#8 istri gus Alzam??

71K 6.4K 86
                                        

Happy reading
Vote and comments guys
Thank you💗
.....

Alzam terus menerus menatap wajah istrinya hingga tak sadar istrinya sudah menyelesaikan hafalannya. Fatimah menatap suaminya yang sedaritadi memperhatikan nya.Fatimah tersenyum manis melihat Alzam yang sedaritadi menatapnya tanpa henti.

"Abang..kenapa lihatin Fatim gitu?"ucap Fatimah pelan.

"Ya Humaira,"Alzam tersadar Fatimah menanyakan sesuatu padanya.Fatimah tersenyum manis menatap Alzam yang mengucapkan kedua kata tadi membuat jantung nya kembali berdegup kencang

Fatimah berdiri bersiap memasakkan untuk makan siang nanti, melihat itu Alzam cemberut ia ingin lebih lama dengan istrinya tapi karena Fatimah kekeuh ingin ke dapur ia merasa tak enak dengan umi yang setiap hari mengerjakan tugas rumah.

"Mau kemana?"tanya Alzam ketika melihat istrinya berdiri.

"Ke dapur abang mau masak,"ucap Fatimah pelan membuat Alzam cemberut.

Kini Fatimah sudah berada di dapur bersiap memotong udang, hari ini ia akan memasak udang tepung goreng dan capcay ayam bakso dan sayur tumis kangkung tak lupa dengan ikan goreng.Fatimah memulai menurunkan bahan masakan yang sudah ia cuci dan potong lalu memotong kembali udang yang akan ia goreng nantinya.

Alzam yang mencium aroma masakan yang enak segera berjalan ke arah dapur mendapati istrinya yang sedang menurunkan udang ke minyak panas.senyum Alzam terbit melihat itu dengan cepat ia berjalan ke sana lalu melingkarkan tangannya di pinggang Fatimah, Fatimah yang merasakan itu terkejut tapi setelah suara suaminya ia dengar Fatimah sudah tak merasa terkejut lagi.

"Abang mah bikin Fatim kaget terus!"ucap Fatimah melanjutkan menggoreng nya.

Setelah itu Fatimah berbalik lalu mengelus punggung Alzam.Fatimah bingung melihat Alzam yang manja, waktu pertama ia lihat lelaki di pelukannya ini sangat dewasa dan terlihat dingin tapi di balik semua itu ada sifat manja dan bocahnya di sana.

"Abang kenapa?"tanya Fatimah mengelus rambut Alzam.

"Kangen sama istri abang,"gumam Alzam membuat Fatimah terkekeh geli.

"Abang duduk aja ya Fatim mau masak,"ucap Fatimah mengelus rahang tegas milik Alzam.Alzam yang mendapat perlakuan seperti itu segera mengangguk moodnya kembali bagus.

Kini makanan sudah tersaji di atas meja makan, semua orang yang di ndalem segera keluar berjalan ke arah dapur melihat makanan yang bisa membawanya ke sana.umi dan abi menatap Alzam yang menenggelamkan wajahnya di perut Fatimah yang sedang berdiri membuat senyum abi dan umi terbit.ia baru melihat betapa manja nya anaknya yang terlihat dingin di luar tapi berbeda ketika ia sudah bersama Fatimah.

"Alzam..makan dulu baru manja manjaan ke istri,"ucap abi membuat Alzam tersadar begitu juga dengan Fatimah.keduanya kaget ketika melihat sudah ada abi dan umi nya yang tersenyum melihat tingkah keduanya.

"Maaf umi abi,"ucap Alzam dan Fatimah pipi keduanya kini merah merona di buatnya.

"Udah makan nak kamu ada panggilan di masjid An-Nisa nanti setelah sholat Maghrib untuk ceramah,"ucap abi segera di angguki Alzam.

Fatimah mengambilkan nasi untuk suaminya lalu lauk pauk yang sangat menggoda, bahkan Alzam yang tak menyukai udang kini ia menyukai nya karena memakan masakan Fatimah.Alzam pertama kali tak menyukai udang ketika ia memakannya di acara pernikahan melihat bentuknya saja ia tak suka kini berbanding terbalik ia sangat menyukai tekstur nya.

Setelah makan, Alzam membawa Fatimah kembali ke kamarnya.mengajak Fatimah ikut ke tempat ia akan ceramah.Fatimah segera mandi dan memakai abaya gamis berwarna biru muda dan Khimar berwarna hitam benar benar cocok di kulit putih Fatimah.Alzam segera bersiap menggunakan baju gamis pria berwarna hitam lalu luarannya berwarna merah maroon dan sorban putih terlilit di kepalanya, benar benar menambah ketampanan nya.

Tiba tiba saja hujan turun mengguyur kota Bandung Alzam meminta tolong pada Anam agar mendekatkan mobil ke depan ndalem.Alzam mengambil sorban yang berada di pundaknya lalu melebarkan nya dan memberikan nya di stas kepala Fatimah agar istrinya tak terkena air hujan.Fatimah melingkarkan tangannya ke pinggang Alzam memeluknya dari samping lalu berlari kecil masuk ke dalam mobil.semua santri penasaran dengan wajah istri gus Alzam tapi sayangnya wajahnya tertutupi dengan sorbannya.padahal mereka semua sidah menunggu sedaritadi ketika tau Gus Alzam akan membawa istrinya ikut ceramah.

"Gagal sudah melihat wajah istri Gus tampan kuh!"ucap Mera teman sebangku nya Nayla.

"Coba deskripsikan kakak iparmu Nayla penasaran kita loh"ucap Leani menatap Nayla yang terlihat santai.

"Cantik Sholehah tuh lah!"jawab Nayla dengan santai nya sambil memakan cilok pedasnya.

"Ya itu pastinya!wong kakakmu ganteng sholeh pasti dapetnya yang sebanding lah!"ucap Amel kesal.

"Ya teros ku harus deskripsikan kek mana lagi nah?!".ucap Nayla ikut merasakan kesal.

"Cantiknya kek mana?kek Ustadzah siapa?"ucap Mera menambah emosi Nayla.

"Iya kek ustadzah Fatim cantiknya!"jawab Nayla berdiri lalu berlari ke arah galon air.

"Apa jangan jangan ustadzah Fatim?!"tebak Amel heboh dengan segera Nayla menarik ke 2 sahabat nya ke dalam kamar.

"Udah tau kan siapa istrinya abangku?"ucap Nayla meminum air yang tadi ia ambil.

"B-bener ustadzah Fatim?!"ucap Amel menutup mulutnya shock.ucapannya di angguki Nayla dengan santai.

"Allhamdulillah! Ustadzah geulis yang berhasil!"triak Amel membuat Nayla dan juga Mera melotot kaget

"Emang kenapa woy!"

"Kalian nggak tau? Ustadzah Aliya kan demen sama Gus Alzam,"ucap Amel pelan ucapannya membuat Nayla dan Mera kembali kaget.

"Ha?!"

"Beneran ih! Aku pernah liat loh ustadzah Aliya nontonin di YouTube ceramahnya Gus,"ucap Amel semakin membuat kaget Nayla Dan merah meledak.kayak petasan aja.

"Tapi kayaknya kata Amel bener deh Nay soalnya dilihat dari gerak gerik nya kalo Gus Alzam dateng pasti gimana gitu ustadzah Aliya,"Mera membetulkan ucapan Amel.

"Udah ih! Sekarang mending bersih bersih."Mera kembali menarik kedua sahabatnya berjalan ke belakang mengambil sapu.

"Eh tapi beneran Ustadzah Fatim istrinya Gus Alzam?"ucap kembali Amel membuat kedua sahabatnya menghela nafas.

"Serah kamu deh mel! Nggak percayaan banget jelas jelas Nayla udah ngomong!"ucap Mera kesal.

◽◽◽◽

◽◽◽◽

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
GUS ALZAMKUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang