#26 kecemburuan Gus Arvan

42.9K 4.9K 354
                                        

Happy reading
Vote and comments guys
Thank you💗
.....

Sore hari, Semua yang berada di ndalem memilih duduk bersantai di depan ndalem sambil melihat lihat para santri yang sedang bermain bola di lapangan. Nayla dan Fajri duduk bersebelahan sambil bercerita bersama Arvan dan Faqih. Sedangkan Fatimah dan umi Ami dan umi Ayi sedang mengupas mangga muda mereka akan membuat rujak.

Fatimah berjalan ke arah ke 4 anak remaja yang sedang bercerita sesekali bercanda. Semua menoleh menatap Fatimah yang duduk di samping Arvan.

"Mbak, tau nggak bang Fajri lagi di incer santri putri loh"ucap Nayla membocorkan rahasia salahsatu teman sekamar nya.

"Namanya siapa Dek? "Tanya Fatimah sedikit kepo.

"Mera dong sahabat nya Nayla"ucap Nayla dengan keras.

"Masih bocil belum boleh"ucap Fajri dengan datar.

"Emang salah? Suka orang nggakpapa kan kecuali tuh kek suka banget banget itu nggak boleh"ucap Nayla menepuk pundak Fajri.

Fajri menatap datar Nayla sedangkan Nayla membalas nya dengan senyuman khasnya. Tanpa sadar ada seseorang yang tak suka melihat hal itu.

"Bang Fajri ganteng, tapi sayang"ucap Nayla muncul ide jahil nya

"Sayang kenapa? "Ucap Fajri pelan

"Ciee manggil sayang! HAHAHAHA!"tawa Nayla meledak, Fajri menyentil dahi Nayla sampai Nayla meringis kesakitan.

Arvan menatap dingin ke arah Depan tiba tiba ia merasa kesal melihat Nayla yang sedang menjahili Gus Fajri. Fatimah tersenyum melihat wajah cemburu Arvan.

"Bang kira kira siapa orang yang tertulis di lauhul Mahfudz abang? "Tanya Nayla menatap Fajri dengan senyum sendirian.

"Belum tau"jawab Fajri pelan menatap Nayla

"Kayaknya Nayla deh bang"jawab Nayla dengan percaya diri.

"Kalau bukan gimana? "Ucap Faqih mulai nimbrung.

"Yaudah berarti bang Fajri nggak dapet bidadari secantik Nayla"ucap Nayla tertawa semuanya hanya menggeleng pelan.

"Nanti Nayla yang dapat pangeran seperti Gus Arvan"ucap Fatimah pelan kedua sejoli yang di sebut Fatimah langsung menatap ke arah lain.

"Bang Fajri nggakmain bola? "Ucap Nayla menghindari ucapan Fatimah.

"Nggak"

"Main dong Nayla pengen liat"

"Capek"

"Capek mulu ntar nggak dapat cintaku lagi"Nayla sengaja ingin menjahili Gus Fajri.

"Cinta mu bukan untuk saya"jawab Fahri menatap Nayla datar

"Terus siapa dong?"tanya Nayla pelan, Fajri melirik ke arah Arvan yang menatapnya juga.

"Ntahlah sesuai dengan cowok yang tertulis di lauhul Mahfudz mu"ucap Fajri memakan rujak di depannya.

Fatimah terkekeh melihat wajah Nayla yang cengo, Fatimah mengelus perutnya sambil membuka hp nya menunggu pesan dari suaminya, ia benar benar merindukan nya sekarang rasanya dirinya ingin sekali memeluk suaminya itu.

"Oke kita tebak tebakan yuk!"ajak Nayla langsung di angguki ke 4 nya

"Tebak nanti dedek bayinya cewek atau cowok"ucap Nayla pelan.

"Saya milih cowok"jawab Faqih langsung di setujui Arvan.

"Karna saya maunya cowok jadi saya milih cewek"ucap Fajri asal membuat Nayla naik darah.

"Kamu mau cowok tapi kamu milihnya cewek?! Otak abang di dengkul ya?"ucap Nayla menatap Fajri tajam

"Otak saya ya di kepala saya masa di dengkul, kosong dong kepala abang"ucap Fajri pelan.

"Serah serah elah!"

"Mbak Fatim kan cantik nggak ada gitu orsng Turki berniat ngelamar mbak? "Ucap Nayla mengganti topik.

"Ada kok, tapi mbak belum mau nikah waktu itu"jawab Fatimah terkekeh.

"Kok jadi kangen abang"gumam Nayla memeluk Faqih.Fatimah merasa kasihan melihat adik iparnya yang juga merindukan suaminya.

"Btw abang Faqih badannya pelukable banget"ucap Nayla membuat Faqih tersenyum tersipu.

"Ntar Nayla nikah di umur kak Fatim deh pengen cepet cepet punya uwu"ucap Nayla membuat Fatimah terkekeh.

"Nay ntar kalau misalnya ada yang lamar kamu santri sini gimana?"tanya Fajri ingin memanas manaskan sahabat nya.

"Ya Nayla Terima lah! Siapa yang pertama khitbah Nayla ya terima aja kalau masalah cinta bisa perlahan datang"ucap Nayla dengan jujur.

"Tapi kalau Arvan yang lamar kamu pasti mau dong"ucap Fajri membuat Faqih terkekeh geli.

"Mau lah!orang dia selalu Nayla sematin di doa setiap malam!"ucap Nayla keceplosan melupakan bahwa orang yang di sebutkan Fajri berada di sampingnya.

"Ekhem!"

Nayla melotot kaget sekarang melihat di samping nya ada seseorang yang melihat nya dengan tatapan datar tapi sebenarnya hatinya lagi jedag jedug di sana.

"Ntar kalau dah umur 20 saya lamar kamu"bisik Arvan membungkuk sedikit.ucapannya barusan mampu membuat Nayla mematung.

"Ekhem! Saya dulu yang nikah baru Nayla"ucap Faqih menyisir rambutnya dengan jari jarinya.

"Ya saja"

"Masuk masuk! Sudah masuk waktu Maghrib"ucap umi Ami di angguki ke 5 nya.

Segera mereka ber 5 masuk dan membersihkan dirinya lalu bersiap ke masjid. Kenapa Disini ada Arvan karena dia ada jam dakwahnya di sini dan besok ia baru pulang kembali ke pondoknya.

Fajri berwudhu di temani Mamong, ia terkejut ketika melihat Bonga berdiri di belakang Mamong yang sedang mengemut permen.

"Gus ini namanya Bonga dia anak suruhan dukun mimeng"Mamong berbicara menatap Fajri tapi Fajri malah tak menjawabnya.

"Mong Gus mu nggak suka ya gue kesini"ucap Bonga merasa tak enak.

"Nggak elah dia baek nggak kek dukun lo! Dah kakek kakek bau tanah lagi malah buat dosa"Mamong mengkesal Sekarang.

"Jangan ribut tunggu saya di depan ndalem!"batin Fajri langsung di angguki Mamong.

Aneh memang cerita ini.

Fajri berdiri di shaf depan bersama Faqih dan Arvan. Mereka bertiga selalu sholat berdekatan.


"Allahuakbar!"

◽◽◽◽

GUS ALZAMKUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang