Halo.... Ah senangnya dapet vote itu wkwkwk kaya mood banget buat nulis.. Terimakasih untuk partisipasi nya.. Kiss..kiss...
|||
"Selamat pagi..!" teriak pricilla merentangkan tangannya tanpa repot repot membuka mata
"Lihat anakmu duk, siapa yang menyangka kemarin dia menangis seperti seorang bayi"cibir Duchess mia
"Oh,selamat pagi mama papa aku tidak tahu kalian akan datang ke kamar ku sepagi ini?"tanya Pricilla turun dari kasur
"Itu karena papa mu sangat khawatir akan kondisimu jadi dia mengajak ku untuk menunggumu bangun"
"Aaaah aku senang sekali, terimakasih"
"Mandi Jangan berniat memeluk kami!"
Pricilla yang sudah merentangkan tangan terpaksa mengerem langkah kakinya.
"Baiklah,mery tolong siapkan air mandi untuk ku"ujar pricilla pura pura cemberut
"Dengan senang hati nona Pricilla"
Ujar mery tersenyum lalu bergegas pergi
"Mama dan papa akan menunggumu diruang makan"
"Terimakasih"ujar Pricilla sambil mencuri cium mama dan papanya sebelum kabur ke kamar mandi.
"Anak nakal"seru duchess mia tapi senyum tak pernah surut dari wajahnya
~
"apa yang sedang ada disini"tanya Duke Aston mengetuk pelan kepala Pricilla "hingga membuatmu banyak diam"lanjutnya
"Hmm ada hal yang selalu menganggu fikiranku papa"
"Apa itu?"
"Bagaimana membuat orang orang yang kurang mampu bisa merasakan sedikit kesejahteraan pada hidupnya"
"Mengapa kau bisa bertanya seperti itu?"
"Saat menjadi calon regina kemarin kami melakukan kunjungan ke daerah daerah diluar istana, dan aku merasa turut sedih melihat banyak sekali orang yang kurang beruntung dalam menjalani kehidupan mereka"
Duke aston menggenggam jemari putrinya yang berada di sebrang meja.
"Jika kamu ingin menyejahterakan semuanya, kamu harus hidup menjadi seorang ratu. Akan tetapi, menjadi ratu seumur hidupmu pun tidak menjadi jaminan bisa menyejahterakan mereka semua karena ada hal hal lain yang tidak bisa kamu hindari"
"Apa itu pa?"
"Kemauan dan sebuah takdir"
"Jadi aku tidak bisa membantu mereka?"
"Tentu saja bisa! Buktinya kontribusimu untuk kota ambra dan kota zero itu membuahkan hasil, sedikit demi sedikit kedua kota itu menunjukkan perkembangan. akan tetapi soal kota itu akan maju atau tidak kedepannya, itu tanggung jawab bersama. itu yang papa sebut kemauan. Nasihat papa jangan putus asa, tetaplah menebar sebuah kebaikan apapun hasilnya nanti dan itu disebut sebuah takdir"
Senyum Pricilla mengembang
"Terimakasih papa, Aku akan selalu mengingatnya"ujar Pricilla penuh syukur.
~
"Jadi apa rencanamu selanjutnya"
"hmm tentu saja aku akan terus mempelajari bisnis papa, semakin berkembang usaha papa maka semakin banyak pula lahan pekerjaan dan berdampak baik juga untuk keuangan ku "ujar pricilla riang
Duke Aston terkekeh
"Entah lah papa harus senang atau sedih mendengar nya"ujar Duke Aston pura pura mengeluh
"Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui pa"kilah Pricilla tersenyum
"oh,Tidak bisakah kalian berhenti membicarakan soal pekerjaan dimeja makan"keluh duchess mia
Pricilla dan Duke Aston langsung kicep mendengarnya
"Bukan kah akan Lebih baik kita merencanakan soal liburan seperti keluarga lainnya"
"Haha Baiklah istriku, lalu tempat mana yang ingin kamu kunjungi?"
"Hmm kawasan selatan boleh juga, udaranya cukup segar untuk cuaca yang panas seperti sekarang ini?"
"Aku setuju, aku juga ingin melihat perkebunan sayur disana"
"Jangan mulai Pricilla, memiliki papa mu yang gila kerja saja sudah cukup merepotkan untuk mama"
"Haha baiklah ma, aku fikir pasti menyenangkan berkuda disana aku juga bisa berburu bersama papa dan mempersembahkan hasil buruan kami untuk mama"
"Hmm entahlah, mama bingung antara marah atau tersanjung mendengar nya"
"Mengapa harus marah?"tanya Duke Aston tak mengerti
"Gadis lain akan sibuk berbelanja,membeli baju,berburu makanan lezat bahkan menggoda putra bangsawan,tapi anak kita? Dia bilang akan berkuda dan berburu disana"
"Hahaha itu membuktikan bahwa dia putri ku duchess"
"Yayaya terserah kamu saja"ujar duchess mia sebal tapi melihat kedua orang terkasihnya tertawa diapun tak bisa marah terlalu lama.
**
"Apa kamu yakin akan melakukannya putra mahkota?"tanya ratu aster
"Jika tak ada halangan saya akan berangkat nanti malam"
"Bahkan para Lady belum pulang dari istana, apa kamu tidak bisa menunda keberangkatan mu?
"tidak bisa ibunda, aku sudah terlalu lama mengulurnya. Maka mohon restu Anda"
" jika aku melarangmu pun kamu akan tetap pergikan?"keluh ratu aster
"Tinggalkan kami"ujar Javier
Semua ksatria dan para pelayan keluar meninggalkan kamar Javier.
Javier berjalan mendekati ibunya
"Ibunda maafkan aku, tapi aku sudah berjanji pada Ayahanda untuk mendahulukan kewajibanku dari pada urusan pribadiku"
ratu aster menghempas pelan tangan Javier pertanda marah dan membelakanginya.
"aku berjanji akan pulang secepatnya, tolong jangan marah ibunda. jika tidak, dewa pasti akan mengutukku"Ujar Javier memeluk ibunya dari belakang
Ratu Aster memegang kedua tangan putranya pertanda restu,meskipun hatinya masih merasa tidak rela.
~
"Hormat saya kepada Yang mulia raja dan yang mulia ratu malam ini saya mohon izin pamit menuju kawasan utara"ujar Javier
"Pergilah putra ku,semoga keselamatan dan keberkahan menyertai setiap langkahmu"ujar Raja Braga
Ratu Aster tak kuasa menahan tangis dia segera turun dari singgasana untuk memeluk putranya
"Entah itu kau atau Ayahmu, jiwaku rasanya dicabut paksa setiap melihat kalian pergi untuk berjuang"bisik Ratu Aster lirih
"Aku berjanji untuk segera pulang"ujar Javier membalas pelukan Ratu Aster.
Setelah itu pangeran Javier beserta rombongan bergegas meninggalkan istana.
saat melewati Lady Alanis,Denia dan irene dia melewati nya begitu saja tanpa melirik mereka barang sedikitpun seolah mereka tidak ada.
Bahkan kepada calon istrinya pun pangeran Javier bertindak dingin fikir denia dan irene
para lady menatap kepergian putra mahkota dengan sendu, pupus sudah harapan mereka untuk bisa lebih dekat dengan putra mahkota.
Sekarang rasanya tak ada lagi alasan bagi mereka untuk lebih lama tinggal di istana.
"Nona alanis bersabarlah"ujar denia merasa iba
Alanis mengepalkan tangannya menahan Amarah,dirinya belum pernah merasa semalu ini seumur hidupnya. Akan tetapi..
"Terimakasih"hanya itu ucapan yang bisa keluar dari mulutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
tokoh Antagonis (End)
FantasyPricilla marine romanof putri tunggal dari Duke Aston romanof yang merupakan teman baik dari Raja dikerajaan Adelard telah membuat perjanjian menggunakan semua kehidupannya untuk mengejar cinta sang putra mahkota. Tapi apa jadinya jika saat telah be...
