#25 teror lagi?

36K 4.9K 890
                                        

Happy reading
Vote and comments guys
Thank you💗
.....

Alzam merasa ada yang tak beres dengan keadaan pesantren, ia memikirkan keadaan istrinya sekarang ia ingin menelpon nya tapi hpnya tak bisa memanggil panggilan. ia ingin meminjam hp sahabat nya yang lain tapi hp sahabat nya tak ada pulsanya. Benar benar membuat frustasi.

Alzam semalaman tak tidur ia memikirkan keadaan istrinya. Perasaan nya tak enak sekarang ini.
malam ini ia masih saja belum tertidur padahal besok ia akan mengajar.

◽◽◽

Fatimah tak bisa tertidur sedaritadi ada yang mengetuk keras jendelanya, ia takut sekarang gedoran dari jendelanya benar benar membuat nya takut.


Brak! Brak! Brak! Brak!

"Abang.. Fatim takut.. hiks!"Fatim terus memanggil Alzam ia benar benar takut, ia ingin keluar tapi semuanya sudah tertidur di kamar masing masing.

Tiba tiba ada seseorang yang berdiri di samping Fatimah. Orang itu membaca beberapa doa pengusir mahkluk halus. Suara yang sangat Fatimah kenal. Dia adalah Fajri adiknya.

"Kak nggakpapa?"tanya Fajri ketika Fatimah memeluk nya erat dan menangis.

"Tadi Fajri sedang jalan jalan, Fajri lihat makhluk hitam lebat memukul mukul jendela kamar kakak makanya Fajri kesini"ucap Fajri membuat Fatimah takut.

"Temenin kakak disini.."ucap Fatimah pelan di angguki Fajri.

Fajri tertidur di samping Fatimah di batasi bantal. Ia benar benar takut kakak nya terjadi yang tidak tidak.subuhnya pukulan di jendela kamar Kakaknya kembali segera itu Fajri terbangun membuka nya, matanya bertemu dengan mata merah bercahaya dari makhluk berbulu lebat hitam. Fajri terlihat biasa biasa saja segera ia membacakan kembali doa pengusir makhluk itu.

Ia memilih sholat di rumah bersama kakaknya. Ia harus menjaga kakaknya hingga ia membakar makhluk yang mengganggu kakaknya. Fajri satu satunya keluarga dari kyai Ahmad yang biasa menghadapi makhluk seperti tadi. Bahkan Fajri mempunyai kawan tuyul baik dia mendapat nya ketika dirinya sedang menanjak gunung bersama santri lainnya.

Tidak ada yang mengetahui tentang itu kecuali abi nya. Abi nya pernah melihat tuyul yang selalu mengikuti Fajri kemana saja itu sedang bergelantungan di pundak Fajri sambil memakai peci hitam milik Fajri, abinya sampai sakit ketika melihat itu.

Fajri mengelilingi ndalem membacakan doa doa yang mengusir makhluk seperti tadi lalu menyuruh tuyul sahabatnya melindungi kakaknya. Tuyul itu duduk bersantai di jendela kamar Fatimah, dirinya hanya mengikuti perintah dari Fajri. Melarang mahkluk seperti nya memasuki kamar kakak sahabat nya.

Fajri menamainya Mamong karena bentuknya Buntet matanya layaknya seperti manusia tapi kepalanya besar dan kakinya kecil dan hanya 3 jari.walaupun melihat nya saja ngeri tapi dirinya tak jahat seperti tuyul tuyul lainnya karena ia katanya sudah taubat ketika setiap mendengar Fajri berceramah dia terenyuh mendengar nya.

Mamong melihat makhluk besar berdiri di depannya. Matanya merah menatap Mamong yang bersantai sambil mengayunkan kakinya.

"Heh uyul minggir lo!"ucap si hitam tiggi seperti pohon kelapa.

"Dih siapa lo?! Nyuruh nyuruh gue pergi? "Bantah Mamong kesal

"Gue? Kenalin gue Bonga anak buahnya dukun mimeng"ucap Bonga sok kuat

"Oh nggak peduli sih"

"Gue gibeng lu tuyul! Minggir nggak lo?! Ukhti di dalam kasih ke gue!"ucap Bonga tajam

"Ukhti di dalam terlalu suci buat di pegang tangan najis lo!"ucap Mamong kesal

"Minggir nggak?! Lu kan tuyul kok baek? Biasanya nyolong duit orang"ucap Bonga mulai penasaran

"Allhamdulillah gue di beri hidayah menjadi setan yang baik, gue tobat bro denger sahabat manusia gue ceramah terenyuh hati gue bro"ucap Mamong curhat sambil meminum teh angetnya

"Tobatin gue dong gue capek di perintahin ke sana kemari cuman buat bunuh orang"ucap Bonga membuat Mamong terkejut

"Ikut gue ngab tapi lo terus aja ke masjid ntar lo denger dakwah dari Gus Fajri nah dia yang buat gue tobat"ucap Mamong di angguki Bonga

"Tapi lo harus janji! Ukhti di dalam harus lo jaga dari setan dari dukun lo itu"ucap Mamong di angguki mantap Bonga

Bonga akhirnya pergi menuju ke masjid dan duduk di atap smabil mendengarkan ceramah dari Gus Fajri Sahabat manusia Mamong.

◽◽◽

Fatimah kini sudah duduk di depan ruang tamu bersama umi Ami dan umi ayi. Mereka meminum teh hangat sambil memakan kue yang di bust Nayla kue bolu coklat.

"Duh dedeknya dah mau lahir beberapa bulan lagi ya"ucap Nayla memegang perut Fatimah yang membuncit.

"Masih lama loh masih 7 bulan lagi"ucap Fatimah pelan tersenyum melihat wajah bahagia adik iparnya.

"Cara buatnya gimana kak? "tanya Nayla dengan polosnya, semuanya terdiam tak tau harus menjawab apa.

"Nanti ya setelah Nayla menikah"ucap umi Ami mengelus Khimar anaknya.

Sepolos itu kah Nayla.

Jantung Fatimah kembali berdetak normal, ia takut Nayla menanyakan nya dengan pertanyaan semacamnya.

Hari ini para santri sedang libur bersama, mereka di ijinkan keluar dari pesantren tapi dengan syarat tidak boleh melanggar peraturan dalam pesantren seperti membeli rokok dan membakar nya di luar pesantren.

Nayla tak ingin keluar karena Gus Arvan akan datang ke ndalem berkunjung bersama umi nya mereka akan membicarakan tentang Tupperware, biasa ibu ibu doyan jajan Tupperware.

Tiba tiba Fajri datang bersama Arvan dan umi nya. Mata Arvan menangkap Nayla yang sedang membaca kitab tarikh, senyum Arvan terlukis di wajah tampannya melihat Nayla yang sangat serius membaca.

GUS ALZAMKUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang