#23 tidak ada kabar

36.6K 4.5K 63
                                        

Happy reading
Vote and comments guys
Thank you💗
.....

Tepat 2 bulan kepergian Alzam ke Tarim, Fatimah Benar benar seperti kehilangan sebagian dunianya tapi saat ia merindukan suaminya ia mengambil Al-Qur'an nya lalu membacanya agar melupakan sedihnya dan kembali tenang, Al-Qur'an lah yang selalu membuat nya bahagia ketika ia bersedih.

Kini Fatimah sedang duduk di samping Nayla dan Faqih dan umi abi nya, mereka membicarakan tentang Alzam yang sama sekali tak menelpon mereka padahal ini sudah 2 bulan ia sama sekali tak pernah mengabari orang di pesantren. Mereka semua khawatir tentang Alzam, hp Gus Amir juga tidak aktif. Fatimah berusaha tetap tenang ia berusaha tak menangis di depan mertuanya dan adik iparnya.

Besok dimana mertuanya dan abi nya akan berangkat ke Palestina, waktunya di undur kemarin karena banyak kyai yang sedang sibuk.

"Abi apa tidak bisa kita hubungi orang di sana? "Ucap Umi kini sudah menangis ia sangat merindukan putranya.

"Tidak bisa umi, abi tidak mengambil nomor nya"jawab abi mengotak atik hpnya.menelpon semua orang yang berangkat ke sana.

Salahsatu kyai sahabat kyai Abdul yang ikut kesana mengirimkan pesan bahwa banyak orang Indonesia yang berangkat ke sana menikahi para gadis di sana, kyai Abdul menanyakan kabar anaknya tapi kata sahabat nya itu dia tidak pernah melihat anaknya. Orang yang menikah dengan gadis di sana akan di bawa ke rumah si wanita dan tinggal di sana. pak kyai Abdul sudah berpikir kemana mana.

"Nayla antar mbak mu ke kamar nak"ucap abi pelan langsung di angguki Nayla.

"Mbak ayo.."

Kini Fatimah sudah berada di kamarnya. Ia tiba tiba mengantuk sekarang ia memilih tertidur sambil memeluk guling nya.

"Kyai Mustafa bilang banyak pemuda Indonesia yang menikah lagi di sana.."ucap abi pelan. Umi, Faqih dan juga Nayla terkejut mendengar nya.

"Alzam menikah lagi di sana? "Tanya umi pelan

"Abi juga belum tau umi tapi hampir semuanya pemuda yang di kirim ke sana menikah kembali tanpa persetujuan dari keluarga pria"ucap abi ia juga pusing sekarang.

"Kita tunggu aja kabar dari sana kalau memang benar abi akan memberitahu Fatimah"ucap abi memutuskan semuanya.

Semuanya sudah pergi kembali ke kamarnya masing masing hanya ada Nayla yang memikirkan nantinya setelah Fatimah tau. Nayla menangis memikirkan perasaan Fatimah, ia takut sekarang.

"Abang jahat! Kalau memang itu terjadi!"gumam Nayla pelan lalu mata indahnya perlahan terpejam. deru nafasnya yang tadinya tak beraturan kini sudah teratur artinya dirinya sudah terlelap dalam tidurnya.

◽◽◽

Pagi ini semua santri melaksanakan gotong royong di sekitaran pesantren, mereka mulai membersihkan kamar mandi nya tempat wudhu dan tempat tempat lainnya. Fatimah juga kini sedang menyapu di depan ndalem bersama Nayla dan santriwati lainnya.

"Ustadzah makin cantik aja pas hamil"goda mera membuat Fatimah terkekeh pelan.

"Iya dong apalagi ntar ponakan ku lahir?! Beh! masyaAllah dah pokoknya! Abi nya ganteng umi nya cantik itu di mix! 2 kali lipat wajahnya berseri!"ucap Nayla dengan semangat.

"Mbak istirahat aja nanti mbak capek lagi"ucap Nayla memegang lengan Fatimah, Fatimah mengangguk lalu duduk di kursi sebentar.

Fatimah mengelus perutnya sambil melihat para santri menyapu di halaman ndalem. Setelah di rasa cukup beristirahat ia kembali membantu para santri.

"Ustadzah mending istirahat biar kita yang nyapu nggakpapa kok"ucap Mera di angguki semuanya.

"Nggakpapa biar ustadzah bantu"ucap Fatimah tersenyum menatap Mera.

"Tapi kalau capek duduk aja ya mbak"ucap Nayla di angguki Fatimah.

◽◽◽

Fatimah kini sedang duduk di meja makan sambil meminum susu hamil nya, menatap kosong ke gelas nya. Ia memikirkan keadaan suaminya benar benar tidak ada kabar darinya, berulang kali dirinya menelpon nomor suaminya tetap saja tak ada yang menjawab.

Malam ini mertuanya dan abi nya akan berangkat ke Palestina. Karena sudah sore hari segera Fatimah membersihkan dirinya lalu bersiap mengantar mertuanya dan abi nya berangkat ke bandara.

Fatimah keluar melihat mertuanya dan abi nya sudah siap. Para santri berjejer di area pesantren untuk mengantarkan kyai Abdul dan kyai Ahmad menuju ke Bandara, mereka du kumpulkan di lapangan lalu mendoakan agar perjalanan kyai Abdul dan Ahmad berjalan dengan lancar.

Dan kini mereka sudah berada di bandara internasional, bersiap berangkat. Mereka semua memeluk orang terdekat nya, umi Ami dan Aidar menangis kembali ditinggalkan suaminya pergi.

"Jaga umi kamu ya nak"ucap abi Ahmad menangkup wajah Fajri segera Fajri mengangguk.

"Abi pergi umi sehat sehat ya"ucap abi Abdul mencium kening istrinya lalu memeluk kedua anaknya dan menantunya.

"Abi pergi sayang"Ahmad memeluk putrinya yang sudah menangis.

"Pak kyai sama abi hati hati di disana"ucap Nayla ketika Ahmad memegang kepalanya.

"Pastinya nak"jawab keduanya.

"Assalamualaikum!"

"Waalaikumusalam!"

Mereka berdua sudah pergi bersama rombongan kyai lainnya, kini kedua keluarga kembali ke mobil untuk pulang. Rasanya double kill sakitnya.

GUS ALZAMKUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang