudah siap dengan mukenah nya bersiap berangkat bersama suaminya ke masjid.

"Yaudah umi, Fatimah sholat di rumah aja"ucap Fatimah di angguki abi dan umi.

Segera Fatimah berwudhu kembali lalu sholat ashar kembali membaca Al-Qur'an nya.

Sorenya Fatimah dan Nayla duduk di depan ndalem melihat para santri yang sedang bermain bola dan bercerita cerita di depan asramanya.

"Mbak tau nggak? Ilman yang kelas 12 itu sahabat nya bang Faqih genit banget sama Nayla"ucap Nayla mengubah wajahnya menjadi julid

"Kenapa begitu dek? "

"Dia suka ngegodain terus suka lemparin surat kalau Nayla lagi nge jemur baju di lantai paling atas asrama putri"ucap Nayla lagi

"Terus kamu ambil nggak suratnya? "Ucap Fatimah mulai menggoda adik ipar nya.

"Nayla ambil terus lempar ke tong sampah yah walaupun tuh orang ganteng tapi Nayla lebih memilih Gus Arvan"ucap Nayla keceplosan ia kaget ketika mendengar tawa mbaknya yang mendengar ucapannya.

"Ciee yang katanya no like like sama Gus Arvan sekarang malah milih dia"ucap Fatimah mencolek hidung Nayla, ia tertawa pelan melihat pipi merah Nayla.

"Mbak ih! Jangan bocorin ke siapa siapa ya!"ucap Nayla pelan ia sudah malu sekarang.

"Iya iya! Mbak nggak bocor kok"ucap Fatimah mengusap kepala Nayla yang tertutup khimar.

Mata Nayla melotot melihat pria yang ia bicarakan berjalan ke arah ndalem bersama kyai Abraham, abi nya.bersamaan dengan kyai Abdul berjalan menghampiri kyai Abraham.

"Assalamualaikum pak kyai!"kyai Abraham menyalami pak Kyai Abdul

"Waalaikumusalam!"

Arvan menyalami tangan kyai Abdul lalu mereka bertiga masuk dan melewati Nayla dan Fatimah.Fatimah menatap Gus Arvan yang melirik Nayla yang menatap ke arah santri putra yang lewat di depan ndalem.

"Ekhem! Tadi Gus Arvan liatin kamu loh dek"bisik Fatimah membuat Nayla salah tingkah.

Gus Arvan, lelaki yang kini berusia 15 tahun ia adalah anak dari kyai Abraham.Gus Arvan adalah cucu dari Habib Alman sepupu jauh habib Ali, kakek Alzam.

"Ih mbak! Nggak boleh masih bocah!"ucap Nayla berusaha menghindari godaan mbaknya.

Dug!

"Auhh! Umi!"Nayla tak sengaja terkena bola yang melayang mengenai kepalanya.

Nayla berlari ke ndalem, ia menahan sakit di kepala nya sedangkan Fatimah mengurus santri yang menendang bola mereka sudah panas dingin sekarang.

"Umi hiks!"Nayla melupakan bahwa di samping nya ada Gus Arvan.

"Kamu kenapa nak? "Tanya umi khawatir melihat anaknya yang menangis.

"Santri yang main bola, bola nya kena kepala Nayla mi"ucap Nayla menyembunyikan wajahnya di perut umi nya.

Arvan melihat Nayla dengan tatapan yang sulit di artikan. Rahang nya mengeras ketika mendengar Nayla menangis ia rasanya tak ingin melihat setetes pun air mata Nayla terjatuh.

"Udah nggakpapa mungkin nggak sengaja nak"ucap Umi mengelus kepala anaknya

"Abi..marahin hiks!"adu Nayla pada Abinya, sedangkan Abi nya hanya mengelus kepalanya saja lalu tersenyum.

"Nayla di belakang kamu ada Gus Arvan loh nggak malu? "Ucap abi menatap Arvan yang sedang melihat Nayla dengan raut wajah yang sulit di artikan.Nayla melotot kaget ketika mengingat sekarang.

Nayla segera berlari menuju kamarnya dan merutuki apa yang sudah ia lakukan tadi, ia benar benar malu sekarang.

◽◽◽◽

GUS ALZAMKUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang