Happy reading
Vote and comments guys
Thank you💗
......
Kini sudah 9 bulan Fatimah mengandung dan bersiap siaga untuk melalui persalinan nanti nya, Alzam sudah menyiapkan baju baju yang akan dirinya bawa nanti ketika akan ke rumahsakit.
Fatimah kini sedang berada di ruang tamu sambil bercerita dengan mertua dan umi abi nya, sedangkan Alzam terus menerus mengelus perut Fatimah sambil bersandar di bahu Fatimah. Ia sudah tak sabar melihat wajah anaknya dirinya juga belum memeriksa jenis kelamin bayi nya nanti katanya dirinya takut di php in.
Tiba tiba perut Fatimah merasakan sakit yang luar biasa, dirinya hingga menggenggam erat tangan Alzam hingga memerah membuat Alzam berteriak kesakitan. Uminya yang tau Fatimah akan melahirkan segera menyuruh putranya mengantarkan Fatimah ke rumahsakit.
"Abang..sakit shh!"Fatimah terus bergumam sakit.
Hingga akhirnya mereka sudah sampai di rumahsakit lalu Fatimah di bawa Alzam ke ruangan persalinan atas perkataan suster, Alzam segera di pasangkan pelindung kepala dan baju nya sekarang Fatimah akan berjuang dengan nyawanya. Alzam terus berdoa menciumi kening Fatimah yang menangis kesakitan yang luar biasa.
"Ayo mbak tarik nafas! Lalu buang!"ucap dokter dengan lembut nya agar tak membuat Fatimah panik.
"Arkkkhhh!!"Fatimah berteriak ketika merasakan sakit di bagian intimnya hingga akhirnya suara bayi terdengar di telinga orang orang yang berada di ruangan persalinan, semuanya berucap syukur karna persalinan nya berjalan dengan lancar.
"Uekkk! Uekkk!"suara bayi menangis benar benar membuat nya menitikkan air matanya di kening istrinya. Dirinya seperti bermimpi sekarang dirinya kini sudah menjadi ayah.
"Selamat ya, anak nya berjenis kelamin laki-laki wajahnya seperti ayahnya dan bundanya tampan+manis"ucap dokter tersenyum
Fatimah menutup matanya dan menangis di pelukan Alzam.sedangkan abi dan umi menangis di luar ruangan ketika mendengar suara tangisan bayi yang kini adalah cucu pertama mereka.
"Terimakasih sudah menjaga pangeran kita sayang"bisik Alzam menatap manik mata istrinya.
Setelah itu Alzam mengadzani anaknya yang dimana dirinya baru menggendong anaknya pertama kalinya.
Setelah selesai Fatimah di bawa ke ruangannya dan beristirahat di sana, Alzam dengan setia duduk di samping ranjang Fatimah yang sedang menidurkan bayi nya lengannya.
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumusalam!"
"Sama siapa nak kesininya?"tanya umi Ami melihat putrinya yang datang.
"Ada bang Faqih bang Fajri itu aja oh iya sama Gus Arvan"ucap Nayla di angguki semuanya lalu tak lama ketiga lelaki tampan berdiri di sisi kiri dan kanan Nayla seperti bodyguard nya.
Nayla membelalakkan matanya melihat bayi mungil di tangan Fatimah, batinnya benar benar tampan melihat wajah keponakan nya.
"masyaAllah tampan nya ponakan Nayla!"gumam Nayla berjalan kearah ranjang Fatimah.Fatimah terkekeh melihat wajah adik ipar nya yang sangat kaget melihat wajah anaknya.
"Namanya siapa nih?"tanya Nayla menatap terus menerus wajah keponakan nya.
"Abizhar Albiru"jawab Alzam menatap adiknya yang sangat antusias.
"Fiks! Ntar gede bakal kek abi nya tampan banget masyaAllah"ucap Nayla mengelus tangan mungil Abizhar.
"Tampannya kembar abang terus manisnya mirip mbak"ucap Nayla menunjuk Fatimah dan Alzam.
"Jelas lah! Orang abi sama umi nya! Yakali mirip kamu!"ucap Fajri membuat Nayla kesal.
"Heh dugong! Diem deh! Jangan bikin emosi"ucap Nayla menatap tajam Fajri yang biasa saja.
"Udah udah! Nanti adeknya bangun!"ucap abi Abdul memisahkan keduanya dan menyuruhnya duduk saja.
Nayla terduduk di samping Fajri dan kembali bertengkar kecil karena kue milik Nayla di ambil oleh Fajri, keduanya lupa bahwa sekarang dirinya tak hanya berdua.semuanya menatap keduanya dengan tatapan berbeda beda tapi Arvan? Dirinya panas di tempat duduknya dan Faqih sadari itu.
"Ekhem! Tolong berhenti ada yang panas dirinya"ucap Faqih semuanya menatap ke arahnya, Arvan segera menatap ke lain arah.
Kini waktu sudah memasuki ba'da isya Abizhar sedaritadi belum juga tertidur membuat Fatimah dan Alzam begadang.
"Tidur ya sayang umi sudah ngantuk tuh"ucap Alzam mengelus puncak kepala Fatimah yang sudah nengantuk.
Alzam mengambil Abizhar dan menggendong nya dan menyuruh Fatimah tertidur, besok Fatimah sudah bisa pulang.saat di gendongan abi nya Abizhar tertidur pulas hingga menjelang pagi hari.
◽◽◽
Kini mereka bertiga sudah tiba di ndalem, semua santri menyambut kedatangan cucu kyai Abdul. Fatimah tersenyum hangat melihat barisan para santri yang sangat menyambut kedatangan anaknya.
Fatimah mmebawa Abizhar ke kamar dan menyusuinya, Alzam yang tak tau bahwa Fatimah tengah menyusui Abizhar membuka pintunya betapa kaget dirinya ketika melihat milik Fatimah yang di isap oleh anaknya, dirinya meneguk ludahnya dengan susah payah dirinya harus tahan.
"Enak ya nak mimim punya nya umi bagi dong satu kan ada dua nah kita bagi satu satu ya"ucap Alzam duduk di samping Fatimah.
Abizhar menangis ketika mendengar ucapan abi nya, Fatimah tertawa terbahak-bahak ketika mengetahui anaknya tak ingin berbagi sedangkan Alzam hanya bisa memasang wajah memelas nya dan pasrah.
"Sabar ya abi.."ucap Fatimah mengelus rahang tegas suaminya yang menatapnya memohon.
Alzam menelengkup kan wajahnya di ceruk leher Fatimah memeluk istrinya dirinya benar benar merasakan kebahagiaan di keluarga kecilnya ini.
"Umi..abi pengen juga hiks!"Alzam meluapkan emosi nya dengan menangis dirinya benar benar ingin kembali merasakan nya betapa nikmatnya cairan putih tak berasa itu.
"Ngalah toh sama anak sendiri"ucap Fatimah mengelus rambut Alzam.
Tak lama Fatimah sudah tak mendengar tangisan suaminya, saat dia berbalik dirinya terkekeh pelan melihat Alzam yang tertidur dengan pulas nya.segera dirinya kembali memasang bra nya dan menempelkan bantal di sisi kanan kiri Abizhar, lalu membersihkan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GUS ALZAMKU
General Fiction[FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM BACA] •Belum terevisi 🏷️:Judul lama: suamiku seorang gus tampan. 🏷️:Judul baru:GUS ALZAM 📍:MASIH ADA KATA PERKATA YG KURANG TEPAT/SALAH. 📍: DIALOG TAGNYA MASIH BERANTAKAN. [N]di harapkan memencet bintang di pojok...
