Happy reading
Vote and comments guys
Thank you💗
.....
Hari ini Fatimah hanya bertiga dengan Dirinya, Abizhar dan Faqih.Faqih sedang berada di dapur memakan makanan nya lalu kembali duduk di samping Fatimah yang tengah menggendong keponakan nya.
Tiba tiba saja ada sandal jepit masuk ke dalam piring Faqih.Faqih yang melihat sendal seseorang masuk ke dalam makanannya segera menatap kearah pintu melihat Maira tengah berdiri di sana dengan mata yang terbelalak.
"Waalaikumusalam!"Faqih melempar kembali sendal itu keluar dan hampir mengenai wajah Maira.
"Fatimah! Aku mau jadi yang kedua! Tolong! Aku mencintai Gus Alzam!"triak Maira membuat Abizhar terbangun kaget.emosi Fatimah dan Faqih meluap melihat Abizhar yang terkejut.
"Mbak ke kamar sekarang!"ucap Faqih dengan dingin dengan segera Fatimah membawa Abizhar pergi ke dalam.
"Mau apa lagi Ning?"tanya Faqih menatap datar Maira.
"Saya mau yang kedua setelah Fatimah"ucap Maira dengan santai.
"Yasudah"mata Maira menyiratkan kebahagiaan.
"Yasudah saya akan menjadi ayah keduamu, bagaimana?"ucap Faqih membuat Maira marah.
"Nggak sudi Gus! Umi ku hanya milik abi seorang! Aku nggak mau abi ku merasa sedih"ucap Maira dengan kesal
"Kamu bilang bahwa kamu tidak ingin membuat abi mu merasa sedih kan"ucap Faqih di angguki Maira.
"Itu yang di rasakan Fatimah ketika dirimu terus memaksanya menjadi yang kedua!"ucap Faqih dengan tegas.Maira terdiam memikirkan ucapan Faqih yang terlihat memang benar.
"Carilah kepada lelaki yang tertulis di lauhul Mahfudz mu! Berdoa pada Allah SWT agar cepat memberikan mu jodoh yang lebih baik lagi"ucap Faqih pelan, hati Maira bergerak sedikit demi sedikit memang benar yang di katakan Gus Faqih.
"Maaf...saya tidak akan mengganggu disini lagi assalamualaikum"Maira berjalan cepat ke luar ndalem
Faqih kembali ke dapur mencuci piringnya yang terkena sandal tadi. Lalu ia memberitahu Fatimah dia akan kembali ke asrama.
Fatimah menghela nafas nya Ketika mendengar penjelasan dari adik iparnya tentang kejadian tadi.dirinya sudah di hantui dengan omongan Maira yang menjadikan anaknya korban.
Fatimah mulai membersihkan kamarnya, untungnya Abizhar sudah tertidur pulas dimana waktu itu sangat sulit bagi Fatimah beberes kamarnya sudah seperti kapal pecah penuh dengan mainan berserakan di tambah lagi buku buku Fatimah dan Alzam.
Tak lama Alzam datang membawa martabak manis dan kopi dari cafe miliknya, Fatimah selalu di ajak oleh Alzam tapi waktunya belum bisa di rubah.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumusalam"
"Sayang!!"
"Hustt! Jangan ribut anakku tidur loh!"ucap Fatimah seperti berbisik membekap mulut suaminya.
Alzam memeluk Fatimah dari belakang melingkarkan tangannya di pinggang ramping Fatimah dan menghirup aroma strawberry di tubuh Fatimah.aroma yang sangat merindukan nya.
Mata si bayi kecil di kasur tersenyum bahagia melihat umi dan abi nya yang sedang bertengkar main.tiba tiba Alzam berada di atas Abizhar menjadikan siku dan lengannya menahan bebannya.tangN mungil milik Abizhar memukul pelan pipi abi nya, Alzam terkekeh pelan ketika tangan halus anaknya memukul pipinya.
"Anak abi yang tampan menawan seperti abi nya tolong berdiam di sini hingga abi mu ini selesai mandi sayang"ucap Alzam mengusel usel hidungnya di dada Abizhar.Abizhar terkekeh geli ketika Alzam menggesekkan hidungnya di dadanya.
Alzam segera mandi dirinya ingin bermain berlama lama dengan anak nya.Alzam tak memakai baju nya dirinya sekarang bertelanjang dada dirinya kembali bermain bersama Abizhar sambil menunggu umi nya selesai membereskan kamar.
"Cyaaaaahhh"
"Arrgkhhhh!"
Teriakan seorang bayi memenuhi kamar, suaranya begitu lengking membuat Alzam terkekeh melihat anaknya yang teriak teriak seperti ingin berbicara.
"Mbak Fatim!"Nayla masuk tanpa permisi dirinya langsung duduk di samping Fatimah yang sedang melipat baju di depan lemari.
"Kenapa dek?"
"Nanti bikinin udang tepung kayak kemarin ya mbak"ucap Nayla di angguki Fatimah pelan
"Makasihh mbak sayang!"triak Nayla pelan Fatimah menggeleng saja melihat tingkah adik ipar nya persis dengan suaminya.
Tiba tiba saja Abizhar menangis keras, Fatimah mengambil Abizhar lalu menyusuinya dengan santai di depan Alzam yang kini bersusah payah menelan ludahnya sendiri.
"Mau dong!"
Plak!
"Shut! Bagi ke anakmu aja ntar kalo dia muntahin makan aja"ucap Fatimah menepuk nepuk pantat Abizhar pelan.
"Hish! Mau langsung dari produksinya sayang"ucap Alzam dengan wajah memelas nya
Fatimah mendorong kepala Alzam lalu memunggungi Alzam yang tidak tau harus apa.
"Abi mu gila nak sabar ya kita harus sabar melewati nya"ucap Fatimah pelan mencium kening anaknya yang tengah menyusu pada nya.
Gus Alzam yang merasa dicueki langsung mengigit lengan Fatimah.
"Sakit loh yang kalau bercanda jangan gitu dong"ucap Fatimah pelan merasakan sakit di lengannya.
"Iya sayang maaf ya nanti abang obatin"ucap Alzam membuat Fatimah tambah kesal.
"Nggak usah!"
Setelah menidurkan Abizhar dirinya merubah menjadi duduk melihat ke samping nya yang dimana Alzam tertidur pulas.apa dia kecapekan.
Fatimah memeluk Alzam sesekali mengusap wajahnya.Fatimah terus memandangi wajah suaminya yang begitu tampan seperti masih lajang tapi sekarang dirinya sudah berbuntut 1.
"Duh Gus kok ganteng sih!"ucap Fatimah mengikuti ucapan para santri ketika menggodai suaminya.
Fatimah berdiri lalu pergi membereskan dapur bersama Nayla sambil membuatkan Nayla Udang tepung yang dimintainya tadi.setelah itu dirinya kembali ke kamar untuk memandikan Abizhar.Fatimah membuka pintu melihat Abizhar yang sudah bangun sedangkan suaminya masih tertidur di samping Abizhar.
Fatimah mengambil air hangat dan tisu basah tak lupa dengan minyak minyak bayi dan bajunya.Fatimah kembali ke kasur lalu membuka semua pakaian yang di Pakai Abizhar lalu mulai mengusap kain basah ke tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GUS ALZAMKU
General Fiction[FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM BACA] •Belum terevisi 🏷️:Judul lama: suamiku seorang gus tampan. 🏷️:Judul baru:GUS ALZAM 📍:MASIH ADA KATA PERKATA YG KURANG TEPAT/SALAH. 📍: DIALOG TAGNYA MASIH BERANTAKAN. [N]di harapkan memencet bintang di pojok...
