#17 kesedihan Fatimah

49.3K 5.1K 22
                                        

Happy reading
Vote and comments guys
Thank you💗
.....

Pagi ini mertua Alzam datang, mereka datang karena dirinya mengetahui anaknya sedang mengandung sekarang.

"Assalamualaikum!"

"Waalaikumusalam!"

"Umi abi!"Fatimah menyalami kedua orangtuanya lalu memeluk nya erat ia begitu rindu dengan mereka berdua.

"Anak abi.."Ahmad mencium puncak kepala anaknya

"Cucu umi.."aidar mengusap perut Fatimah.

"Assalamualaikum umi abi!"Alzam menyalami mertuanya lalu berdiri di samping Fatimah.

"Waalaikumusalam!"

"Umi sama abi kamu mana nak? "Tanya Ahmad pelan.

"Masih di masjid bi, mungkin lagi murojaah,"jawab Alzam di angguki keduanya.

"Bentar ya mi Fatim buatin minum dulu,"ucap Fatimah pelan.

"Air putih aja nak!"

Fatimah mengambilkan 3 botol air ke meja lalu duduk di samping Alzam yang sedang bercerita dengan abi Ahmad, Fatimah menyimak apa yang di bicarakan oleh abinya dan umi dan suaminya Fatim tidak paham.

"Ah iya Alzam kata kyai zhaman kamu akan berangkat ke Tarim benar itu nak?"Ucap Abi menatap lekat menantu nya

"Benar abi, Alzam akan kesana bulan depan,"ucap Alzam pelan.

"Berapa lama kamu di sana nak"

"Alzam belum tau abi, Alzam hanya tinggal menunggu laporan dari Habib Mumtaz,"Ucap Alzam pelan menatap mertuanya

"Abang mau ke tarim?"Tanya Fatimah menggenggam tangan Alzam.Alzam mengangguk menjawab pertanyaan istri.

"Abang katanya nggak mau tinggalin Fatim.."ucap Fatimah mulai serak menahan tangisnya.

Alzam menarik pelan istrinya ke dalam pelukannya, ia juga memikirkan nya sedari kemarin.seharusnya dia tak mungkin meninggalkan Fatimah yang sedang hamil, nantinya di saat Fatimah sedang mengidam harusnya dia yang berada di dekatnya tapi bagaimana lagi panggilan nya ke Tarim sudah ada.

"Fatim..umi tau perasaan kamu nak, berat sekali ditinggalkan saat di waktu waktu sedang hamil tapi kita sebagai istri harus mengerti tugas suami kita, disana dia tidak bersantai santai tapi malah sangat sibuk karena Nak Alzam akan menghadiri acara lalu dia harus mengajar di sana beberapa bulan. InsyaAllah Alzam menemani kamu melahirkan anakmu nak"ucap Umi memeluk putrinya yang menangis.

"Assalamualaikum!"

"Waalaikumusalam!"

"Loh loh? Istrimu kenapa Zam kok nangis? "Ucap umi Ami khawatir segera ia menyusul Fatimah yang berada di pelukan Aidar.

"Fatim menangis mengetahui Alzam yang akan berangkat ke Tarim Mi"jelas umi Ayi.

"Abi apa tidak bisa di gantikan Alzam dengan Gus Syahri? "Ucap umi menatap memohon pada suaminya.

GUS ALZAMKUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang